PNS Bisa Dipecat? Viral Menkeu Purbaya Ancam Pegawai Bea Cukai yang Nongkrong di Jam Kerja

Nur Khotimah

Minggu, 19 Oktober 2025 | 14:39 WIB
PNS Bisa Dipecat? Viral Menkeu Purbaya Ancam Pegawai Bea Cukai yang Nongkrong di Jam Kerja
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram)

Suara.com - Baru-baru ini beredar video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan memecat oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) petugas Bea Cukai yang dikabarkan sering nongkrong di gerai coffee shop saat jam kerja.

"Jadi saya baru tahu, walaupun kita sudah menggebrak-gebrak, masih ini di bawah seperti ini, artinya mereka nggak peduli, dianggapnya saya main-main," tegas Purbaya dalam video yang viral, dilansir pada Minggu, 19 Oktober 2025.

"Bilang, hari Senin ke depan kalau ada yang ketemu begini lagi, gua akan pecat! Walaupun katanya pecat pegawai negeri Susah, saya akan pecat, saya persulit hidupnya. Masa nongkrong di Starbucks pakai seragam, nggak kira-kira lu!" lanjutnya dengan tegas.

Purbaya tentu geram karena sebelumnya ia sempat memberi arahan pada pegawai Kementerian Keuangan agar lebih mawas diri supaya tidak mendapat pandangan negatif dari masyarakat.

Karena itulah, ia mungkin berani menggertak pegawainya yang tetap nongkrong akan dipecat.

Sebagai tambahan Purbaya juga meminta bantuan masyarakat membantu mengawasi pegawai Kemenkeu supaya kementerian ini bisa menjadi lebih baik.

"Ya ini kan jadi kelihatan kalau mereka lapor bagus-bagus, terus ternyata di lapangannya begini. Nah ini yang justru kita minta masukan dari temen-temen, masyarakat semua biar kita betulin pelan-pelan," imbuh Purbaya.

"Saya mau melaporkan setiap hari saya melihat petugas Bea Cukai nongkrong di Starbucks lengkap dengan laptop dan mereka meeting dengan banyak orang lain, sesama petugas Bea Cukai dan sepertinya aparat lain berbaju preman, bebas," ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (17/10/2025).

Heru Pambudi selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan juga menyebut bahwa akan membantu menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk mengawasi apa yang sebenarnya dilakukan pegawai Bea Cukai di coffee shop.

baca juga

"Seharian orang-orang ini di Starbucks setiap hari dan yang dibicarakan selalu tentang bisnis aset, bagaimana mengamankan aset, baru dapat kiriman mobil, bagaimana jualnya. Mohon diawasi dan ditindak," tambah Purbaya.

Selama ini banyak yang menilai bahwa PNS adalah pekerjaan yang aman karena berlaku hingga pensiun, bahkan menerima pensiunan. Lantas, apakah PNS bisa dipecat seperti pekerja pada umumnya? Berikut ulasannya.

Apakah PNS Bisa Dipecat?

Ilustrasi PNS, ASN, CPNS, Gaji PNS naik hari ini (Freepik)
Ilustrasi PNS. (Freepik)

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dapat diberhentikan dari jabatannya dengan dua status berbeda, yakni pemberhentian dengan hormat dan pemberhentian tidak dengan hormat. Kedua status tersebut memiliki alasan, konsekuensi, dan dampak hukum yang tidak sama.

Pemberhentian tidak dengan hormat atau pemecatan biasanya dijatuhkan karena pelanggaran berat, sehingga konsekuensinya lebih serius dibandingkan pemberhentian secara hormat yang umumnya disebabkan oleh alasan wajar, seperti pensiun atau permintaan pribadi.

Dasar hukum mengenai pemberhentian PNS diatur dalam berbagai regulasi yang mengikat. Beberapa di antaranya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020, PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, serta Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3 Tahun 2020.

Berdasarkan aturan-aturan tersebut, terdapat sejumlah faktor yang dapat menjadi alasan seorang PNS diberhentikan secara tidak hormat maupun dengan hormat sesuai tingkat pelanggaran dan ketentuan yang berlaku.

Penyebab PNS diberhentikan dengan hormat

  • Meninggal dunia
  • Mengundurkan diri atas permintaan sendiri sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021 dan PP Nomor 17 Tahun 2022
  • Mencapai usia pensiun
  • Instansi menerapkan kebijakan perampingan
  • Mengalami kondisi yang menyebabkan PNS tidak cakap.
  • Tidak Memenuhi target kinerja

Penyebab PNS diberhentikan dengan tidak hormat (dipecat)

  • Menyeleweng dari Pancasila atau UUD 1945
  • Terlibat tindak pidana
  • Melakukan pelanggaran disiplin berat
  • Melakukan tindak pidana yang berhubungan dengan jabatan.
  • Menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik

Proses pemecatan PNS memang tidak semudah pegawai swasta, tapi tetap bisa dilakukan.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Ungkap Strategi Menkeu Purbaya Dongkrak Ekonomi Nasional

Luhut Ungkap Strategi Menkeu Purbaya Dongkrak Ekonomi Nasional

Video | Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:32 WIB

Menkeu Purbaya Beri Diskon PPN 6 Persen untuk Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi

Menkeu Purbaya Beri Diskon PPN 6 Persen untuk Tiket Pesawat Domestik Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:42 WIB

Menkeu Purbaya Curigai Permainan Bunga Usai Tahu Duit Pemerintah Ratusan Triliun Ada di Bank

Menkeu Purbaya Curigai Permainan Bunga Usai Tahu Duit Pemerintah Ratusan Triliun Ada di Bank

Bisnis | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 09:24 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×