NTB Masukkan Pengolahan Sampah ke Kurikulum Sekolah, Mengapa Ini Penting?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 04 Juli 2025 | 09:40 WIB
NTB Masukkan Pengolahan Sampah ke Kurikulum Sekolah, Mengapa Ini Penting?
Daur ulang sampah masuk ke dalam kurikulum sekolah. (Dok. Unsplash)

Suara.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memasukkan pengolahan sampah ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam pertemuannya bersama jajaran Kepala Pusat Kementerian Lingkungan Hidup Bali Nusra, Ni Nyoman Santi, sebagaimana disampaikan melalui siaran pers di Mataram, Kamis.

Iqbal menilai selama ini budaya memilah sampah masih sangat rendah di tengah masyarakat. Hal itu pula yang menurutnya menyebabkan biaya pengolahan sampah menjadi tinggi.

"Budaya kita kalau mengolah sampah tanpa pemilahan, ini biayanya akan mahal (kalau memilah)," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Program Green Smart Leaders dari IMCD Ajak Siswa Buat Produk Daur Ulang (Dok. IMCD)
Program Green Smart Leaders dari IMCD Ajak Siswa Buat Produk Daur Ulang (Dok. IMCD)

Ia menyebut, kurangnya kebiasaan memilah sampah di rumah tangga menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk merancang kurikulum baru.

Dalam kurikulum tersebut, akan ada mata pelajaran yang secara langsung menunjukkan dampak dari sampah yang tidak diolah dengan benar kepada para siswa.

"Ada mata pelajaran yang nanti melihat dari dekat dampak dari sampah ketika tidak diolah dengan benar. Supaya mereka (siswa) paham," tegas Iqbal.

Gubernur yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu mengatakan Pemprov NTB juga sedang memikirkan pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional seperti yang ada di Lombok Barat dan Kota Mataram.

Tujuannya agar intervensi dari pemerintah provinsi bisa dilakukan lebih maksimal.

baca juga

"Supaya provinsi bisa intervensi lebih dalam," ujarnya.

Iqbal juga menyinggung persoalan sampah di destinasi wisata unggulan NTB seperti Gili Trawangan. Ia menyebut kawasan tersebut membutuhkan pembenahan menyeluruh, terutama dari aspek pengelolaan sampah.

"Mereka (pelaku pariwisata) sudah siap, tinggal dukungan dari kita. Berikutnya semua harus punya tong sampah dan truk pembersih sampah," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kementerian Lingkungan Hidup Bali Nusra, Ni Nyoman Santi, menyebut kedatangannya ke NTB bertujuan untuk membahas pengelolaan TPA yang masih menggunakan sistem open dumping.

Ia menekankan pentingnya pembinaan langsung ke kabupaten/kota untuk membangun sistem pengelolaan terpadu, termasuk bank sampah.

"Ini perlu pembinaan langsung ke kabupaten/kota dengan bank sampah, membangun tempat pembuangan sampah terpadu," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku Orang Miskin Dilarang Sekolah: Suara Lantang dari Pinggiran Negeri

Ulasan Buku Orang Miskin Dilarang Sekolah: Suara Lantang dari Pinggiran Negeri

Your Say | Jum'at, 04 Juli 2025 | 07:07 WIB

Cegah Bentrok! Pendaftaran Siswa Baru Harus Dikawal Polisi

Cegah Bentrok! Pendaftaran Siswa Baru Harus Dikawal Polisi

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 20:40 WIB

Dari Botol Plastik ke Sepatu Rajut 3D, Inovasi Berkelanjutan yang Bikin Fashion Lebih Keren!

Dari Botol Plastik ke Sepatu Rajut 3D, Inovasi Berkelanjutan yang Bikin Fashion Lebih Keren!

Lifestyle | Kamis, 03 Juli 2025 | 16:24 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×