Bencana Hidrometeorologi Mengintai: Ini 4 Ancaman yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Menghadapinya

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 23 Mei 2025 | 18:16 WIB
Bencana Hidrometeorologi Mengintai: Ini 4 Ancaman yang Wajib Anda Ketahui dan Cara Menghadapinya
Ilustrasi bencana hidrometeorologi - cuaca buruk. (pixabay)

Suara.com - Dalam 24 jam terakhir, Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan rapuhnya infrastruktur dan ketahanan masyarakat terhadap bencana hidrometeorologi.

Angin puting beliung, banjir, hingga tanah longsor terjadi secara beruntun di sejumlah daerah, mulai dari Ciamis hingga Tidore, mengakibatkan ribuan jiwa terdampak dan memaksa sebagian mengungsi.

Namun, di balik kekhawatiran itu, muncul peluang besar: memperkuat sistem ketangguhan nasional dalam menghadapi cuaca ekstrem yang kian intens akibat perubahan iklim.

Bencana yang Bisa Diprediksi dan Dimitigasi

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 42 kejadian bencana tercatat hanya dalam satu hari, dan 16 di antaranya berdampak signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur. Kejadian seperti banjir di Bojonegoro dengan tinggi muka air 150 cm dan tanah longsor di Purbalingga bukan hanya sekadar berita harian, tetapi sinyal penting untuk memperkuat mitigasi.

“Dominasi bencana hidrometeorologi menjadi indikator penting akan tingginya kerentanan wilayah terhadap faktor cuaca ekstrem dan perubahan iklim,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dilansir ANTARA, Jumat (23/5/2025).

Peristiwa seperti ini bukanlah anomali. Secara statistik, banjir dan angin kencang telah menjadi bencana paling umum di Indonesia, menyumbang sekitar 40 persen dari total kejadian bencana setiap tahunnya. Penyebabnya pun berlapis: mulai dari curah hujan ekstrem, deforestasi, hingga urbanisasi yang tak terkendali.

Jenis-Jenis Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

  1. Banjir dan Banjir Bandang
    Banjir merupakan 40% dari total bencana yang terjadi di Indonesia. Penyebabnya meliputi curah hujan tinggi, luapan sungai, rob, dan jebolnya tanggul. Banjir bandang umumnya terjadi di daerah hulu dengan topografi curam dan dapat menyeret material berat seperti batu dan lumpur.
  2. Kekeringan
    Fenomena La Nina dan El Nino mempengaruhi distribusi curah hujan di Indonesia. Kekeringan meteorologis dapat berlanjut menjadi kekeringan hidrologi yang berdampak pada ketersediaan air untuk pertanian dan konsumsi.
  3. Angin Puting Beliung
    Angin kencang dengan kecepatan di atas 62 km/jam yang berputar dan bersifat destruktif. Umumnya terjadi pada musim pancaroba dengan durasi singkat namun dampak kerusakan besar.
  4. Gelombang Tinggi dan Abrasi
    Disebabkan oleh angin kencang di laut, tekanan udara rendah, atau badai tropis. Gelombang tinggi dapat mencapai 4-6 meter dan mengancam aktivitas pelayaran serta pemukiman pesisir.
Foto udara lahan pertanian yang terendam banjir di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (22/5/2025). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/Spt]
Foto udara lahan pertanian yang terendam banjir di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (22/5/2025). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/Spt]

Langkah Nyata untuk Mengurangi Risiko

baca juga

Alih-alih hanya memperbarui jumlah korban dan kerusakan setiap terjadi bencana, sejumlah daerah kini mulai mengambil langkah preventif. Sistem peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kini terintegrasi lewat aplikasi digital seperti Info BMKG dan SMS blast yang memberi notifikasi cuaca ekstrem secara real-time kepada masyarakat.

Di beberapa daerah, pembangunan infrastruktur tahan bencana sudah berjalan. Tanggul, sumur resapan, hingga rumah panggung mulai menjadi bagian dari adaptasi masyarakat terhadap banjir dan cuaca ekstrem. Di sisi lingkungan, program restorasi mangrove juga digencarkan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan rehabilitasi 600.000 hektare mangrove hingga 2024 sebagai upaya jangka panjang melindungi pesisir.

Tak hanya soal teknologi dan infrastruktur, edukasi menjadi pilar penting. Pelatihan kebencanaan di sekolah, simulasi evakuasi di desa, dan pembentukan kelompok siaga bencana mulai dijalankan di berbagai wilayah. Kesiapsiagaan masyarakat terbukti efektif memperkecil korban jiwa ketika bencana datang tiba-tiba.

Penting pula membangun koordinasi yang kuat antarinstansi. Banyak kasus menunjukkan keterlambatan penanganan bukan karena kurangnya sumber daya, melainkan lemahnya koordinasi antar level pemerintahan. Pembentukan satuan tugas gabungan seperti yang kini dilakukan untuk penanganan banjir dan longsor di Trenggalek, Jawa Timur—yang menewaskan satu orang dan menyebabkan enam lainnya hilang—bisa menjadi model untuk daerah lain.

Meski tantangan masih besar, mulai dari keterbatasan anggaran hingga rendahnya kesadaran publik, Indonesia memiliki semua potensi untuk membangun sistem ketangguhan bencana berbasis ilmu pengetahuan, data, dan kearifan lokal. Dengan langkah yang tepat, Indonesia bisa bertransformasi dari negara yang rentan menjadi negara yang tangguh terhadap bencana.

Perubahan iklim memang nyata, tetapi dampaknya bisa dikendalikan. Bencana hidrometeorologi bukan akhir, melainkan panggilan untuk membangun awal baru—yang lebih aman, lebih siaga, dan lebih berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuaca Ekstrem Jadi Kenyataan Tak Terhindarkan, Bagaimana Memperkuat Ketahanan?

Cuaca Ekstrem Jadi Kenyataan Tak Terhindarkan, Bagaimana Memperkuat Ketahanan?

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 14:24 WIB

Dharma Pongrekun Bertemu Pramono di Balai Kota, Nostalgia Masa Pilkada hingga Bahas Banjir Jakarta

Dharma Pongrekun Bertemu Pramono di Balai Kota, Nostalgia Masa Pilkada hingga Bahas Banjir Jakarta

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 13:48 WIB

Lonjakan Kematian Bayi Akibat Badai Tropis Bukan Omong Kosong, Bagaimana Mencegahnya?

Lonjakan Kematian Bayi Akibat Badai Tropis Bukan Omong Kosong, Bagaimana Mencegahnya?

Health | Jum'at, 23 Mei 2025 | 12:16 WIB

Terkini

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:00 WIB

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:55 WIB

Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?

Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:50 WIB

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka

Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:40 WIB

Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi

Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

×