Gen Z Healing: Seni Jadi Pelarian Atasi Tekanan Hidup di ArtScape Blok M

Dinda Rachmawati

Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:40 WIB
Gen Z Healing: Seni Jadi Pelarian Atasi Tekanan Hidup di ArtScape Blok M
Gen Z Healing: Seni Jadi Pelarian Atasi Tekanan Hidup di ArtScape Blok M (Dok. Istimewa)

Suara.com - Di tengah hiruk pikuk kehidupan urban yang penuh tekanan, semakin banyak anak muda yang mencari cara untuk kembali terhubung dengan diri mereka sendiri. 

Di sinilah Pelarian ArtScape hadir sebagai angin segar, sebuah ruang aman yang menyatukan seni, komunitas, dan kepedulian terhadap kesehatan mental.

Digelar pada Minggu, 2 Agustus 2025, di Krapela, Blok M, ajang ini menjadi tempat berkumpulnya puluhan anak muda, terutama Gen-Z, yang ingin meluapkan emosi dan meresapi kembali makna “merasakan” dalam dunia yang sering kali mendorong mereka untuk hanya “bertahan”. 

Dalam atmosfer hangat dan inklusif, mereka mengikuti workshop seni yang diasuh oleh seniman Elsa Diora—bukan hanya sebagai ajang melukis, tetapi juga sebagai medium refleksi dan penyembuhan batin.

Kampanye Pelarian: Dari Kesadaran Menjadi Gerakan Kolektif

Pelarian bukanlah kampanye baru. Lahir dari pengalaman kolektif selama pandemi COVID-19, kampanye ini berkembang dari inisiatif sederhana menjadi gerakan kolektif yang memperjuangkan pentingnya kesehatan mental, khususnya bagi generasi muda.

“Generasi Z urban adalah garda terdepan dalam menyuarakan isu kesehatan mental. Mereka tidak takut membicarakan kecemasan, burnout, atau depresi. Mereka ingin didengar,” ujar Ajeng Campagnita, senior publicist dari Vox Populi Publicists, mitra kampanye Pelarian.

Inisiatif ini kini berevolusi menjadi komunitas Pelarian Tribe, yang terus memperluas pendekatan mereka: dari aktivitas lari, hingga sekarang melalui ekspresi seni yang bersifat terapeutik.

Ketika Melukis Menjadi Terapi

baca juga

Workshop Pelarian ArtScape mengajak para peserta untuk tidak sekadar berkarya, tetapi juga menyelami perasaan mereka sendiri. Di bawah bimbingan Elsa Diora, para peserta diajak menuangkan emosi dan cerita yang tak terungkap lewat warna dan bentuk.

“Senang rasanya melihat mereka masih tertarik dengan seni yang lahir dari tangan manusia, bukan AI. Artinya mereka masih ‘in touch’ dengan perasaan mereka,” ujar Elsa. “Melukis itu bukan soal bakat, tapi soal keberanian untuk mendengarkan hati sendiri.”

Aktivitas ini bukan semata soal membuat karya indah. Ini adalah bentuk latihan empati terhadap diri sendiri dan orang lain—suatu kebutuhan esensial yang sering terlupakan dalam kehidupan digital yang serba cepat.

Beberapa peserta juga berbagi pengalaman pribadi mereka selama mengikuti Pelarian ArtScape. Anastasia Sekar, 23 tahun, mengungkapkan bahwa ia awalnya merasa takut karena menganggap dirinya tidak bisa menggambar.

“Tapi ternyata rasanya bebas banget, cuma menuangkan isi pikiran. Rasanya kayak ‘ngumpulin diri lagi’. Kadang kita tahu pentingnya kesehatan mental, tapi terlalu terdistraksi. Kegiatan ini jadi pengingat untuk kembali fokus ke diri sendiri.”

Kreativitas Berakar pada Empati

Creative Tribe, sebagai penggagas kampanye ini, percaya bahwa seni dan empati adalah kekuatan transformatif. “Karya kreatif harus berakar pada sesuatu yang nyata—komunitas, empati, dan budaya,” kata Nadian Almatsier, Business Director Creative Tribe.

Bagi mereka, Pelarian bukan sekadar kampanye, tetapi ruang hidup yang terus berkembang. Komunitas ini menjadi contoh bagaimana empati bisa diubah menjadi energi kolektif yang menyembuhkan dan menguatkan.

Ajang ini juga didukung oleh HatiPlong, platform psikologi digital yang turut hadir sebagai ruang aman untuk mereka yang ingin berbicara dan dipahami. “Seni bisa menjadi pintu masuk ke perasaan terdalam kita. Tapi untuk memahami dan memprosesnya, bicara dengan psikolog adalah langkah berani. HatiPlong hadir untuk menemani langkah itu,” ujar CEO-nya, Farah Djalal.

Pelarian ArtScape membuktikan bahwa seni bukan hanya produk visual, melainkan proses emosional yang menyentuh dan memulihkan. Ketika dunia terasa terlalu bising, kegiatan seperti ini menjadi ruang sunyi yang diperlukan—bukan untuk lari dari masalah, tetapi untuk kembali menemukan diri.

Dan di tengah masyarakat yang semakin menyadari pentingnya mental well-being, ajang seperti ini adalah bukti bahwa peduli itu bisa dilakukan bersama-sama, dalam diam yang penuh makna, melalui satu sapuan kuas, satu warna, dan satu cerita pada satu waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Istilah Fine Shyt: Bahasa Gaul Gen Z yang Banyak Digunakan di TikTok hingga Reddit

Mengenal Istilah Fine Shyt: Bahasa Gaul Gen Z yang Banyak Digunakan di TikTok hingga Reddit

Lifestyle | Senin, 04 Agustus 2025 | 20:14 WIB

Olahraga, Beatbox, dan Seni: Wajah Baru Semangat Anak Muda Ibu Kota

Olahraga, Beatbox, dan Seni: Wajah Baru Semangat Anak Muda Ibu Kota

Lifestyle | Senin, 04 Agustus 2025 | 16:58 WIB

Gaji Cuma Numpang Lewat? Ini Jurus Jitu Kelola Keuangan untuk Milenial dan Gen Z

Gaji Cuma Numpang Lewat? Ini Jurus Jitu Kelola Keuangan untuk Milenial dan Gen Z

Bisnis | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 20:17 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×