Halloween atau Helloween, Mana Tulisan yang Benar? Ini Asal Usul Kelamnya

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:04 WIB
Halloween atau Helloween, Mana Tulisan yang Benar? Ini Asal Usul Kelamnya
Halloween Atau Helloween (freepik)

Suara.com - Setiap tanggal 31 Oktober, dunia barat dan kini banyak negara lainnya meramaikan pesta kostum Halloween. Jalanan atau tempat-tempat khusus untuk perayaan diramaikan dengan pesta kostum seram, labu berwajah menyeramkan, serta anak-anak yang berkeliling sambil berteriak “trick or treat!”. 

Namun, tahukah kamu bahwa perayaan yang kini dikenal sebagai Halloween sebenarnya berakar dari ritual kuno yang sangat jauh dari kesan pesta modern? Bahkan ada juga yang masih bingung menuliskan Halloween atau Helloween, mana yang benar

Ejaan lama Halloween menggunakan tanda apostrof menjadi Hallowe’en untuk menandai penghilangan huruf dalam frasa All Hallows’ Even(ing). Seiring perkembangan bahasa Inggris modern, tanda tersebut dihapus dan menjadi “Halloween”. Jadi, keduanya benar secara historis, tetapi bentuk tanpa apostrof lebih umum digunakan saat ini.

Fenomena serupa juga terjadi pada istilah lain seperti Jack O Lantern, yang berasal dari tradisi memahat wajah pada labu untuk menakuti roh jahat, kebiasaan yang juga lahir dari Samhain. Dalam bahasa Inggris lama, Jack of the Lantern disingkat menjadi “Jack O Lantern”, dengan apostrof menggantikan huruf f dalam kata of. Kini, banyak yang menulisnya tanpa apostrof. 

Maka, jika menulisnya Helloween atau Halloween itu tidak ada yang benar atau salah, itu hanya variasi ejaan atau bahkan plesetan yang populer karena band metal asal Jerman bernama Helloween. Namun secara historis dan linguistik, bentuk yang benar tetap Halloween, singkatan dari All Hallows Eve.

Apa pun ejaannya, perayaan ini telah menjelma menjadi simbol lintas budaya antara tradisi kuno dan dunia modern, antara doa untuk arwah dan pesta kostum yang penuh warna. Dari Samhain hingga trick or treat, Halloween adalah cermin bagaimana manusia selalu berusaha menjalin hubungan dengan misteri kematian dengan cara yang menyeramkan sekaligus meriah.

Asal Mula Halloween

Asal mula Halloween bisa ditelusuri hingga ribuan tahun lalu, pada masa bangsa Keltik di wilayah yang kini dikenal sebagai Irlandia, Inggris, dan Prancis bagian utara. Mereka merayakan festival Samhain, sebuah perayaan pergantian musim panas ke musim dingin sekaligus waktu untuk mengenang arwah leluhur.

Pada malam Samhain, orang-orang percaya bahwa batas antara dunia hidup dan mati menjadi kabur. Arwah yang telah meninggal dipercaya bisa kembali ke bumi, sehingga masyarakat menyalakan api unggun dan memakai kostum untuk menakuti roh jahat. Para Druid atau pendeta Keltik bahkan mempersembahkan hasil panen dan hewan sebagai sesaji.

Ketika Kekaisaran Romawi menaklukkan wilayah Keltik, perayaan ini berbaur dengan tradisi Kristen yang disebut All Saints Day atau All Hallows Day, hari untuk mengenang para orang suci pada 1 November. Malam sebelumnya kemudian dikenal sebagai All Hallows Eve, yang akhirnya disingkat menjadi Hallowe’en dan kini lebih dikenal dengan ejaan modern Halloween.

baca juga

Saat All Hallows’ Eve, pada abad pertengahan Eropa, orang miskin akan berjalan dari rumah ke rumah meminta makanan atau sedekah sambil mendoakan arwah keluarga si pemilik rumah. Tradisi ini menjadi cikal bakal anak-anak berkeliling meminta permen pada malam Halloween.

Imigran Irlandia membawa kebiasaan ini ke Amerika Serikat pada abad ke-19. 

Di sanalah tradisi tersebut bertransformasi menjadi trick or treat, permainan anak-anak yang menyenangkan. Anak-anak memakai kostum dan mengetuk pintu rumah untuk meminta permen, sambil “mengancam” akan berbuat jahil jika permintaan mereka ditolak.

Halloween Jadi Bagian dari Industri Hiburan

Banyak orang kini mengenal Halloween sebagai perayaan modern yang penuh dekorasi orange dan hitam, pesta bertema hantu, serta penjualan besar-besaran kostum dan permen. Komersialisasi ini memang kental, seperti halnya Hari Valentine yang dipopulerkan oleh industri kartu ucapan dan Natal oleh iklan Coca-Cola.

Setelah sempat dianggap tak layak oleh gereja, Halloween justru kembali ke Eropa melalui tentara Amerika yang ditempatkan di sana selama Perang Dunia II. Kini, Halloween dirayakan di banyak negara, termasuk di tempat asalnya, Irlandia, dengan gaya khas Amerika.

Di Jerman, pesta Halloween mulai populer sejak 1990-an. Menurut antropolog Jorg Fuchs, industri karnaval di sana mencari momentum baru untuk menjual lebih banyak kostum, dan Halloween menjadi jawabannya. Sejak saat itu, toko-toko penuh dekorasi labu, dan anak-anak Jerman ikut larut dalam keseruan 31 Oktober.

Demikian itu penjelasan perbedaan antara Halloween atau Helloween. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Halloween Semakin Dekat! Intip 3 Tema Kostum Rachel Vennya Tahun 2025

Halloween Semakin Dekat! Intip 3 Tema Kostum Rachel Vennya Tahun 2025

Your Say | Kamis, 30 Oktober 2025 | 13:55 WIB

45 Gambar Halloween Gratis Siap Download, Kualitas HD Cocok untuk Dekorasi

45 Gambar Halloween Gratis Siap Download, Kualitas HD Cocok untuk Dekorasi

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 12:20 WIB

Terkini

Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?

Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:30 WIB

5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas

5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas

Tekno | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton

Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?

Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:04 WIB

8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah

8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali

Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali

Entertainment | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:26 WIB

Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel

Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:23 WIB

YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius

YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi

Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing

Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:05 WIB

×