Lonjakan Kematian Bayi Akibat Badai Tropis Bukan Omong Kosong, Bagaimana Mencegahnya?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 23 Mei 2025 | 12:16 WIB
Lonjakan Kematian Bayi Akibat Badai Tropis Bukan Omong Kosong, Bagaimana Mencegahnya?
Ilustrasi badai tropis, angin topan. (Photo by Pixabay/Pexels)

Suara.com - Badai tropis yang menyerang negara-negara Khatulistiwa tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tapi juga kesehatan anak, khususnya di negara-negara berkembang.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Science Advances mengungkap dampak badai tropis, meskipun tak termasuk angin topan besar, berkaitan erat dengan peningkatan angka kematian bayi.

Melansir EurekAlert!, Jumat (23/5/2025), studi yang dipimpin oleh Zachary Wagner dari USC Dornsife College dan melibatkan tim lintas institusi dari RAND Corporation, Stanford University, Johns Hopkins University, serta UCLouvain Belgia.

Tim peneliti menganalisis hampir 1,7 juta data anak dari tujuh negara berpenghasilan rendah dan menengah: India, Bangladesh, Madagaskar, Kamboja, Filipina, Republik Dominika, dan Haiti.

Hasilnya mengejutkan, bayi yang terpapar badai tropis saat dalam kandungan atau tahun pertama kehidupannya memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Angka kematian bayi meningkat rata-rata 11%, atau setara dengan tambahan 4,4 kematian per 1.000 kelahiran hidup.

“Risiko tertinggi terjadi dalam satu tahun setelah badai. Namun, dampaknya tidak tampak berlanjut ke tahun kedua, yang menunjukkan ada jendela waktu kritis untuk intervensi penyelamatan jiwa,” terang Wagner.

Faktor Penyebab Masih Belum Jelas

Salah satu temuan paling menarik dari studi ini adalah bahwa peningkatan kematian bayi tidak dapat dijelaskan oleh penurunan layanan kesehatan atau memburuknya status gizi—dua faktor yang lazim diasosiasikan dengan bencana.

“Efek mortalitas ini tampaknya didorong oleh mekanisme yang belum kita pahami sepenuhnya,” kata Wagner. “Bisa jadi berkaitan dengan kondisi lingkungan pascabencana yang belum terekam dalam data, seperti kualitas air, kebersihan, atau paparan penyakit.”

Meskipun tren global menunjukkan lonjakan angka kematian, dampaknya tidak merata antarnegara. Bangladesh, Haiti, dan Republik Dominika mencatat peningkatan lebih dari 10 kematian per 1.000 kelahiran, sementara India, Kamboja, Filipina, dan Madagaskar nyaris tidak menunjukkan lonjakan signifikan.

Menurut Wagner, variasi ini mungkin disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari geografi (seperti adanya pegunungan penghalang badai) hingga kekokohan infrastruktur perumahan dan kesiapan sistem evakuasi.

“Beberapa negara memiliki pengalaman dan mekanisme respons yang lebih baik terhadap bencana,” tambah Zetianyu Wang, mahasiswa PhD di RAND dan penulis utama studi ini. “Sementara negara lain masih bergantung pada infrastruktur rentan seperti rumah beratap jerami.”

Pentingnya Memperkuat Perlindungan dan Ketahanan

Temuan ini memberikan sinyal kuat bagi dunia bahwa risiko iklim terhadap kesehatan anak tak bisa diabaikan. Saat suhu global terus meningkat, badai tropis cenderung lebih sering dan lebih ganas. Oleh karena itu, investasi dalam perlindungan anak dan adaptasi iklim menjadi semakin penting, terutama di wilayah yang sistem kesehatannya masih lemah.

Ini menjadi peluang untuk mempelajari praktik baik dan mentransfer pengetahuan lintas wilayah. Misalnya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Kekeringan Panjang dan Cuaca Ekstrem Bisa Bikin Produksi Beras dan Jagung Menyusut

Studi: Kekeringan Panjang dan Cuaca Ekstrem Bisa Bikin Produksi Beras dan Jagung Menyusut

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 11:01 WIB

Rekomendasi Paket Skincare dan Perawatan Wardah untuk Dibawa Haji: Lengkap, Halal, Bebas Alkohol!

Rekomendasi Paket Skincare dan Perawatan Wardah untuk Dibawa Haji: Lengkap, Halal, Bebas Alkohol!

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 18:45 WIB

Ketika Hujan Turun di Bulan Kering: Memahami Fenomena Kemarau Basah yang Terjadi Saat Ini

Ketika Hujan Turun di Bulan Kering: Memahami Fenomena Kemarau Basah yang Terjadi Saat Ini

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 10:39 WIB

Terkini

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB