Gus Irfan juga memiliki rekam jejak yang cukup kuat di sektor finansial. Dia menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng selama dua dekade, dari 1996 hingga 2016.
Di bidang organisasi keagamaan, Gus Irfan aktif sebagai Wakil Ketua RMI Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Di samping itu, keaktifannya di Lembaga Perekonomian NU menunjukkan perannya yang signifikan dalam jaringan Nahdlatul Ulama.
Sementara itu perjalanan politik Gus Irfan dimulai saat dia bergabung dengan Partai Gerindra. Dia berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI pada Pemilu 2024.
Namun masa jabatan Gus Irfan terbilang singkat karena dia kemudian ditunjuk sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah (BPH) pada 22 Oktober 2024.
Dengan ditingkatkannya status BPH menjadi sebuah kementerian, Gus Irfan kini menjabat sebagai Menteri Haji dan Umrah. Jabatan itu sangat relevan dengan latar belakang dan pengalamannya.
Sebelum itu, Gus Irfan juga pernah dipercaya sebagai salah satu Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 yang menunjukkan kepercayaan partai terhadap kemampuannya.
Dengan latar belakang keluarga yang kuat, pengalaman luas di dunia pesantren, dan kiprahnya di ranah politik, Gus Irfan dinilai memiliki modal besar untuk memimpin kementerian baru ini.
Kontributor : Trias Rohmadoni