Kalpataru Lestari: Apresiasi untuk Aksi Lingkungan Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 04 Juni 2025 | 13:08 WIB
Kalpataru Lestari: Apresiasi untuk Aksi Lingkungan Berkelanjutan
Ilustrasi Pahlawan Lingkungan (unsplash)

Suara.com - Memperingati 45 tahun kiprah Kalpataru, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)/BPLH mendorong penguatan jejaring dan keberlanjutan aksi pelestarian lingkungan melalui penghargaan lanjutan bertajuk Kalpataru Lestari. Penghargaan ini akan diberikan kepada 12 individu yang sebelumnya pernah menerima Kalpataru dan terus konsisten menjaga lingkungan hingga hari ini.

“Para pemenang Kalpataru itu punya sesuatu, individu yang berbeda dari orang Indonesia lainnya. Menjaga lingkungan, terjun ke lumpur, nanam pohon, kemudian ada juga yang menjaga hutan, bekerja dengan sampah dan itu konsisten,” ujar Sekretaris Utama KLHK/BPLH, Rosa Vivien Ratnawati, saat Sarasehan 45 Tahun Kalpataru di Kuta, Bali, seperti dikutip dari ANTARA. 

Vivien menjelaskan, sejak pertama kali diberikan pada 1980, Kalpataru telah mencatat 428 pejuang lingkungan dari seluruh Indonesia. Mereka adalah individu atau kelompok yang berjasa menjaga kelestarian lingkungan di sekitar mereka. Dengan Kalpataru Lestari, pemerintah ingin memberikan apresiasi lebih jauh bagi mereka yang tidak hanya memulai, tetapi juga terus menjaga konsistensi aksi lingkungan hingga bertahun-tahun kemudian.

Sestama KLH/BPLH Rosa Vivien Ratnawati ketika membuka Sarasehan 45 Tahun Kalpataru di Kuta, Kabupaten Badung di Bali pada Rabu (4/5/2025) ANTARA/Prisca Triferna
Sestama KLH/BPLH Rosa Vivien Ratnawati ketika membuka Sarasehan 45 Tahun Kalpataru di Kuta, Kabupaten Badung di Bali pada Rabu (4/5/2025) ANTARA/Prisca Triferna

Rencananya, penghargaan ini akan diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2025. Adapun kriteria penerima Kalpataru Lestari mencakup minimal lima tahun aksi berkelanjutan, peningkatan dampak kegiatan, serta replikasi praktik baik ke wilayah lain.

Namun, Vivien juga mengakui bahwa banyak pejuang lingkungan menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal pendanaan dan keberlanjutan kegiatan. Untuk itu, KLHK terus memperkuat dukungan, salah satunya lewat Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan pengembangan Sistem Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH).

“Sudah ada (pendanaan), biasanya kelompok. Tapi kalau individu, memang dia harus kita buktikan bahwa dia bekerja terus secara profesional, melakukan kegiatan tersebut,” jelas Vivien. Menurutnya, pembiayaan sering kali menjadi kendala utama bagi para penggerak di lapangan agar bisa terus berkegiatan dalam jangka panjang.

Tak hanya soal pendanaan, tantangan lain datang dari sisi konsistensi masyarakat dan lemahnya pendampingan. Untuk itu, KLHK mendorong peningkatan kolaborasi dan keterlibatan dunia usaha dalam mendukung inisiatif lingkungan yang terbukti berdampak nyata.

“Untuk bisa bekerja dengan baik, mereka tentu saja butuh biaya, butuh support. Oleh karena itu, saya mohon kepada teman-teman dari dunia usaha untuk terus mendukung,” ujar Vivien.

Guna memperkuat dasar hukum, KLHK juga meluncurkan Peraturan Menteri LH No. 02 Tahun 2025 tentang Pengembangan Sistem PJLH, sebagai turunan dari PP No. 46 Tahun 2017. Aturan ini mentransformasikan konservasi dari aktivitas sukarela menjadi bagian dari sistem berbasis insentif.

Kalpataru: Simbol Penghargaan bagi Penjaga Kelestarian Lingkungan

Sejak 1980, Pemerintah Indonesia memberikan Penghargaan Kalpataru kepada individu maupun kelompok yang dinilai berjasa dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup serta kehutanan. Hingga tahun 2022, tercatat sebanyak 408 penerima Kalpataru dari berbagai penjuru Indonesia. Penghargaan ini terbagi dalam empat kategori, yakni perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan. Kalpataru bukan sekadar penghargaan simbolis, tetapi juga representasi dari semangat menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan.

Nama dan lambang Kalpataru berasal dari tradisi dan mitologi India serta Nusantara. Dalam bahasa Sansekerta, Kalpataru dikenal pula sebagai Kalpavriksha atau Kalpawreksa—pohon pengabul harapan dan permintaan. Pohon ini menjadi simbol keselarasan semesta, mencerminkan tatanan lingkungan yang harmonis antara hutan, tanah, air, udara, dan seluruh makhluk hidup. Di Nusantara, istilah Kalpataru disebut dalam berbagai teks kuno seperti prasasti Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai dan cerita Tantu Panggelaran. Istilah ini juga muncul dalam naskah-naskah klasik seperti Ramayana versi Jawa, Arjunawiwaha, dan Hariwijaya.

Simbol Kalpataru yang digunakan pemerintah saat ini merujuk pada relief pohon yang terukir di sejumlah candi di Jawa Tengah, seperti Candi Mendut, Pawon, Prambanan, dan Borobudur. Dalam relief tersebut, Kalpataru digambarkan sebagai pohon penuh bunga, manik-manik, dan hiasan suci lainnya. Pohon ini biasanya diapit oleh makhluk mitologis setengah manusia setengah burung bernama Kinnara-Kinnari, serta dilengkapi jambangan bunga, payung, dan simbol-simbol perlindungan serta kemakmuran lainnya. Dalam tradisi visual ini, Kalpataru menjadi lambang kehidupan, kesucian, dan keberlimpahan.

Dengan warisan filosofis dan budaya yang kuat, Kalpataru menjadi lebih dari sekadar penghargaan. Ia adalah simbol komitmen dan dedikasi terhadap kelestarian bumi. Pemerintah kini juga memperluas makna penghargaan ini melalui Kalpataru Lestari, yang diberikan kepada para penerima Kalpataru terdahulu yang terus konsisten menjaga lingkungan hingga hari ini. Kalpataru Lestari akan diserahkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi atas keberlanjutan perjuangan para penjaga alam. Melalui penghargaan ini, negara tidak hanya mengenang jasa para pelestari lingkungan, tetapi juga mendorong replikasi praktik baik dan penguatan jejaring di seluruh penjuru negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Hijau Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, tapi Juga Bikin Cuan

Ekonomi Hijau Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, tapi Juga Bikin Cuan

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 10:54 WIB

Krisis Iklim Mencuri Masa Depan: Generasi Muda Jadi Korban Utama Bencana Alam

Krisis Iklim Mencuri Masa Depan: Generasi Muda Jadi Korban Utama Bencana Alam

Lifestyle | Selasa, 03 Juni 2025 | 17:45 WIB

Petualangan Hijau Dimulai! Serunya Rayakan Lingkungan di Marina Bay Sands

Petualangan Hijau Dimulai! Serunya Rayakan Lingkungan di Marina Bay Sands

Lifestyle | Selasa, 03 Juni 2025 | 14:05 WIB

Terkini

6 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Mendapat Rezeki Besar pada 29 Maret 2026

6 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Mendapat Rezeki Besar pada 29 Maret 2026

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

6 Rekomendasi Skin Tint Ringan dengan SPF, Hasil Natural dan Tahan Lama

6 Rekomendasi Skin Tint Ringan dengan SPF, Hasil Natural dan Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:24 WIB

Promo Alfamart Terbaru 28 Maret-2 April 2026: Diskon Besar Popok Bayi dan Kebutuhan Rumah Tangga

Promo Alfamart Terbaru 28 Maret-2 April 2026: Diskon Besar Popok Bayi dan Kebutuhan Rumah Tangga

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:35 WIB

Gaya Effortless Nayeon TWICE di New York, Buktikan Sepatu Flats Juga Bisa Tampil Sleek

Gaya Effortless Nayeon TWICE di New York, Buktikan Sepatu Flats Juga Bisa Tampil Sleek

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:05 WIB

Kapan WFH ASN dan Pekerja Swasta Mulai Berlaku? Ini Usulan Hari Kerja di Rumah

Kapan WFH ASN dan Pekerja Swasta Mulai Berlaku? Ini Usulan Hari Kerja di Rumah

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:03 WIB

Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya

Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:40 WIB

Apakah Sneakers Bisa untuk Lari? Ini Jawabannya

Apakah Sneakers Bisa untuk Lari? Ini Jawabannya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:35 WIB

5 Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak: Pori-Pori Tersamarkan, Makeup Awet Seharian

5 Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak: Pori-Pori Tersamarkan, Makeup Awet Seharian

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:35 WIB

Beda Primer dan Setting Spray, Mana yang Wajib Dipakai agar Makeup Tahan Lama Seharian?

Beda Primer dan Setting Spray, Mana yang Wajib Dipakai agar Makeup Tahan Lama Seharian?

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:30 WIB

5 Alternatif Skin Tint untuk Pengganti Cushion, Wajah Glowing Seharian

5 Alternatif Skin Tint untuk Pengganti Cushion, Wajah Glowing Seharian

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:22 WIB