Suara.com - Tulisan Salus Populi Suprema Lex Esto mendadak menjadi sorotan publik setelah fotonya terpampang jelas di bagian belakang salah satu kendaraan taktis (rantis) Brimob jenis water cannon.
Gambar ini tersebar luas di media sosial pasca tragedi demo 28 Agustus 2025. Dalam peristiwa ini, seorang driver ojek online tewas karena terlindas rantis Brimob yang diduga berjenis Rimueng.
Lantas, apa sebenarnya arti dari kalimat Latin Salus Populi Suprema Lex Esto tersebut, dan mengapa sering dipakai dalam institusi keamanan hingga aparat penegak hukum?
Asal-usul Kalimat 'Salus Populi Suprema Lex Esto'
Ungkapan 'Salus Populi Suprema Lex Esto' berasal dari bahasa Latin yang berarti “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.”
![Arti Salus Populi Suprema Lex Esto [X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/29/46877-arti-salus-populi-suprema-lex-esto-x.jpg)
Kalimat ini pertama kali dikenal dari karya filsuf dan negarawan Romawi, Marcus Tullius Cicero, dalam bukunya De Legibus yang berarti Tentang Hukum.
Frasa ini kemudian diadopsi oleh berbagai negara, lembaga hukum, hingga aparat keamanan sebagai semboyan yang menekankan bahwa kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas segalanya.
Makna Filosofis dalam Konteks Aparat Keamanan
Dalam konteks penggunaan di rantis Brimob, tulisan ini memiliki makna penting. Keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi dalam setiap tindakan aparat. Penegakan hukum harus berpihak pada kepentingan rakyat, bukan sebaliknya.
Baca Juga: Anies Angkat Bicara Soal Meninggalnya Affan Kurniawan: Investigasi Harus Transparan!
Aparat yang mengemban tugas keamanan wajib menjaga ketertiban tanpa mengorbankan nyawa masyarakat sipil.
Dengan kata lain, kehadiran semboyan ini seharusnya menjadi pengingat bahwa aparat bekerja untuk melindungi, bukan mencelakakan rakyat.
Sayangnya, makna luhur tersebut justru berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi pada 28 Agustus 2025. Dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh, sebuah rantis Brimob diduga Rimueng justru melindas seorang driver ojek online hingga tewas.
Insiden ini menimbulkan kritik keras publik, karena semboyan yang tertulis di kendaraan taktis aparat seakan tidak sejalan dengan praktik di lapangan.
Rantis Brimob dan Slogan yang Dipasang
Brimob Polri diketahui menggunakan berbagai jenis kendaraan taktis, mulai dari Barracuda, Rimueng, hingga Water Cannon. Slogan seperti Salus Populi Suprema Lex Esto biasanya dicetak di bagian belakang kendaraan, termasuk pada water cannon yang sering digunakan untuk pengendalian massa.
Pemasangan semboyan ini bertujuan agar setiap personel yang mengoperasikan kendaraan maupun masyarakat yang melihat dapat mengingat pesan moral tersebut.
Publik kini mendesak agar semboyan Latin tersebut tidak sekadar menjadi hiasan di kendaraan taktis, melainkan benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
Insiden yang menelan korban jiwa seharusnya menjadi refleksi bagi aparat bahwa setiap operasi pengamanan demo harus dilakukan dengan proporsional, manusiawi, dan berorientasi pada keselamatan rakyat.