Apakah Dinding Perlu Diganti Setelah Banjir? Ini Perawatan dan Tips Mengatasinya

Ruth Meliana

Minggu, 30 November 2025 | 09:46 WIB
Apakah Dinding Perlu Diganti Setelah Banjir? Ini Perawatan dan Tips Mengatasinya
potret banjir Sumatera [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Ketika rumah terendam air, salah satu bagian yang paling rentan rusak adalah dinding. Struktur ini menyerap air dengan cepat, menyebabkan permukaan mengelupas, muncul jamur, hingga kerusakan material yang lebih parah. Tidak heran jika banyak pemilik rumah bertanya-tanya bagaimana seharusnya menangani dinding setelah banjir agar hunian kembali aman dan nyaman. 

Kerusakan dinding setelah banjir tidak selalu terlihat langsung. Ada yang muncul dalam hitungan jam, tetapi ada juga yang baru terlihat beberapa hari kemudian. Hal inilah yang membuat banyak orang bingung, terutama ketika ingin tahu apakah dinding perlu diganti setelah banjir?

Kondisi setiap rumah berbeda, sehingga Anda perlu memahami bagaimana mengevaluasi kerusakannya dan mengambil langkah pemulihan yang tepat. Artikel ini membantu Anda mengenali tanda kerusakan, cara mengatasinya, hingga rekomendasi material dinding yang bagus untuk daerah banjir.

Apakah Dinding Perlu Diganti Setelah Banjir?

Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]
Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]

 

Jawabannya tergantung pada tingkat kerusakan dan material yang digunakan. Tidak semua dinding setelah banjir harus diganti total.

Jika dinding hanya lembap pada permukaan, mungkin cukup dikeringkan dan diperbaiki dengan lapisan cat atau plamir baru. Namun, jika material dinding sudah rapuh, berjamur parah, atau air telah meresap jauh ke bagian dalam, maka penggantian sering kali menjadi pilihan yang lebih aman.

Beberapa tanda bahwa dinding sebaiknya diganti:

  • Tekstur berubah menjadi lembek atau mudah hancur saat ditekan.
  • Muncul jamur hitam atau hijau yang sulit dibersihkan.
  • Bau lembap tidak hilang meskipun dinding sudah dikeringkan.
  • Keretakan membesar setelah dinding terkena banjir.

Jika dinding setelah banjir menunjukkan gejala-gejala ini, Anda sebaiknya mempertimbangkan perbaikan besar atau penggantian total agar rumah Anda tetap sehat dan aman untuk ditempati.

Cara Mengatasi Dinding Rusak Setelah Banjir

Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]
Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]

 

Untuk membantu Anda menanganinya, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Keringkan area secepat mungkin

baca juga

Gunakan kipas angin, blower, atau buka ventilasi selebar mungkin. Semakin cepat dinding kering, semakin kecil risiko munculnya jamur dan kerusakan struktural.

2. Bersihkan lumpur dan kotoran

Lumpur yang menempel pada dinding setelah banjir bisa mempercepat pertumbuhan jamur. Gunakan sikat dan air bersih untuk menghilangkan kotoran sebelum melakukan perbaikan.

3. Gunakan cairan anti jamur

Setelah dinding bersih dan agak kering, semprotkan cairan anti jamur untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang dapat membahayakan kesehatan.

4. Periksa struktur dinding

Jika ada bagian yang mengelupas, rapuh, atau berlubang, keluarkan material rusak tersebut. Dinding yang tidak kuat lagi tidak boleh langsung ditutup dengan cat karena kerusakan akan muncul kembali.

5. Plamir dan cat ulang

Jika kondisi masih layak, Anda cukup mengaplikasikan plamir, kemudian cat kembali dengan cat yang memiliki sifat tahan lembap. Langkah ini hanya disarankan jika kerusakan tidak parah.

6. Pertimbangkan penggantian material

Bila dinding rusak cukup berat, gantilah sebagian atau seluruhnya. Pada banyak kasus, terutama pada material gypsum atau kalsiboard yang menyerap air cepat, penggantian biasanya lebih efektif.

Dinding yang Bagus untuk Daerah Banjir

Foto udara kawasan perumahan elit yang terdampak banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc]
Foto udara kawasan perumahan elit yang terdampak banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc]

 

Jika Anda tinggal di wilayah rawan banjir, memilih material dinding yang tepat akan membantu mengurangi risiko kerusakan di masa depan. Material seperti bata merah, bata ringan berkualitas tinggi, atau beton bertulang dikenal lebih tahan terhadap paparan air. Material ini lebih kuat menahan lembap dan tidak mudah lapuk bila dibandingkan dengan dinding gypsum.

Selain itu, Anda bisa mempertimbangkan penggunaan cat pelapis anti air atau waterproofing untuk memberikan perlindungan ekstra. Lapisan ini membantu mencegah air meresap ke dalam struktur dinding setelah banjir berikutnya.

Beberapa rumah di daerah rawan banjir juga menggunakan keramik pada bagian bawah dinding (setinggi 1–1,2 meter) untuk mempermudah pembersihan saat banjir terjadi.

Dengan memahami kondisi dinding setelah banjir, langkah perawatan yang benar, serta pemilihan material yang tepat, Anda dapat menjaga rumah tetap aman dan tahan lama meski tinggal di daerah berisiko tinggi. Semoga panduan ini membantu Anda menangani kerusakan secara efektif dan mencegah masalah serupa di masa mendatang.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB

Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB

News | Minggu, 30 November 2025 | 08:56 WIB

7 Rekomendasi Motor Paling Tangguh Terjang Banjir, Andalan saat Musim Hujan

7 Rekomendasi Motor Paling Tangguh Terjang Banjir, Andalan saat Musim Hujan

Otomotif | Minggu, 30 November 2025 | 08:26 WIB

SPPG Provinci Aceh Telah Terdistribusi di 14 Kabupaten/Kota

SPPG Provinci Aceh Telah Terdistribusi di 14 Kabupaten/Kota

Video | Sabtu, 29 November 2025 | 23:24 WIB

Terkini

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Health | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:47 WIB

×