Paspor Terkuat di Asia Tenggara Tahun 2025: Malaysia Setara AS, Indonesia Urutan Berapa?

Yasinta Rahmawati

Minggu, 19 Oktober 2025 | 14:36 WIB
Paspor Terkuat di Asia Tenggara Tahun 2025: Malaysia Setara AS, Indonesia Urutan Berapa?
Ilustrasi paspor Indonesia
baca 10 detik
  • Kekuatan paspor mencerminkan stabilitas dan hubungan diplomatik suatu negara.
  • Paspor Singapura menjadi yang terkuat di Asia Tenggara pada tahun 2025, disusul Malaysia dan Brunei. 
  • Kekuatan paspor Indonesia ternyata tidak masuk 5 besar di Asia Tenggara.

Suara.com - Kemampuan sebuah paspor untuk memberikan akses perjalanan bebas visa ke berbagai negara adalah cerminan dari kekuatan diplomatik, stabilitas ekonomi, dan hubungan internasional suatu negara.

Di tahun 2025, lanskap mobilitas global terus bergeser, dengan negara-negara di Asia yang semakin mengukuhkan dominasinya.

Kawasan Asia Tenggara, khususnya, menampilkan dinamika yang menarik dalam peringkat kekuatan paspor global.

Berdasarkan data terbaru dari Passport Index by Arton Capital, yang mengukur akses bebas visa ke 199 negara, mari kita telusuri paspor terkuat di Asia Tenggara dan posisi Indonesia di dalamnya.

Peringkat paspor ditentukan oleh jumlah destinasi yang dapat diakses oleh pemegangnya tanpa visa sebelumnya, atau dengan visa saat kedatangan (visa on arrival), atau melalui Otorisasi Perjalanan Elektronik (ETA).

Semakin tinggi angka destinasi bebas visa, semakin kuat pula paspor tersebut di kancah global.

Dominasi Singapura di Puncak Global

Tidak mengherankan, Singapura sekali lagi membuktikan kedigdayaannya dengan menduduki peringkat teratas di Asia Tenggara, dan salah satu yang terkuat secara global.

Dengan paspor Singapura, pemegangnya dapat mengunjungi 175 destinasi bebas visa. Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan luar negeri Singapura yang proaktif, jalinan diplomatik yang kuat, serta posisinya sebagai hub ekonomi dan finansial global.

baca juga

Kemudahan mobilitas ini mempertegas peran Singapura sebagai pemain kunci dalam perdagangan dan hubungan internasional.

Di belakang Singapura, Malaysia menyusul sebagai paspor terkuat kedua di Asia Tenggara. Paspor Malaysia menawarkan akses bebas visa ke 170 destinasi, menempatkannya di posisi Global Rank 7 (bersama dengan beberapa negara lain).

Bahkan data terbaru Henley Passport Index edisi Oktober 2025 melaporkan paspor Malaysia melonjak ke peringkat ke-12 dunia. Capaian tersebut membuat paspor Malaysia sejajar dengan paspor Amerika Serikat (AS).

Ini menunjukkan pengakuan internasional yang luas terhadap Malaysia dan hubungan yang baik dengan banyak negara di seluruh dunia.

Brunei Darussalam menempati posisi ketiga di kawasan dengan paspor yang memungkinkan perjalanan bebas visa ke 155 destinasi.

Kedudukan ini menggarisbawahi stabilitas dan kebijakan luar negeri Brunei yang efektif, meskipun ukurannya yang relatif kecil.

Ilustrasi Paspor - Daftar Negara Bebas Visa Bagi Paspor Indonesia (Unsplash)
Ilustrasi Paspor Indonesia (Unsplash)

Paspor Indonesia Urutan ke Berapa?

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Paspor Indonesia menempati urutan keenam di antara negara-negara Asia Tenggara pada tahun 2025. Dengan paspor ini, warga negara Indonesia dapat bepergian bebas visa ke 92 destinasi.

Secara global, Indonesia berada di Global Rank 55 (bersama beberapa negara lain). Posisi ini menunjukkan adanya ruang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan mobilitas paspornya.

Peningkatan kekuatan paspor tidak hanya tentang prestise, tetapi juga tentang memfasilitasi perdagangan, investasi, pariwisata, dan pertukaran budaya.

Berikut adalah urutan 11 negara di Asia Tenggara dari yang terkuat hingga paling lemah, beserta jumlah destinasi bebas visa dan peringkat globalnya:

1. Singapura: 175 destinasi bebas visa (Global Rank 2)
2. Malaysia: 170 destinasi bebas visa (Global Rank 7)
3. Brunei Darussalam: 155 destinasi bebas visa (Global Rank 15)
4. Timor-Leste: 103 destinasi bebas visa (Global Rank 45)
5. Thailand: 96 destinasi bebas visa (Global Rank 51)
6. Indonesia: 92 destinasi bebas visa (Global Rank 55)
7. Filipina: 78 destinasi bebas visa (Global Rank 64)
8. Vietnam: 70 destinasi bebas visa (Global Rank 71)
9. Kamboja: 69 destinasi bebas visa (Global Rank 72)
10. Laos: 63 destinasi bebas visa (Global Rank 78)
11. Myanmar: 58 destinasi bebas visa (Global Rank 82)

Perlu dicatat bahwa ada sedikit perbedaan angka antara berbagai indeks paspor karena metodologi dan data sumber yang berbeda dalam menghitung destinasi bebas visa.

Namun, tren umum dan urutan relatif negara-negara di Asia Tenggara cenderung konsisten.

Jadi perlu diingat kekuatan paspor melampaui sekadar kemudahan berlibur. Ini mencerminkan hubungan geopolitik, stabilitas internal, dan kepercayaan internasional terhadap suatu negara.

Paspor yang kuat sering kali dimiliki oleh negara-negara dengan ekonomi yang stabil, tata kelola yang baik, dan keterlibatan diplomatik yang luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paspor Sehari Jadi: Jurus Sat-set untuk yang Kepepet, tapi Siap-siap Dompet Kaget!

Paspor Sehari Jadi: Jurus Sat-set untuk yang Kepepet, tapi Siap-siap Dompet Kaget!

Your Say | Sabtu, 06 September 2025 | 11:14 WIB

Rela Lepas Paspor Belanda yang Dianggap 'Sakti', Alasan Vincent Verhaag Pilih Jadi WNI Bikin Terharu

Rela Lepas Paspor Belanda yang Dianggap 'Sakti', Alasan Vincent Verhaag Pilih Jadi WNI Bikin Terharu

Entertainment | Jum'at, 05 September 2025 | 15:17 WIB

Nggak Cuma Paspor, Ini Hal Penting yang Harus Masuk Checklist Traveling ke Jepang

Nggak Cuma Paspor, Ini Hal Penting yang Harus Masuk Checklist Traveling ke Jepang

Lifestyle | Selasa, 02 September 2025 | 11:22 WIB

Terkini

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

Kasus Penyadapan Listyo, ICW Soroti Celah Hukum 16 Tahun yang 'Dibiarkan' Ugal-ugalan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 12:14 WIB

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Birokrasi di Zona Nyaman: Mengapa Program Tak Efisien Terus Dipertahankan?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 12:00 WIB

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 11:55 WIB

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

×