Hujan Kian Tak Menentu Ciri Perubahan Iklim, Padang Lamun dan Lahan Gambut Jadi Solusi!

Nur Khotimah | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 23 Mei 2025 | 18:40 WIB
Hujan Kian Tak Menentu Ciri Perubahan Iklim, Padang Lamun dan Lahan Gambut Jadi Solusi!
Ojek online menjemput penumpang saat hujan lebat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/7/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Banyak orang masih menganggap sepele perubahan iklim yang terjadi di dunia, padahal fenomena ini sudah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya, benarkah padang lamun dan lahan gambut jadi solusi?

Tidak banyak yang tahu pola hujan tidak teratur, suhu harian semakin ekstrem, gangguan produksi pangan hingga naiknya permukaan air laut yang kita temukan sehari-hari merupakan beberapa tanda perubahan iklim yang mulai terjadi.

Untuk mencegah kondisi ini semakin parah, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura menilai padang lamun dan lahan gambut bisa jadi solusi menahan perubahan iklim di dunia. Namun sudut pandang ini harus dibarengi dengan aksi nyata berbagai negara di seluruh dunia.

"Lamun dan lahan gambut merupakan salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif dan terjangkau untuk mengurangi perubahan iklim," ujar Norimasa saat hadir dalam peresmian Proyek ASEAN Blue Carbon and Finance Profiling (ABCF) di Jakarta, pada Rabu, 21 Mei 2025.

Ilustrasi hujan dan angin kencang. [Ist]
Ilustrasi hujan dan angin kencang. [Ist]

Demi mempertahankan lahan gambut dan padang lamun dan berbagai masalah lingkungan terkait laut, berbagai negara dunia perlu fokus membangun ekonomi biru yaitu memanfaatkan sumber daya laut tanpa mengabaikan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan lingkungan.

Apalagi data menunjukkan Asia Tenggara merupakan rumah bagi sekitar 33 persen padang lamun dunia dan hampir 40 persen lahan gambut tropis yang telah diketahui, yang mewakili sekitar 6 persen sumber daya lahan gambut global. Meskipun berperan penting dalam mitigasi iklim, ekosistem ini masih kurang dimanfaatkan karena kesenjangan teknis, finansial, dan kebijakan.

Lahan gambut adalah jenis lahan basah yang terbentuk dari tumpukan sisa-sisa tanaman yang membusuk secara perlahan di lingkungan yang lembap dan minim oksigen, selama ribuan tahun. Di Indonesia, lahan gambut banyak ditemukan di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Keberadaan lahan gambut bisa mencegah perubahan iklim karena satu meter lahan gambut bisa menyimpan dua hingga tiga kali lebih banyak karbon daripada hutan biasa. Bahkan lahan ini jika dibiarkan utuh atau basah maka akan tersimpan ribuan tahun.

Saat gambut dikeringkan atau dibakar (untuk pertanian, misalnya), karbon dalam bentuk CO2 dan metana dilepaskan dalam jumlah besar. Maka menjaga lahan gambut tetap basah berarti menghindari emisi besar-besaran.

Sedangkan padang lamun adalah tumbuhan berbunga atau bukan rumput laut (seaweed) yang tumbuh di dasar laut dangkal yang terkena sinar matahari. Lamun tumbuh di perairan pesisir yang tenang dan jernih.

Peran padang lamun dalam mencegah perubahan iklim bisa terjadi karena pasir dan lumpur tidak erosi dan tidak terbawa arus, sehingga karbon yang tersimpan tidak terlepas kembali.

Selain itu lamun juga mampu menyerap karbon dioksida alias CO2 dari atmosfer dan mengurungnya dalam akar dan sedimen bawah laut. Padang lamun juga disebut sebagai blue carbon, karena karbon disimpan di lingkungan laut dan pesisir.

Faktor ini juga yang jadi alasan ASEAN, Pemerintah Jepang dan UNDP menggelar ABCF agar ekosistem pengelolaan karbon alias limbah laut bisa dimanfaatkan sehingga lebih berkelanjutan dari sisi bisnis maupun lingkungan.

Acara ini didanai pemerintah Jepang dan digelar UNDP Indonesia berkoordinasi dengan ASEAN Coordinating Task Force on Blue Economy (ACTF-BE). Proyek ABCF ini menggarisbawahi komitmen ASEAN terhadap ekonomi biru yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan menyelaraskan kebijakan, pembiayaan, dan pendekatan berbasis sains, proyek ini mendorong pengembangan potensi iklim dan ekonomi ekosistem laut dan pesisir yang belum dimanfaatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bencana Hidrometeorologi Mengintai: Ini 4 Ancaman yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Menghadapinya

Bencana Hidrometeorologi Mengintai: Ini 4 Ancaman yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Menghadapinya

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 18:16 WIB

Cuaca Ekstrem Jadi Kenyataan Tak Terhindarkan, Bagaimana Memperkuat Ketahanan?

Cuaca Ekstrem Jadi Kenyataan Tak Terhindarkan, Bagaimana Memperkuat Ketahanan?

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 14:24 WIB

Lonjakan Kematian Bayi Akibat Badai Tropis Bukan Omong Kosong, Bagaimana Mencegahnya?

Lonjakan Kematian Bayi Akibat Badai Tropis Bukan Omong Kosong, Bagaimana Mencegahnya?

Health | Jum'at, 23 Mei 2025 | 12:16 WIB

Terkini

6 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, 16 Pelaku Bakal di-DO?

6 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, 16 Pelaku Bakal di-DO?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 10:16 WIB

7 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kulit Sawo Matang, Ini Shadenya

7 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kulit Sawo Matang, Ini Shadenya

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 10:16 WIB

10 Jam Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Disidang Massal, Ada Live TikTok-nya

10 Jam Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Disidang Massal, Ada Live TikTok-nya

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 10:12 WIB

Geger Pelecehan Seksual FH UI, Respons Grup WhatsApp Orang Tua Mahasiswa Jadi Sorotan

Geger Pelecehan Seksual FH UI, Respons Grup WhatsApp Orang Tua Mahasiswa Jadi Sorotan

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 09:38 WIB

Link Lowongan Pegadaian dan Deadline Pendaftaran, Gratis!

Link Lowongan Pegadaian dan Deadline Pendaftaran, Gratis!

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 09:11 WIB

Rekrutmen KAI Group Dibuka, Ini Syarat dan Dokumen yang Wajib Kamu Siapkan

Rekrutmen KAI Group Dibuka, Ini Syarat dan Dokumen yang Wajib Kamu Siapkan

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 08:57 WIB

6 Urutan Skincare Pagi dengan Tone Up Cream, Kulit Cerah dan Glowing Instan

6 Urutan Skincare Pagi dengan Tone Up Cream, Kulit Cerah dan Glowing Instan

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

7 Manfaat Jalan Kaki 30 Menit di Pagi Hari yang Bisa Dirasakan dalam Hitungan Minggu

7 Manfaat Jalan Kaki 30 Menit di Pagi Hari yang Bisa Dirasakan dalam Hitungan Minggu

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 08:47 WIB

Prevalensi Obesitas Naik, Pendekatan Medis Terintegrasi Jadi Harapan Baru di Jakarta

Prevalensi Obesitas Naik, Pendekatan Medis Terintegrasi Jadi Harapan Baru di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 08:14 WIB

Skincare Legendaris, Ini 7 Rahasia Air Mawar Viva untuk Kulit Awet Muda

Skincare Legendaris, Ini 7 Rahasia Air Mawar Viva untuk Kulit Awet Muda

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 08:05 WIB