Jika tidak ada perbukitan, carilah gedung beton bertulang yang kokoh dan naiklah ke lantai 3 atau lebih tinggi.
4. Prioritaskan Nyawa, Tinggalkan Harta Benda

Menurut panduan dari Ready.gov, situs kesiapsiagaan bencana pemerintah AS, kamu harus memprioritaskan nyawa di atas segalanya.
Ambil tas siaga bencana yang sudah kamu siapkan sebelumnya, dan segera bergerak tanpa memikirkan harta benda lain.
5. Gunakan Rute Evakuasi yang Benar, Bukan Jalan Pintas

Selalu gunakan jalur evakuasi resmi yang telah ditandai oleh otoritas setempat.
Jalur ini sudah dirancang untuk menjadi rute teraman dan menghindari area berbahaya seperti jembatan yang mungkin runtuh atau jalanan sempit yang rawan macet.
6. Bergerak Cepat, Gunakan Kaki Jika Perlu

Jika memungkinkan, sebaiknya evakuasi dengan berjalan kaki atau berlari. Cara ini bisa menghindari kamu dari ancaman terjebak macet.
Jika kamu menggunakan mobil dan terjebak macet total, segera tinggalkan mobil kamu dan lanjutkan evakuasi dengan berjalan kaki.
7. Bantu Orang Lain di Sekitar Kamu dengan Aman

Jika situasi memungkinkan, bantulah anak-anak, lansia, atau penyandang disabilitas di sekitar kamu untuk ikut mengevakuasi diri.
Namun, pastikan tindakan menolong tidak membahayakan atau memperlambat keselamatan diri kamu dan keluarga inti kamu secara signifikan.
8. Skenario Terburuk: Bertahan Hidup Jika Tersapu Gelombang

Jika kamu tersapu oleh gelombang tsunami, segera cari dan raih benda apa pun yang bisa mengapung, seperti batang pohon, pintu, atau puing besar lainnya.
Gunakan benda tersebut sebagai rakit darurat. Lindungi kepala kamu dari benturan benda-benda keras yang ikut terseret arus.
9. Bertahan di Tempat Aman, Jangan Kembali Terburu-buru

Setelah mencapai tempat aman, tetaplah di sana hingga ada pemberitahuan resmi bahwa kondisi sudah benar-benar aman. Biasanya, kepastian ini bisa memakan waktu beberapa jam.
Tsunami adalah serangkaian gelombang, di mana gelombang pertama belum tentu yang terbesar, tetapi gelombang berikutnya bisa datang dalam selang 5 hingga 60 menit.
10. Waspadai Bahaya Sekunder Pasca-Tsunami

Saat kembali, area yang terdampak akan sangat berbahaya dan penuh dengan puing-puing tajam, bangunan tidak stabil, dan genangan air yang terkontaminasi.
Hindari genangan air tersebut dan waspadai bahaya lain seperti kabel listrik yang putus, kebocoran gas, atau kebakaran.
Kesiapsiagaan dan respons cepat tanggap adalah faktor penentu keselamatan saat menghadapi ancaman tsunami. Berkaca pada gempa Rusia, sebaiknya mulai siapkan tas siaga bencana mulai detik ini. Jangan lupa, hafalkan cara menyelamatkan diri dari tsunami, ya.