Viral Kasus Balita Diduga Keracunan UHT MBG, Kenali Ciri-Ciri Susu yang Sudah Basi

Nur Khotimah | Suara.com

Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:10 WIB
Viral Kasus Balita Diduga Keracunan UHT MBG, Kenali Ciri-Ciri Susu yang Sudah Basi
Ilustrasi susu. (Google AI Studio)

Suara.com - Kasus dugaan keracunan kembali terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kali ini, belasan balita di Desa Cibeber, Kecamatan Manonjaya, dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, hingga tubuh lemas setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dugaan sementara, penyebabnya adalah susu UHT yang diduga sudah tidak layak konsumsi. 

Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/10/2025), saat anak-anak mendapatkan paket makanan dari program MBG yang berisi nasi, ayam suwir, olahan sayur, dan susu kemasan UHT.

Tak lama setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah balita mulai menunjukkan gejala keracunan.

Beberapa anak dirawat di rumah masing-masing karena gejalanya tergolong ringan, sementara sebagian lainnya harus dilarikan ke Puskesmas Manonjaya untuk mendapatkan penanganan medis.

Dugaan Penyebab Keracunan Berasal dari Susu UHT

Belasan Balita di Tasikmalaya Diduga Keracunan MBG Gegara UHT, Ini Ciri-ciri Susu Basi
Belasan Balita di Tasikmalaya Diduga Keracunan MBG Gegara UHT, Ini Ciri-ciri Susu Basi

Salah satu orang tua korban, Deti, menceritakan bahwa putranya mulai muntah dan diare beberapa jam setelah menyantap makanan program MBG.

Ia menduga penyebabnya berasal dari susu UHT yang diberikan dalam paket tersebut. Ia curiga susunya sudah basi, karena baunya agak aneh.

Menurut Deti, pembagian makanan dari program MBG ini baru dilakukan untuk kedua kalinya. Pada pembagian pertama, menu serupa juga disertai susu UHT, namun tidak menimbulkan keluhan apa pun.

Sementara itu, Kasi Kesos Kecamatan Manonjaya, Sansan Ayif Santosa, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Dari hasil penelusuran awal, diperkirakan sekitar 10 hingga 11 balita mengalami gejala yang sama.

Pihak kecamatan bersama petugas kesehatan telah mengumpulkan sampel makanan dan minuman untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium guna memastikan sumber pasti penyebab keracunan.

Mengenali Ciri-Ciri Susu Basi

Kasus seperti ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memeriksa kondisi susu kemasan sebelum dikonsumsi.

Meski produk UHT dikenal lebih tahan lama, susu tetap bisa rusak atau basi jika penyimpanan atau distribusinya tidak sesuai standar.

Menurut situs kesehatan Alodokter, susu basi disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih yang mengubah rasa, aroma, dan tekstur susu.

Bakteri seperti E. coli, Listeria, dan Salmonella bisa berkembang cepat jika susu dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama, bahkan meski kemasannya belum dibuka sepenuhnya.

Tanda-tanda susu basi dapat dilihat dari beberapa hal berikut:

1. Aroma berubah, bau susu menjadi asam, tengik, atau mirip fermentasi.

2. Ada rasa masam, timbul karena produksi asam laktat oleh bakteri.

3. Tekstur menggumpal atau berlendir.

4. Warna kekuningan dan tidak segar lagi.

Berbeda dengan yoghurt yang memang dibuat melalui proses fermentasi bakteri baik seperti Lactobacillus bulgaricus, susu basi justru mengandung bakteri jahat yang bisa menyebabkan keracunan makanan.

Mengonsumsi susu basi, terutama dalam jumlah cukup banyak, bisa memicu berbagai gejala keracunan seperti:

  • Mual dan muntah
  • Sakit perut atau kram
  • Diare
  • Pusing dan lemas

Gejala ini biasanya muncul beberapa jam hingga satu hari setelah susu diminum. Pada kasus ringan, gejala bisa hilang dalam 1–2 hari.

Namun jika gejalanya semakin berat misalnya muntah terus-menerus atau diare lebih dari lima kali sehari segera periksa ke dokter untuk mencegah dehidrasi.

Pertolongan Pertama dan Pencegahan

Jika Anda atau anak Anda tidak sengaja meminum susu basi, lakukan langkah-langkah berikut sebagai pertolongan pertama:

  • Hindari makan apa pun dulu sampai perut terasa lebih nyaman.
  • Perbanyak minum air putih atau air kelapa untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
  • Konsumsi makanan ringan dan mudah dicerna seperti bubur, biskuit, atau pisang.
  • Hindari sementara waktu produk susu, kopi, alkohol, dan makanan pedas.
  • Istirahat yang cukup agar tubuh cepat pulih.

Untuk mencegah susu cepat basi, perhatikan cara penyimpanannya. Simpan susu di kulkas bersuhu 3–4 derajat Celcius dan hindari meletakkannya di rak pintu kulkas karena suhu di area itu tidak stabil. Setelah kemasan dibuka, sebaiknya habiskan dalam waktu 2–3 hari.

Selain itu, jangan hanya bergantung pada tanggal kedaluwarsa. Lakukan pemeriksaan sederhana dengan mencium aroma susu dan melihat warnanya. Jika baunya asam atau tampak menggumpal, sebaiknya jangan diminum meskipun tanggal kedaluwarsa belum lewat.

Waspadai Distribusi Susu pada Program Sosial

Kasus di Tasikmalaya menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan penyelenggara program bantuan pangan seperti MBG agar lebih ketat dalam mengawasi penyimpanan dan distribusi susu kemasan, terutama di daerah dengan suhu panas dan akses penyimpanan terbatas.

Pasalnya, susu UHT yang tampak baik di luar belum tentu aman diminum bila rantai distribusi dinginnya terganggu.

Pemeriksaan rutin terhadap stok produk dan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali susu basi perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Demikian itu ciri-ciri susu basi. Kasus belasan balita di Tasikmalaya yang diduga keracunan akibat program MBG dapat menjadi pengingat bahwa keamanan pangan bukan hanya soal kualitas produk, tetapi juga berkaitan dengan ketelitian, memeriksa dan menyimpannya dengan benar sebelum dikonsumsi, terutama bagi anak-anak yang sistem pencernaannya masih rentan.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Keracunan MBG Terus Bertambah, Emak-emak Geruduk Kantor BGN

Kasus Keracunan MBG Terus Bertambah, Emak-emak Geruduk Kantor BGN

Foto | Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:50 WIB

Puluhan Siswa SMPN 1 Cisarua Alami Keracunan Usai Makan MBG

Puluhan Siswa SMPN 1 Cisarua Alami Keracunan Usai Makan MBG

Foto | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:58 WIB

5 Rekomendasi Water Heater Gas yang Bagus dan Aman dari Risiko Keracunan

5 Rekomendasi Water Heater Gas yang Bagus dan Aman dari Risiko Keracunan

Lifestyle | Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:35 WIB

Terkini

Berapa Harga Cushion OMG? Rahasia Makeup Cantik Maia Estianty di Nikahan El Rumi

Berapa Harga Cushion OMG? Rahasia Makeup Cantik Maia Estianty di Nikahan El Rumi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 19:18 WIB

Diskon Sepatu Nike di Sports Station, Harga Mulai Rp500 Ribuan

Diskon Sepatu Nike di Sports Station, Harga Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 19:10 WIB

Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL

Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 17:00 WIB

Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG

Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 16:45 WIB

Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 16:44 WIB

3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan

3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:56 WIB

10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini

10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:43 WIB

Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan

Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?

Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:28 WIB

4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket

4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:25 WIB