- Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono mengklaim tahu dalang demo di DPR.
- Hendropriyono menjadi Kepala BIN dengan masa jabatan 9 Agustus 2001-8 Desember 2004.
- Hendropriyono juga aktif dalam politik dan bisnis.
Suara.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengaku punya informasi terkait siapa yang menjadi otak dalam serangkaian demo menentang DPR RI sejak Kamis (28/8/2025) lalu.
Sosok pakar intelijen negara ini mengaku bahwa demo di DPR RI terdapat keterlibatan asing sebagai dalang penggerak utama.
Ia mengaku akan membeberkan siapa sosok dalang tersebut saat waktunya sudah tepat.
"Karena saya tahu, saya nggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar tapi saya mengalami semua, dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," ujar Hendropriyono kala ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Mertua Andika Perkasa ini hanya memberi bocoran bahwa ada pihak asing yang punya kaki tangan di Indonesia untuk memancing keributan.
"Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam, dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka," papar Hendropriyono.
Lantas timbul pertanyaan, kapan Hendropriyono menjabat sebagai Kepala BIN?
Perjalanan karier Hendropriyono
Sebelum berkarier di bidang intelijen negara, Hendropriyono fokus di TNI. Ia tercatat sebagai lulusan Akademi Militer tahun 1967 dan kariernya lambat laun melejit.
Baca Juga: Tol Dalam Kota Arah Slipi Ditutup Paksa Pendemo Depan Gedung DPR, Pengendara Diminta Putar Balik
Ia juga berkesempatan untuk belajar di Australian Intelligence Course di Woodside untuk mempelajari seluk beluk ilmu intelijen militer.
Tak berhenti di situ, Hendropriyono melanjutkan studi di States Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat untuk mempelajari berbagai ilmu militer.
Berbekal ilmu yang dia bawa dari Negeri Paman Sam, Hendropriyono melakukan gebrakan besar-besaran di dunia intelinjen negara.
Ia turut memprakarsai pendirian Sekolah Tinggi Intelijen Negara atau yang disingkat STIN untuk mencetak para intel tangguh dan berani mati untuk mengumpulkan informasi sensitif.
Sebagai seorang punggawa intelijen Indonesia, Hendropriyono juga dijuluki "Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen" karena gagasannya dalam ilmu intelijen.
Kendati menjadi tokoh besar intelijen negara, Hendropriyono bukanlah Kepala BIN pertama.
Ia secara teknis menjadi Kepala BIN ke-12 setelah BIN mengalami berbagai perubahan dalam nomenklatur.
Sebelum menyandang nama Badan Intelijen Negara, BIN sempat bernama Badan Rahasia Negara Indonesia (BRANI), Badan Koordinasi Intelijen (BKI), Komando Intelijen Negara (KIN) dan nama lainnya.
Baru pada awal Reformasi, BIN akhirnya menyandang nama yang kini kita kenal sekarang.
Hendropriyono akhirnya menjadi Kepala BIN setelah berganti nama dengan masa jabatan 9 Agustus 2001-8 Desember 2004.
Setelah Hendropriyono selesai menuntaskan jabatannya, ia lengser dan digantikan Mayor Jenderal TNI (Purn.)
Syamsir Siregar.
Adapun BIN kini dipimpin oleh Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra sejak 21 Oktober 2024, dan sebelumnya Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan.
Jabatan mentereng Hendropriyono
Hendropriyono selain menjabat Kepala BIN pernah diberikan berbagai posisi strategis.
Kala berkarier di TNI, ia banyak menjabat jabatan bergengsi seperti Asisten Intelijen Kodam Jayakarta, Direktur A Badan Intelijen Strategis ABRI, Panglima Kodam Jayakarta, dan Komandan Kodiklat TNI AD.
Pria bernama lengkap Abdullah Mahmud Hendropriyono ini juga aktif dalam politik dan bisnis.
Ia adalah Presiden Komisaris PT KIA Mobil Indonesia dari tahun 1999 hingga tahun 2001 dan menjabat di kemeterian di masa Orde Baru.
Kontributor : Armand Ilham