Apa Itu Stoikisme? Filosofi Hidup yang Dijalani Ferry Irwandi

Husna Rahmayunita

Selasa, 09 September 2025 | 10:03 WIB
Apa Itu Stoikisme? Filosofi Hidup yang Dijalani Ferry Irwandi
Ferry Irwandi [Instagram]

Suara.com - Sosok Ferry Irwandi kini tengah menjadi sorotan setelah opininya di banyak platform mengenai perjuangan masyarakat dengan demonstrasi.

Meski belakangan juga tengah diisukan dengan kabar miring, namun hal yang tidak bisa lepas dari citranya adalah stoikisme yang dianutnya.

"Gue sudah 5 tahun menjalani aliran filsafat Stoikisme dan gue senang banyak teman-teman yang udah menjalani itu tanpa harus menjelaskan secara literal," ujar Ferry Irwandi dalam tayangan YouTube 2018.

Lantas apa itu Stoikisme?

Pada dasarnya, stoikisme adalah sebuah ajaran atau paham yang dianut oleh cukup banyak orang dengan menekankan prinsip keseimbangan hidup.

Aliran filsafat ini banyak mengajarkan penganutnya akan cara mengendalikan diri, sehingga dapat melihat dunia dari dari sudut pandang yang lebih teguh dan tenang.

Ferry Irwandi [instagram]
Ferry Irwandi [instagram]

Ajaran in sudah ada sejak lama, namun ‘dipopulerkan’ oleh Ferry Irwandi sejak beberapa tahun yang lalu.

Pada beberapa podcast, Ferry sendiri sudah tidak terlalu tampak menyebarkan paham ini sebab ia merasa fasenya untuk menyebarkan informasi tersebut sudah lewat.

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Stoikisme

baca juga

Jika dilihat lebih jauh, stoikisme berasal dari bahasa Yunani, yakni stoikos atau stoa. Istilah ini merujuk pada Stoa Poikile yakni sebuah sekolah filsafat yang ada di Athena, tempat Zeno, seorang filsuf terkemuka dari Citium memberikan pengaruh besar bagi dunia sekitar tahun 301 SM.

Pada proses penyebaran ilmunya, Zeno hanya duduk berbicara di area teras pendopo yang letaknya jauh dari keramaian pasar. Pendekatan ini adalah cara yang digunakan untuk membangun kelasnya sendiri, yang kemudian memberikan nama ajaran yang dibawanya dengan sebutan stoikisme.

Stoikisme merujuk pada bundaran tiang yang menopang teras tempat Zeno mengadakan diskusi dan ceramah.

Nantinya, apa yang disampaikan Zeno ini menjadi salah satu dasar pengembangan ajaran stoikisme yang dilanjutkan pula oleh Chrysippus, Cleathes, Panaetius, Posidonius, dan berkembang ke dalam bentuk stoikiome romawi yang dipengaruhi oleh pemikiran Lucius Annaeus Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius yang terkenal.

Menurut buku yang ditulis oleh A. Setyo Wibowo berjudul Ataraxia: Bahagia Menurut Stoikisme, masyarakat cenderung lebih fokus pada aspek yang ada di luar jangkauan dan kendali mereka.

Pada kenyataannya, untuk mencapai kebahagiaan, kekuatan diri, serta kebijakan, terletak pada kemampuan kita untuk memusatkan perhatian pada hal yang ada di dalam kendali diri sendiri.

Dalam stoikisme, fokus pada apa yang bisa dikontrol adalah pondasi dari kebijaksanaan dan ketenangan batin.

Secara praktis apa yang terjadi dan di luar kendali tidak dapat diubah. Namun kendali penuh atas respon yang kita berikan dapat menjadi ‘senjata’ untuk menghadapi kondisi tidak menyenangkan dengan lebih bijak.

4 Manfaat Stoikisme

Stoikisme yang diterapkan dengan disiplin dapat membawa sedikitnya empat manfaat mendasar dalam kehidupan seseorang.

  • Pertama, stoikisme menekankan pentingnya mengelola reaksi emosional pada apa yang terjadi dan di luar kendali. Hal ini memberikan kendali atas perasaan yang dimiliki.
  • Kedua, paham ini mendorong seseorang untuk secara teratur merenungkan tindakan serta perilaku setiap hari, untuk dapat membuat keputusan lebih bijaksana di kemudian hari.
  • Ketiga, ajaran ini mengajak seseorang untuk membedakan antara hal yang berada di dalam kendali dan di luar kendali, sehingga dapat memisahkan pikiran dengan lebih bijak.
  • Keempat, stoikisme mengajarkan pentingnya empati pada orang lain dan melihat kemanusaian dengan lebih ideal.

Ferry Irwandi dan Stoikisme

Sebenarnya Ferry Irwandi sendiri sudah membahas tentang stoikisme sejak lama melalui berbagai platform media sosial. Penjelasannya disampaikan dengan bahasa sederhana, sehingga terasa dekat dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Ferry Irwandi menjelaskan stoikisme menurut pandangannya adalah fokus pada pemahaman dan penerimaan terhadap hal di luar kendali, dan pentingnya mengelola respon emosional pada situasi yang tidak bisa diubah.

Stoikisme tidak berarti menjadi apatis, namun menerima kenyataan dan mengembangkan ketenangan batin dengan pemahaman atas apa yang tidak bisa diubah.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Terbuka Ferry Irwandi ke Jenderal: Tidak Lari, Tidak Takut, Tidak Diam

Pesan Terbuka Ferry Irwandi ke Jenderal: Tidak Lari, Tidak Takut, Tidak Diam

News | Senin, 08 September 2025 | 21:26 WIB

Ferry Irwandi Terancam Dipidanakan! Dansatsiber TNI Sambangi Polda Metro Jaya

Ferry Irwandi Terancam Dipidanakan! Dansatsiber TNI Sambangi Polda Metro Jaya

News | Senin, 08 September 2025 | 21:09 WIB

Grafolog Ungkap Influencer Bisa Bikin Negara Makin Panas, Ferry Irwandi dan Jerome Polin Kena Sentil

Grafolog Ungkap Influencer Bisa Bikin Negara Makin Panas, Ferry Irwandi dan Jerome Polin Kena Sentil

Entertainment | Senin, 08 September 2025 | 22:00 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×