Mengenal Apa Itu Kakistokrasi, Istilah yang Menggambarkan Situasi Indonesia Sekarang?

Yasinta Rahmawati

Kamis, 28 Agustus 2025 | 16:43 WIB
Mengenal Apa Itu Kakistokrasi, Istilah yang Menggambarkan Situasi Indonesia Sekarang?
Ilustrasi Demo (Suara.com)

Untuk lebih memahami, mari lihat beberapa ciri pemerintahan yang bisa disebut sebagai kakistokrasi:

  • Dikelola oleh individu tidak kompeten: Pejabat atau pemimpin diisi oleh orang-orang yang minim pengalaman atau kapasitas.
  • Dominasi kepentingan pribadi atau kelompok: Alih-alih mengutamakan kepentingan rakyat, kebijakan lebih sering berpihak pada elit tertentu.
  • Korupsi merajalela: Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme menjadi hal biasa.
  • Minim transparansi: Informasi sulit diakses, dan pengambilan keputusan tidak jelas landasannya.
  • Kualitas kebijakan rendah: Keputusan yang diambil sering kali tidak logis, tidak berbasis data, dan lebih condong pada kepentingan politik jangka pendek.

Ciri-ciri tersebut tentu menjadi alarm bagi sebuah negara, karena bisa menghambat pembangunan dan menurunkan kepercayaan publik.

Meritokrasi, Kebalikan dari Kakistokrasi

Untuk memahami perbedaan, kita perlu mengenal istilah tandingan dari kakistokrasi, yaitu meritokrasi. Meritokrasi adalah sistem pemerintahan atau organisasi di mana posisi dan kekuasaan diberikan berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kualitas individu. Kata ini berasal dari merit (prestasi) dan kratos (kekuasaan).

Dalam sistem meritokrasi:

  • Orang yang menduduki jabatan adalah mereka yang paling berkompeten.
  • Seleksi dilakukan berdasarkan prestasi, pendidikan, dan keahlian.
  • Kepentingan publik lebih diutamakan karena pemimpin memiliki kualitas untuk mengelola kebijakan dengan baik.

Singkatnya, meritokrasi adalah lawan dari kakistokrasi. Jika kakistokrasi diisi oleh "yang terburuk", maka meritokrasi diisi oleh "yang terbaik."

Mengapa Penting Memahami Istilah Ini?

Mengetahui apa itu kakistokrasi bukan sekadar tren ikut-ikutan di media sosial. Ada beberapa alasan mengapa pemahaman ini penting:

  • Meningkatkan kesadaran politik masyarakat: Dengan memahami istilah ini, masyarakat lebih kritis terhadap kualitas pemimpin.
  • Mendorong partisipasi publik: Kesadaran akan bahaya kakistokrasi dapat mendorong warga untuk lebih aktif dalam demokrasi, misalnya melalui pemilu.
  • Mengedepankan meritokrasi: Pemahaman ini menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kapasitas, bukan sekadar popularitas atau kepentingan politik.

Kakistokrasi adalah istilah yang menggambarkan pemerintahan oleh orang-orang terburuk, yang tidak kompeten dan cenderung merugikan masyarakat. Istilah ini muncul sebagai bentuk kritik publik terhadap kualitas kepemimpinan dan dinamika politik yang sedang berlangsung.

baca juga

Banyak yang menilai kakistokrasi menggambarkan kondisi Indonesia saat ini, bagaimana menurutmu?

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riwayat Pendidikan Gilang Dirga: Sengaja Tiru Gaya Gibran Saat Debat Pilkada Lawan Jeje Govinda?

Riwayat Pendidikan Gilang Dirga: Sengaja Tiru Gaya Gibran Saat Debat Pilkada Lawan Jeje Govinda?

Lifestyle | Kamis, 31 Oktober 2024 | 18:46 WIB

Reformasi Tersendat? Menelisik Akar Masalah Sistem Pemerintahan Indonesia

Reformasi Tersendat? Menelisik Akar Masalah Sistem Pemerintahan Indonesia

Your Say | Minggu, 09 Juni 2024 | 13:24 WIB

Sindiran Keras Hasto PDIP: Kalau Mau Jadi Pejabat di Indonesia, Harus Kenal Jokowi Dulu dari Solo

Sindiran Keras Hasto PDIP: Kalau Mau Jadi Pejabat di Indonesia, Harus Kenal Jokowi Dulu dari Solo

Kotak Suara | Sabtu, 30 Maret 2024 | 15:41 WIB

Terkini

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:21 WIB

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:19 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:08 WIB

Istana Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus HGB: Presiden Tidak Ikut Campur

Istana Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus HGB: Presiden Tidak Ikut Campur

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:06 WIB

×