Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Rupiah Anjlok

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 12:21 WIB
Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Rupiah Anjlok
Mobil Rantis Brimob lindas Ojol di Pejompongan, Jakarta Pusat saat aksi tolak DPR, Kamis (28/8/2025). [Tangkapan layar]
Kesimpulan
  • Nilai tukar rupiah melemah pada Jumat pagi.
  • Analis meyakini rupiah anjlok karena demonstrasi ricuh pada Kamis, saat ojol tewas dilindas rantis Brimob.
  • BI meyakinkan akan terus memantau nilai tukar rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah anjlok 0,86 persen pada perdagangan pembukaan hari ini, Jumat (29/8/2025). Mata uang garuda sudah menyentuh level Rp16.455 per dolar di tengah meningkatnya sentimen negatif pelaku pasar terhadap kestabilan dalam negeri.

Ekonom Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah disebabkan oleh demonstrasi ricuh, yang dipicu oleh tidak becusnya pemerintah mengelola aksi protes masyarakat terhadap DPR.

Dalam demonstrasi kemarin, (28/5/2025), seorang pengemudi ojek online atau ojol tewas dilindas rantis Brimob di tengah-tengah demonstrasi. Video sadis peristiwa itu viral dan memicu demonstrasi yang lebih meluas dan tidak terkendali hingga hari ini.

"Hari ini masih ada ruang pelemahan karena faktor global dan juga mungkin ada sedikit dampak negatif dari demo," kata Rylly kepada Antara.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebenarnya ditutup menguat pada perdagangan Kamis (28/8/2025). Melansir data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 0,09% ke Rp 16.352,50 per dolar AS pada perdagangan kemarin. 

Sementara Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan BI akan terus berada di pasar dalam menjaga rupiah tetap stabil.

"BI berada di pasar untuk memastikan nilai tukar Rupiah bergerak sesuai nilai fundamental dan mekanisme pasar yang berjalan dengan baik," katanya saat dihubungi Suara.com, Jumat (29/8/2025).

Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik.

"Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi NDF di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder," jelasnya.

Baca Juga: Tragedi Ojol di Tengah Gelombang Demo Jakarta: Duka dan Tanggung Jawab

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?