Cuaca Ekstrem Jadi Kenyataan Tak Terhindarkan, Bagaimana Memperkuat Ketahanan?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 23 Mei 2025 | 14:24 WIB
Cuaca Ekstrem Jadi Kenyataan Tak Terhindarkan, Bagaimana Memperkuat Ketahanan?
Warga beraktivitas di tengah banjir yang melanda di kawasan Tanjung Sanyang, Cawang, Jakarta, Senin (3/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bencana alam dan cuaca ekstrem kini telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Dampaknya tak hanya terasa di angka kerugian ekonomi, tapi juga dalam luka yang ditinggalkan pada manusia dan komunitas.

Dalam laporan terbarunya, Climate Risks: Strategies for Building Resilience in a More Volatile World, Zurich Insurance Group (Zurich) memotret situasi ini dengan tajam. Selama satu dekade terakhir, kerugian ekonomi akibat badai, banjir, dan kebakaran hutan mencapai USD 2 triliun. Lebih dari 1,6 miliar orang terdampak langsung. Dan tren ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Data terbaru menyebut, dalam dua tahun terakhir saja (2022–2023), kerugian global akibat cuaca ekstrem melonjak hingga USD 451 miliar. Angka ini naik 19 persen dibandingkan rata-rata tahunan delapan tahun sebelumnya. Kerusakan bukan hanya terjadi pada bangunan atau infrastruktur, tetapi juga merembet ke sektor usaha, pertanian, bahkan kesehatan masyarakat.

Ilustrasi banjir rob [antara]
Ilustrasi banjir rob [antara]

Faktor-faktor penyebabnya kompleks. Dari urbanisasi cepat, pertumbuhan populasi di wilayah rawan bencana, hingga perubahan iklim jangka panjang yang mengubah suhu rata-rata global, permukaan laut, dan pola hujan. Semua itu berkontribusi pada ketidakpastian dan kerentanan yang makin tinggi.

“Ketahanan tidak dibangun setelah bencana datang. Ia harus dipersiapkan sejak awal,” ujar Kabilarang Sinabang, Chief Risk Officer Zurich Indonesia.

Menurutnya, industri asuransi bisa menjadi aktor penting, bukan hanya dalam memberi perlindungan, tetapi juga mendidik publik dan mendorong pencegahan.

Namun kenyataannya, perlindungan asuransi saat ini belum menjangkau semua pihak. Banyak rumah tangga, pelaku usaha, dan bahkan pemerintah daerah masih belum cukup terlindungi.

Inilah yang kemudian melahirkan “daerah tanpa asuransi”—wilayah rawan bencana yang minim perlindungan finansial.

Menurut, Kabilarang Sinabang, asuransi memiliki peran penting dalam melindungi rumah tangga, pelaku usaha, dan pemerintah dari kerugian finansial akibat bencana. Akan tetapi, cakupan perlindungan asuransi belum mampu mengimbangi besarnya potensi kerugian, mengakibatkan semakin banyak pihak yang kurang atau tidak terlindungi.

baca juga

"Kami mendorong pendekatan baru yang menitikberatkan pada pengurangan risiko dan perluasan jangkauan perlindungan asuransi. 

Tiga Langkah Menuju Ketahanan Iklim

Zurich menyerukan kolaborasi lintas sektor. Tidak cukup hanya mengandalkan perusahaan asuransi. Diperlukan peran aktif pemerintah dan pelaku industri lainnya untuk mencegah risiko sebelum kerusakan terjadi.

Ada tiga rekomendasi utama dalam laporan ini:

Investasi dalam Pencegahan dan Pengurangan Risiko

Pemerintah diminta menyusun strategi ketahanan iklim yang kuat. Termasuk memperketat regulasi tata ruang, menerapkan standar bangunan tahan bencana, dan membentuk pusat kompetensi nasional. Pemanfaatan teknologi dan data sains sangat dibutuhkan dalam proses ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Air Laut Picu Migrasi Besar-besaran, Masih Adakah yang Bisa Dilakukan?

Kenaikan Air Laut Picu Migrasi Besar-besaran, Masih Adakah yang Bisa Dilakukan?

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 12:26 WIB

Studi: Kekeringan Panjang dan Cuaca Ekstrem Bisa Bikin Produksi Beras dan Jagung Menyusut

Studi: Kekeringan Panjang dan Cuaca Ekstrem Bisa Bikin Produksi Beras dan Jagung Menyusut

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 11:01 WIB

OJK Pastikan AJB Bumiputera Bayar Klaim Rp542,2 Miliar hingga Mei 2025

OJK Pastikan AJB Bumiputera Bayar Klaim Rp542,2 Miliar hingga Mei 2025

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 20:09 WIB

Terkini

Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur

Botok: Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Desember, Dasco, Saan, dan Cucun Siap Mundur

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan

Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan

Malang | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:18 WIB

Tantang Sumpah Pocong! Botok Bantah Aksi Rakyat Pati di DPR Ditunggangi Jokowi

Tantang Sumpah Pocong! Botok Bantah Aksi Rakyat Pati di DPR Ditunggangi Jokowi

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:16 WIB

Apa Manfaat Tabir Surya dengan Kandungan Anti-Penuaan?

Apa Manfaat Tabir Surya dengan Kandungan Anti-Penuaan?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Perkantoran WFH Imbas Demo, Pendapatan Ojol Anjlok

Perkantoran WFH Imbas Demo, Pendapatan Ojol Anjlok

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Dukung Koperasi dan UMKM Bertumbuh, BRI Dapat Anugerah  di Koperasi Awards 2026

Dukung Koperasi dan UMKM Bertumbuh, BRI Dapat Anugerah di Koperasi Awards 2026

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Millie Fleurs Poison Garden, Taman Beracun yang Berubah Menjadi Indah

Millie Fleurs Poison Garden, Taman Beracun yang Berubah Menjadi Indah

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Rahasia Mesin Tetap Awet di Tengah Kemacetan dan Putaran Tinggi

Rahasia Mesin Tetap Awet di Tengah Kemacetan dan Putaran Tinggi

Otomotif | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Bubar pada Agustus 2027, 7 Lagu Ballad SCANDAL yang Wajib Masuk Playlist

Bubar pada Agustus 2027, 7 Lagu Ballad SCANDAL yang Wajib Masuk Playlist

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Otak Serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Akan Jalani Sidang Militer Tahun 2028, Kok Lama?

Otak Serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed Akan Jalani Sidang Militer Tahun 2028, Kok Lama?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:07 WIB

×