- Mengoleskan sunscreen adalah hal wajib untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
- Sayangnya, ada beberapa area wajah yang sering terlewat saat mengaplikasikan sunscreen.
- Padahal, area-area wajah ini tak kalah penting untuk dilindungi.
Suara.com - Setiap pagi, rutinitas memakai sunscreen atau tabir surya di wajah mungkin sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perawatan kulit.
Namun, seberapa yakin kamu bahwa seluruh area wajah dan sekitarnya sudah terlindungi secara sempurna dari sengatan sinar UV yang berbahaya?
Seringkali, ada beberapa "titik buta" yang terlewatkan, padahal area-area ini sama pentingnya untuk dilindungi demi mencegah kerusakan kulit, penuaan dini, bahkan risiko kanker kulit.
Mari kita bongkar beberapa area wajah yang sering terlupakan untuk dioleskan sunscreen.
1. Telinga
Telinga adalah salah satu bagian yang paling sering terlewatkan saat mengaplikasikan sunscreen, terutama bagian atas dan belakangnya.
Padahal, telinga menonjol dan menangkap sinar matahari dari berbagai sudut, menjadikannya sangat rentan terhadap paparan UV. Kulit di area ini juga sensitif.
Para dermatolog sering menemukan kasus kanker kulit, termasuk melanoma, di bagian atas dan belakang telinga.
2. Kelopak Mata dan Area Sekitar Mata
Kulit di sekitar mata dan kelopak mata adalah yang tertipis dan paling sensitif di seluruh tubuh, bahkan kurang dari 1 milimeter tebalnya.
Karena kepekaannya, area ini sering dihindari saat mengaplikasikan sunscreen karena takut iritasi. Namun, kelopak mata adalah lokasi umum kanker kulit dan keriput dini.
Gunakan sunscreen berbahan dasar mineral yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif atau area mata.
Bisa juga memakai kacamata hitam yang menghalau sinar UV untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra pada mata dan kulit di sekitarnya.
3. Bibir
Siapa sangka bibir juga butuh sunscreen? Kulit bibir sangat rapuh karena tidak memiliki kelenjar keringat dan hanya menghasilkan sedikit melanin, pigmen alami yang melindungi dari sinar UV.
Bibir yang terbakar matahari akan terasa perih, kering, dan pecah-pecah.
Dalam jangka panjang, paparan UV dapat merusak kolagen bibir, menyebabkan bibir tampak lebih tipis dan kusam, serta meningkatkan risiko kanker bibir.
Untuk itu, gunakan lip balm dengan SPF 30 atau lebih tinggi dan aplikasikan kembali secara teratur, terutama setelah makan, minum, atau berenang.
4. Leher dan dada
Leher dan dada bagian atas adalah area yang sering terpapar sinar
matahari, terutama saat mengenakan pakaian berleher rendah atau terbuka.
Namun, area ini sering terlewatkan saat aplikasi sunscreen wajah.
Tak heran bila area ini menunjukkan tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus, kerutan, dan flek matahari lebih cepat daripada area lain yang lebih sering dilindungi.
Karenanya, selalu aplikasikan sunscreen wajah hingga ke seluruh leher, bagian depan dan belakang, serta ke seluruh area dada bagian atas.
5. Bawah Dagu dan Garis Rahang
Mungkin kamu berpikir area di bawah dagu dan garis rahang terlindungi karena "teduh" dari atas.
Namun, sinar UV dapat memantul dari permukaan seperti air, pasir, aspal, atau beton, dan mengenai area-area yang menghadap ke atas ini.
Efek pantulan ini bisa sama merusaknya dengan paparan langsung.
Jadi saat mengaplikasikan sunscreen pada wajah, pastikan untuk mengoleskannya hingga ke bawah dagu dan melengkung ke garis rahang.
Perlindungan matahari yang menyeluruh adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit dalam jangka panjang. Jangan biarkan "titik buta" ini menjadi celah bagi sinar UV untuk merusak kulit.
Dengan sedikit perhatian ekstra pada area wajah yang sering terlewat ini, kamu bisa memastikan seluruh wajah dan area sekitarnya terlindungi dengan optimal dengan sunscreen.