Bahaya Bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus, Biang Kerok Keracunan MBG di Jabar

Farah Nabilla | Suara.com

Selasa, 30 September 2025 | 10:07 WIB
Bahaya Bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus, Biang Kerok Keracunan MBG di Jabar
Ilustrasi bakteri salmonella. (Pixabay)

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis yang jadi salah satu program andalan pemerintah terus menuai kontroversi. Belakangan, peristiwa keracunan yang terjadi di Jawa Barat menarik perhatian publik.

Untuk tahu lebih dalam tentang penyebabnya, mari cermati sekilas tentang bahaya bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus, yang jadi pemicu peristiwa tersebut.

Makanan program MBG yang seharusnya kaya akan nutrisi dan menyehatkan justru membuat banyak siswa mengalami keracunan.

Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat kemudian melakukan penelusuran dan mengidentifikasi adanya bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus di dalam makanan yang diberikan pada siswa.

Kedua bakteri ini disebut sebagai bakteri pembusuk, dan terdeteksi ada pada komponen karbohidrat dalam makanan. Bakteri ini yang diduga kuat jadi dalang dibalik keracunannya 1,333 pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Ilustrasi menu program makan bergizi gratis alias MBG. (ist)
Ilustrasi menu program makan bergizi gratis alias MBG. (ist)

Bahaya Bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus

Bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus yang mengkontaminasi makanan dapat menyebabkan berbagai gejala keracunan. Pasalnya kedua bakteri ini ‘berperan’ sebagai bakteri pembusuk ketika menempel pada bahan makanan.

Ketika bahan makanan mengalami proses pembusukan lebih cepat, risiko terjadinya keracunan akan meningkat. Hal ini karena kandungan kimia di dalam makanan bisa berubah dan menjadi zat yang berbahaya.

Jika melihat apa yang terjadi di Jawa Barat beberapa hari yang lalu, siswa yang mengkonsumsi makanan terkontaminasi mengalami mual, muntah, diare, hingga sakit perut. Jika tidak segera diberi pertolongan, korban bisa jadi mengalami kondisi yang lebih parah, seperti dehidrasi dan sejenisnya.

Kedua bakteri ini, Salmonella dan Bacillus Cereus, dapat mengkontaminasi makanan ketika makanan disimpan pada suhu ruang yang terlalu lama.

Dr. Ryan Bayusantika RIstandi, pada salah satu pernyataannya menyampaikan bahwa makanan yang disimpan pada suhu ruang lebih dari enam jam tanpa pengontrolan suhu yang tepat berisiko besar ditumbuhi bakteri seperti  ini.

Sebenarnya secara alami, makanan memang akan mengalami proses pembusukan. Namun dengan adanya dua bakteri tersebut, pembusukan terjadi lebih cepat, dan kualitas makanan akan menurun dengan lebih cepat pula.

Memetakan Risiko Keracunan Makanan, Hindari Terjadi di Masa Depan

Untuk menghindari kejadian serupa, jelas pihak terkait harus melakukan evaluasi. Selain memperbaiki prosedur persiapan dan penyajian MBG, ada baiknya juga setiap pihak memahami benar apa saja hal yang dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

  • Pertama, adanya bakteri kontaminan yang berbahaya untuk pencernaan, seperti Salmonella, Campylobacter, Escherichia, hingga Listeria dan Vibrio Cholerae
  • Kedua, adanya kontaminasi virus berbahaya seperti misalnya virus Hepatitis A
  • Ketiga, adanya parasit seperti cacing trematoda atau cacing pita
  • Keempat, adanya prion. Prion adalah bahan infeksi yang terdiri dari protein, seperti misalnya Bovine spongiform encephalopathy atau BSE
  • Kelima, kontaminasi bahan kimia pada makanan mulai dari logam berat, polutan organik persisten, atau polutan lainnya

Pada dasarnya, proses pemasakan, penyimpanan, dan penyajian yang mengedepankan higienitas menjadi kunci agar makanan yang disajikan tidak terkontaminasi bahan yang dapat memicu keracunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sebut Program MBG Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru

Prabowo Sebut Program MBG Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja Baru

News | Selasa, 30 September 2025 | 08:50 WIB

Curhat Ahli Gizi Program MBG: Buat Siklus Menu Sehat Ujung-ujungnya Gak Terpakai

Curhat Ahli Gizi Program MBG: Buat Siklus Menu Sehat Ujung-ujungnya Gak Terpakai

News | Senin, 29 September 2025 | 20:35 WIB

Dari Tahu Isi Krispi Hingga Rujak Dadakan! Viral Aksi Kocak Siswa Daur Ulang Menu MBG di Sekolah

Dari Tahu Isi Krispi Hingga Rujak Dadakan! Viral Aksi Kocak Siswa Daur Ulang Menu MBG di Sekolah

Lifestyle | Senin, 29 September 2025 | 17:17 WIB

Gaji Cuci Nampan MBG Viral Tembus Rp1,8 Juta, Juru Masaknya Bisa Rp5 Juta?

Gaji Cuci Nampan MBG Viral Tembus Rp1,8 Juta, Juru Masaknya Bisa Rp5 Juta?

Your Say | Senin, 29 September 2025 | 16:54 WIB

7 Rekomendasi Masakan yang Tahan Lama dan Tidak Cepat Basi untuk MBG

7 Rekomendasi Masakan yang Tahan Lama dan Tidak Cepat Basi untuk MBG

Lifestyle | Senin, 29 September 2025 | 16:15 WIB

Terkini

Apa Itu Biodiesel B50? Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Energi Nasional di 2026

Apa Itu Biodiesel B50? Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Energi Nasional di 2026

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 14:05 WIB

Perbedaan Lari, Jogging, dan Trail Running yang Sedang Tren Tahun 2026

Perbedaan Lari, Jogging, dan Trail Running yang Sedang Tren Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 14:00 WIB

Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?

Fast Fashion Picu Limbah, Bisakah Cost Per Wear Jadi Solusi Belanja Lebih Bijak?

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:47 WIB

5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!

5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:45 WIB

4 Sepatu Lokal Senyaman Onitsuka Tiger yang Budget-Friendly, Mulai Rp100 Ribuan

4 Sepatu Lokal Senyaman Onitsuka Tiger yang Budget-Friendly, Mulai Rp100 Ribuan

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:23 WIB

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB

5 Sepatu Vans yang Awet dan Masuk ke Semua Outfit, Andalan Anak Muda

5 Sepatu Vans yang Awet dan Masuk ke Semua Outfit, Andalan Anak Muda

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB

Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal

Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 12:59 WIB

7 Trik Marketing  Anti-Mainstream Aldi Taher yang Bikin Aldis Burger Viral dan Laris

7 Trik Marketing Anti-Mainstream Aldi Taher yang Bikin Aldis Burger Viral dan Laris

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 12:54 WIB

Link Download PDF Buku Teks Pedoman Pancasila untuk Calon Paskibraka 2026, Resmi dari BPIP

Link Download PDF Buku Teks Pedoman Pancasila untuk Calon Paskibraka 2026, Resmi dari BPIP

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2026 | 12:44 WIB