Suara.com - Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol), tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat terjadi demo di Pejompongan, Jakarta Pusat.
Sosoknya mencuri perhatian publik setelah menuntut aparat agar bertanggung jawab atas tragedi yang merenggut nyawa putranya.
Bagi keluarga, Affan bukan hanya anak, tapi juga tulang punggung yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Lantas, bagaimana sosok ayah Affan Kurniawan menyuarakan tuntutan keadilan usai anaknya dilindas polisi? Berikut ulasan lengkapnya.
Kronologi Affan Kurniawan Dilindas Rantis Brimob
![Iring-iringan pengemudi ojek online (ojol) mengantarkan jenazah Affan Kurniawan ke TPU Karet Bivak di Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/29/89888-iring-iringan-ojol-antar-pemakaman-affan-kurniawan-pemakaman-affan-kurniawan.jpg)
Affan menjadi korban dalam insiden maut pada Kamis malam (28/8/2025), ketika demonstrasi jilid dua di sekitar kompleks DPR/MPR RI berubah ricuh.
Massa yang semula membubarkan diri mendadak panik saat kendaraan taktis Brimob bertuliskan "Barracuda" melaju dengan kecepatan tinggi di kawasan Pejompongan.
Dalam sebuah video amatir yang viral di media sosial, terlihat jelas mobil lapis baja tersebut melindas seorang driver ojol yang berusaha menghindari kerumunan.
Mobil lapis baja itu tidak berhenti memberi pertolongan, melainkan terus melintas dan meninggalkan tempat kejadian, membuat kerumunan kembali datang dan melampiaskan amarah pada kendaraan Brimob tersebut.
Baca Juga: Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Rupiah Anjlok
Peristiwa ini memicu kemarahan besar, terutama dari komunitas ojek online.
Ribuan driver di berbagai daerah turun ke jalan, bahkan mengepung markas Brimob, menuntut aparat bertanggung jawab atas tewasnya rekan mereka.
Ayah Affan Kurniawan Tuntut Keadilan
Meninggalnya Affan Kurniawan membawa kesedihan yang begitu dalam dan pukulan berat bagi keluarganya.
Kesedihan bercampur amarah menyelimuti rumah sederhana di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat pagi (29/8/2025).
Di dalam ruang tamu, jasad Affan Kurniawan terbujur kaku. Sang ibu hanya bisa menangis pilu di samping jenazah sambil memanggil-manggil nama putranya.