Ajang Lari Unik, Buat Peserta Rasakan Dunia 'Tanpa Suara' Melihat Sudut Pandang Teman Tuli

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 14 Juni 2025 | 21:18 WIB
Ajang Lari Unik, Buat Peserta Rasakan Dunia 'Tanpa Suara' Melihat Sudut Pandang Teman Tuli
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT), dr. Rangga Rayendra Saleh, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp. Oto. (K) di Jakarta saat konferensi pers Nobel Run di Jakarta Jakarta, Rabu (11/6/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Ajang lari unik Nobel Run 2025 bakal digelar pada 6 Juli mendatang dengan cara lebih inklusif, karena akan membuat peserta berlari di dunia ‘tanpa suara’ untuk merasakan sudut pandang teman tuli.

Kegiatan lari ini digelar untuk meningkatkan awareness tentang keberadaan teman tuli yang kerap termarjinalkan. Terlebih, kondisi disabilitas tuna rungu secara kasat mata terlihat bak orang ‘normal’, sehingga kerap diabaikan.

“Ajang lari sangat ramah sekali dengan teman tuli, karena ada performa anak-anak teman tuli yang menggunakan alat bantu dengar, wawasannya juga akan terbuka tentang teman tuli, dan ada beberapa pos lari yang juga diisi teman-teman tuli,” ujar CI Business Development PT. Nobel Jaya Mandiri, Roy Andre Simanungkalit saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/6/2025).

Ajang lari sekaligus kegiatan charity run inklusif ini, kata CMO Kitabisa Group, Fahri Amirullah, nantinya peserta akan menggunakan earbud atau penutup telinga yang memberikan suasana dunia ‘tanpa suara’. Dunia ‘tanpa suara’ akan dirasakan peserta di satu kilometer pertama saat berlari.

“Seluruh peserta akan diberikan earbud saat berlari di satu kilometer pertama berlari tanpa mendengar. Jadi akan merasakan lari dengan sunyi atau dunia sunyi, tidak ada suara. Jadi teman-teman bisa merasa apa yang dirasakan teman-teman tuli,” ungkap Fahri.

CI Business Development PT. Nobel Jaya Mandiri, Roy Andre Simanungkalit di Jakarta, Rabu (11/6/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)
CI Business Development PT. Nobel Jaya Mandiri, Roy Andre Simanungkalit di Jakarta, Rabu (11/6/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)

Lantaran ajang lari bersama teman tuli ini merupakan kegiatan charity, yaitu untuk mengumpulkan donasi untuk teman tuli, maka dana yang terkumpul akan digunakan untuk pengadaan alat bantu dengar. Alat bantu dengar ini akan diberikan pada anak-anak dan teman-teman tuli yang membutuhkan.

Adapun ajang lari bersama teman tuli ini akan digelar di Senayan Park dengan melibatkan berbagai komunitas, pelari profesional, publik figur, dan relawan.

Roy menambahkan ajang lari ini juga digelar untuk menyuarakan masih terbatasnya akses teman tuli di Indonesia terhadap alat bantu dengar yang layak. Menurut data Kementerian Kesehatan, di Indonesia terdapat sekitar 18,9 juta penyandang disabilitas pendengaran.

Sayangnya, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan alat bantu dengar karena harganya yang tinggi dan distribusi yang terbatas. Padahal, menurut Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, dr. Rangga Rayendra Saleh, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp. Oto. (K), penggunaan alat bantu dengar usia dini bisa bantu tumbuh kembang anak dengan gangguan pendengaran jadi lebih baik.

Inilah sebabnya, agar anak dengan gangguan pendengaran dapat penanganan sedini mungkin, maka orang tua perlu mengenali kondisi anak. Terlebih, kata dr. Rangga, intervensi alat bantu dengar pada anak ini harus sudah dilakukan, karena bisa membuat anak terlambat bicara.

Kondisi ini kerap disebut silent disability karena pada anak-anak dengan gangguan pendengaran kerap terlihat ‘normal’.

“Untuk orang tua yang bisa diawasi adalah gimana perkembangan si anak tadi. Harusnya anak di usia 6 bulan itu dia sudah bisa bubbling atau ngoceh, sedangkan bicara 1 kata 2 kata itu harusnya sudah bisa di 11 hingga 12 bulan,” jelas dr. Rangga.

Sedangkan apabila di usia tersebut kemampuan mengoceh atau milestone anak belum tercapai, maka menurut dr. Rangga harus segera dilakukan pemeriksaan. Ia khawatir anak tersebut memiliki gangguan pendengaran yang bisa mengganggu tumbuh kembangnya.

“Takutnya memang ada gangguan pendengaran, karena paling mudah untuk mendeteksi gangguan pendengaran pada anak adalah pada saat dia mengalami keterlambatan bicara. Jadi kalau dia belum bisa bicara itu penyebabnya karena dia nggak dengar,” jelasnya.

“Makanya kalau misalnya ada keterlambatan bicara, orang tua jangan, ‘mungkin nggak apa-apa nanti juga ngomong, nanti juga ngomong’, nanti itu kadang-kadang seringkali keterusan tuh. Nantinya sampai usia 2 hingga 3 tahun di mana sudah terlambat,” pungkas dr. Rangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digiland Run 2025 Resmi Sandang World Athletics Label Road Races, Siap Jadi Ajang Lari Dunia

Digiland Run 2025 Resmi Sandang World Athletics Label Road Races, Siap Jadi Ajang Lari Dunia

Sport | Minggu, 20 April 2025 | 11:25 WIB

Coaching & Ramadhan Charity: Acara Hastana Indonesia untuk Pelaku Industri Pernikahan Jabodetabek

Coaching & Ramadhan Charity: Acara Hastana Indonesia untuk Pelaku Industri Pernikahan Jabodetabek

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 16:43 WIB

Peringati Hari Kanker Sedunia, Lingkar Mama Gelar Charity Talkshow Dukung Rumah Singgah Pasien Anak Kanker Buah Hati

Peringati Hari Kanker Sedunia, Lingkar Mama Gelar Charity Talkshow Dukung Rumah Singgah Pasien Anak Kanker Buah Hati

Your Say | Rabu, 05 Februari 2025 | 11:43 WIB

Terkini

Tak Cukup Skincare, Kolagen Jadi Kunci Kulit Sehat dan Awet Muda dari Dalam

Tak Cukup Skincare, Kolagen Jadi Kunci Kulit Sehat dan Awet Muda dari Dalam

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:31 WIB

80 Persen Orang Indonesia Pilih Emas Saat Kondisi Tak Menentu, Tapi Literasinya Masih Jadi Tantangan

80 Persen Orang Indonesia Pilih Emas Saat Kondisi Tak Menentu, Tapi Literasinya Masih Jadi Tantangan

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:23 WIB

5 Shio Paling Hoki pada 7 Juni 2026: Finansial Untung dan Karier Melejit!

5 Shio Paling Hoki pada 7 Juni 2026: Finansial Untung dan Karier Melejit!

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:45 WIB

4 Bedak Tabur dengan Rating Sempurna untuk Menahan Kilap Wajah di Kulit Berminyak

4 Bedak Tabur dengan Rating Sempurna untuk Menahan Kilap Wajah di Kulit Berminyak

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:08 WIB

3 Lipstik Ombre Terbaik untuk Bibir Gelap sesuai Review dan Harga

3 Lipstik Ombre Terbaik untuk Bibir Gelap sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kenapa Tuan Rumah Piala Dunia 2026 di 3 Negara?

Kenapa Tuan Rumah Piala Dunia 2026 di 3 Negara?

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:05 WIB

5 Adidas Samba Jane untuk Jalan Seharian Tanpa Pegal dan OOTD Keren

5 Adidas Samba Jane untuk Jalan Seharian Tanpa Pegal dan OOTD Keren

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:25 WIB

3 Shio Paling Beruntung dan Tajir Melintir Pekan Depan 8-14 Juni 2026

3 Shio Paling Beruntung dan Tajir Melintir Pekan Depan 8-14 Juni 2026

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:04 WIB

Chatib Basri Anak Siapa? Dirumorkan Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Chatib Basri Anak Siapa? Dirumorkan Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:25 WIB

5 Color Corrector Terbaik untuk Tutupi Mata Panda dan Samarkan Bekas Jerawat

5 Color Corrector Terbaik untuk Tutupi Mata Panda dan Samarkan Bekas Jerawat

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:18 WIB