Perempuan dan Kreasi Kuliner Rumahan: Ide Sederhana yang Bikin Ekonomi Bergerak

Vania Rossa

Sabtu, 22 November 2025 | 13:53 WIB
Perempuan dan Kreasi Kuliner Rumahan: Ide Sederhana yang Bikin Ekonomi Bergerak
Kedai Kreatif 2025. (Dok. Frisian Flag)
baca 10 detik
  • Usaha kuliner rumahan yang banyak dijalankan perempuan terus menjadi kekuatan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
  • Peningkatan kapasitas, keamanan pangan, dan inovasi menu menjadi kunci agar usaha kecil dapat bersaing dan berkelanjutan.
  • Dengan dukungan edukasi dan pendampingan, perempuan pelaku UMK berpotensi semakin memperkuat kemandirian ekonomi keluarga serta membuka peluang wirausaha baru di berbagai daerah.

Suara.com - Di balik pesatnya pertumbuhan sektor kuliner lokal, ada kekuatan yang kerap luput dari sorotan: perempuan pelaku usaha rumahan.

Mayoritas UMKM Indonesia dikelola perempuan—mencapai 64,5%—dan sektor makanan-minuman menjadi salah satu pendorong utama ekonomi, tumbuh 6,15% pada triwulan II 2025.

Dari dapur rumah, berbagai hidangan rumahan bukan hanya jadi peluang pendapatan tambahan, tetapi juga penopang ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas.

Dengan kontribusi UMK mencapai 60% terhadap PDB serta menyerap 97% tenaga kerja nasional, peran perempuan di sektor ini bukan lagi sebatas pelengkap, melainkan pilar ekonomi mikro yang terus menguat.

Melihat potensi tersebut, upaya peningkatan kapasitas UMK kuliner perlu berjalan seiring dengan edukasi keamanan pangan dan inovasi menu.

Salah satu inisiatif yang mendorong hal ini datang dari Frisian Flag Indonesia (FFI), bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), melalui program pelatihan bertajuk “Frisian Flag Dukung UMK – Kedai Kreatif 2025”.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis BPOM Orang Tua Angkat UMK Pangan Olahan yang berfokus pada peningkatan wawasan keamanan pangan bagi perempuan pelaku usaha mikro dan kecil.

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menegaskan pentingnya edukasi keamanan pangan sebagai fondasi bisnis kuliner yang sehat dan kompetitif.

“Program ini penting karena membantu pelaku UMK, terutama perempuan, memahami standar keamanan pangan olahan sesuai ketentuan pemerintah. Hal ini sejalan dengan misi kami ‘Nourishing Indonesia to Progress’ bahwa kemajuan bangsa harus dimulai dari kepatuhan terhadap standar keamanan pangan yang melindungi kesehatan masyarakat,” ujar Andrew.

baca juga

Kolaborasi ini juga mendapat dukungan BPOM sebagai lembaga pengawas pangan nasional. Direktur PMPUPO BPOM, Agus Yudi Prayudana, S.Farm., Apt., M.M., menekankan bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama.

“Sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya, BPOM secara mandiri maupun bersama para Orang Tua Angkat UMK Pangan Olahan, termasuk dengan Frisian Flag Indonesia, terus menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk memperkuat UMK pangan olahan dan memastikan keamanan pangan di Indonesia. Setiap pelaku UMK pangan juga memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan produk mereka, mulai dari penyediaan dan penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, penyajian, hingga distribusi,” ujar Agus.

FFI sendiri telah bergabung dalam program OTA UMK Pangan Olahan sejak 2021 dan meluncurkan Kedai Kreatif sebagai program edukasi kuliner aman dan bernilai ekonomi.

Tahun ini, pelatihan diikuti 270 anggota komunitas masak perempuan @momasa.official, yang mendapatkan materi keamanan pangan serta demonstrasi menu jualan oleh Chef Nanda dengan tiga kreasi Sarapan On The Go.

Sejak diluncurkan, Kedai Kreatif telah menjangkau lebih dari 1.200 perempuan pelaku usaha di berbagai daerah, menyediakan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan.

“Kedai Kreatif bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan untuk membuka jalan bagi perempuan Indonesia memiliki kemandirian ekonomi, rasa percaya diri, dan semangat berbagi. Dari dapur rumah, lahir wirausaha baru yang membawa perubahan positif bagi keluarga dan masyarakat,” tutup Andrew.

Dengan semakin solidnya dukungan lembaga pengawas, pelaku industri, serta komunitas memasak, usaha rumahan milik perempuan berpeluang menjadi pilar ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan—dimulai dari dapur, namun berdampak ke banyak sisi kehidupan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Remaja Perempuan Jadi Target Favorit Kekerasan Digital? Yuk Simak!

Mengapa Remaja Perempuan Jadi Target Favorit Kekerasan Digital? Yuk Simak!

Your Say | Sabtu, 22 November 2025 | 11:40 WIB

Wajib Coba! Tenya, Restoran Tempura Legendaris Jepang, Buka Gerai Kedua di Gandaria City

Wajib Coba! Tenya, Restoran Tempura Legendaris Jepang, Buka Gerai Kedua di Gandaria City

Lifestyle | Sabtu, 22 November 2025 | 06:17 WIB

OMG Creator Fest 2025, Ruang Kreatif Baru untuk Mendorong Perempuan Muda Berkarya dan Berkarier

OMG Creator Fest 2025, Ruang Kreatif Baru untuk Mendorong Perempuan Muda Berkarya dan Berkarier

Lifestyle | Jum'at, 21 November 2025 | 16:07 WIB

Terkini

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:57 WIB

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:51 WIB

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:50 WIB

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 09:43 WIB

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:40 WIB

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

×