Transparansi Jadi Kunci, Brand Skincare Berbenah Hadapi Konsumen Kritis

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Selasa, 15 Juli 2025 | 11:10 WIB
Transparansi Jadi Kunci, Brand Skincare Berbenah Hadapi Konsumen Kritis
ilustrasi skincare jerawat (freepik.com/freepik)

Suara.com - Industri kecantikan kini memasuki fase baru. Bukan lagi soal mengejar kulit tanpa cela, tetapi bagaimana produk perawatan bisa membantu konsumen merawat kulit sesuai realitasnya.

Dorongan terbesar datang dari konsumen sendiri, yang makin sadar bahwa kulit sehat tidak harus selalu mulus atau putih.

Tren ini ditandai dengan bergesernya standar kecantikan. Gerakan “kulit sehat lebih penting dari kulit sempurna” mendapat tempat luas di kalangan pengguna skincare.

Mereka mulai menerima tekstur kulit, jerawat, flek, bahkan bekas luka sebagai bagian alami dari tubuh manusia.

“Banyak konsumen yang lebih tertarik pada kejujuran,” kata Chania, Chief Marketing Officer JGLOW.

Chief Marketing Officer JGLOW, Chania.
Chief Marketing Officer JGLOW, Chania.

“Kami ingin setiap perempuan merasa nyaman dengan kondisi kulitnya sendiri, apa adanya.”

Mereka menuntut keterbukaan dari brand, mulai dari komposisi produk hingga cara pemasarannya. Kampanye yang terlalu muluk atau hasil yang disajikan dengan filter digital justru mulai kehilangan tempat.

Media sosial turut memainkan peran penting. Di TikTok dan Instagram, konten-konten sebelum-dan-sesudah tanpa filter kini lebih mendapat kepercayaan.

Generasi muda lebih tertarik pada cerita nyata dari pengguna lain dibanding testimoni glamor yang terasa dibuat-buat.

Baca Juga: 7 Rangkaian Skincare Penghilang Flek Hitam: Aman Terdaftar BPOM, Terbukti Efektif

Perubahan ini tak bisa dihindari oleh para brand. Mereka perlu merespons dengan pendekatan yang lebih personal dan transparan. Brand yang tetap menggunakan narasi kecantikan lama berisiko ditinggalkan konsumen yang makin cerdas dan kritis.

Chania, yang kini memimpin arah komunikasi JGLOW, dikenal dekat dengan komunitas skincare. Dalam kampanye “Skin Goals VS Skin Reality”, ia menjadi wajah dari perubahan ini.

Kampanye tersebut menyoroti realita penggunaan skincare secara wajar, bukan hasil instan.

“Perempuan muda punya kekuatan besar untuk membangun narasi positif dalam industri kecantikan,” ujar Chania. Ia juga menyadari tantangan di era digital, termasuk bagaimana merespons kritik terbuka dari konsumen yang lebih teredukasi.

JGLOW menjadi salah satu brand yang mencoba menyesuaikan diri. Tanpa terlalu menggembar-gemborkan produknya, mereka fokus pada membangun koneksi yang jujur dan membumi. Langkah ini juga dianggap penting untuk menciptakan ruang yang lebih inklusif dalam dunia kecantikan, di mana semua jenis kulit punya tempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI