Ditanya Berapa Gaji Wartawan, Najwa Shihab Skakmat Fadli Zon: Malu Kalo Dibandingin...

Farah Nabilla

Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:24 WIB
Ditanya Berapa Gaji Wartawan, Najwa Shihab Skakmat Fadli Zon: Malu Kalo Dibandingin...
Najwa Shihab, Fadli Zon [kolase]

Suara.com - Kontroversi gaji anggota DPR kembali memanas dan menjadi perbincangan utama di ruang publik. Namun, kali ini bukan hanya angka fantastisnya yang menjadi sorotan, melainkan sebuah momen epik yang melibatkan jurnalis senior, Najwa Shihab, dan politisi senior, Fadli Zon.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Najwa Shihab tak hanya cakap dalam mengulik isu sensitif, tapi juga mampu memberikan balasan telak yang mengena.

Momen ini terjadi dalam sebuah acara debat di stasiun televisi, di mana Najwa Shihab membahas tunjangan fantastis anggota DPR.

Alih-alih menjawab, Fadli Zon justru mencoba membalikkan keadaan dengan menanyakan gaji Najwa. Bagaimana kronologinya? Simak penjelasan berikut ini.

Kronologi Najwa Shihab Skakmat Fadli Zon

Najwa Shihab (Instagram/@najwashihab)
Najwa Shihab (Instagram/@najwashihab)

Dalam sebuah debat viral, Najwa Shihab membuka diskusi tentang tunjangan anggota DPR. Dia menyoroti tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan, yang membuat pendapatan total mereka melampaui Rp100 juta.

Isu ini kembali memicu perdebatan panas di kalangan publik.

Isu ini telah memicu gelombang protes dari masyarakat yang prihatin dengan besarnya anggaran pejabat publik. Mereka merasa hal itu tidak sejalan dengan kondisi ekonomi rakyat yang masih sulit.

Di tengah diskusi yang memanas, Fadli Zon yang saat itu juga menjadi bintang tamu, merasa tidak nyaman dengan topik tersebut. Dia pun mencoba mengalihkan perhatian dan menyerang Najwa dengan pertanyaan pribadi.

"Tapi saya mau tanya pendapatan Najwa Shihab, kalau boleh tahu berapa?" tanya Fadli Zon.

baca juga

Najwa, yang sudah terbiasa dengan manuver seperti ini, tidak terpancing. Dia justru membalas dengan senyum dan pertanyaan balik, "Pendapatan wartawan?"

Fadli Zon, yang tampaknya ingin lebih spesifik, mengoreksi pertanyaannya. "Pendapatan Najwa Shihab," ujarnya.

Momen itu pun makin panas ketika Najwa memberikan balasan yang disoraki penonton. "Loh, apa urusannya? Saya bukan pejabat publik," jawab Najwa.

Fadli Zon mencoba berargumen bahwa posisinya sebagai ketua majelis rakyat memberikan hak untuk bertanya.

Namun, Najwa dengan cepat mematahkan argumen tersebut. "Saya bukan pejabat publik dan gaji saya bukan dari pajak negara," tegasnya.

Jawaban Najwa langsung disambut tepuk tangan riuh dari penonton.

Najwa bahkan menambahkan sentilan menohok, "Aduh, tapi malu lah bicara gaji wartawan dibanding gaji bapak-bapak yang terhormat ini," ucapnya yang kembali disambut riuh penonton.

Kalimat Najwa ini tidak hanya menyindir, tapi juga menunjukkan perbedaan fundamental antara gaji seorang jurnalis yang bekerja di sektor swasta dengan gaji anggota DPR yang didanai oleh uang rakyat melalui pajak.

Kenapa Gaji Anggota DPR Jadi Kontroversi?

Ilustrasi sidang paripurna DPR RI
Ilustrasi sidang paripurna DPR RI

Sebelumnya, kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR memang sudah beberapa kali memicu demonstrasi. Isu ini kembali memanas setelah diberlakukannya tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan.

Kebijakan ini dianggap tidak adil, mengingat gaji pokok anggota DPR sendiri sudah tergolong besar yaitu sekitar Rp4,2 juta hingga Rp5,04 juta. Namun, yang membuat gaji mereka membengkak adalah berbagai tunjangan yang terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Berdasarkan surat edaran dari Sekjen DPR RI dan Kementerian Keuangan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 75 tahun 2000, para anggota dewan menerima berbagai macam tunjangan, mulai dari tunjangan jabatan, kehormatan, komunikasi intensif, hingga uang sidang.

Penerimaan bulanan mereka secara keseluruhan mencapai Rp55-66 juta, berkat berbagai tunjangan tersebut. Puncaknya, dengan tambahan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta, total pendapatan mereka menembus angka di atas Rp100 juta per bulan.

Dengan 580 anggota DPR, pemerintah harus menyediakan anggaran sekitar Rp29 miliar per bulan khusus untuk tunjangan perumahan. Alokasi ini setara dengan pengeluaran Rp1,74 triliun selama satu periode jabatan lima tahun. Jumlah yang fantastis ini menjadi pertanyaan besar di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debat Fadli Zon dan Najwa Shihab: Gaji Saya Bukan dari Pajak Rakyat!

Debat Fadli Zon dan Najwa Shihab: Gaji Saya Bukan dari Pajak Rakyat!

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:44 WIB

Ini Baru Wakil Rakyat! Di Swedia, Gaji Parlemen Tak Jauh Beda dari Gaji Guru dan Naik Bus

Ini Baru Wakil Rakyat! Di Swedia, Gaji Parlemen Tak Jauh Beda dari Gaji Guru dan Naik Bus

News | Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:49 WIB

Di Depan Pandji, Ketua Komisi I Bela Diri Dikritik Tunjangan Rp50 Juta: Kalau Rp5 Juta, Gak Pantas

Di Depan Pandji, Ketua Komisi I Bela Diri Dikritik Tunjangan Rp50 Juta: Kalau Rp5 Juta, Gak Pantas

Entertainment | Rabu, 27 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Mahfud MD Bela DPR dari Pembubaran, tapi 'Hajar' Gaji Miliaran: Sudah Kelewatan Batas!

Mahfud MD Bela DPR dari Pembubaran, tapi 'Hajar' Gaji Miliaran: Sudah Kelewatan Batas!

News | Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:44 WIB

Asyik Joget usai Gaji DPR Naik Disorot, Eko Patrio Kena Ulti: Gua Tuntut Lo Semua di Akhirat!

Asyik Joget usai Gaji DPR Naik Disorot, Eko Patrio Kena Ulti: Gua Tuntut Lo Semua di Akhirat!

News | Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:10 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×