Suara.com - Adidas sempat digadang-gadang oleh para fans sebagai sepatu multiguna untuk berbagai kondisi jalanan dan cuaca.
Bahkan, ada beberapa pihak yang mengklaim bahwa Adidas punya fitur waterproof untuk dipakai berjalan maupun berlari di jalanan saat musim hujan.
Tingginya curah hujan di Indonesia beberapa hari ditambah hadirnya klaim tersebut membuat publik berbondong-bondong mencari sepatu Adidas yang punya fitur waterproof.
Namun apakah benar Adidas punya fitur waterproof seperti yang digadang-gadang para penggemarnya?
Beberapa Lini Adidas Lolos Uji Waterproof
Adidas memproduksi berbagai jenis sepatu dengan berbagai fitur. Sebagian besar sepatu lari atau sneaker gaya hidup (seperti Ultraboost standar atau Superstar) tidak sepenuhnya tahan air (waterproof), melainkan mungkin hanya memiliki kemampuan tahan cipratan air (water-repellent) atau sedikit air.
Namun, Adidas memiliki lini produk yang dirancang khusus untuk kondisi basah atau outdoor, terutama lini Adidas Terrex (untuk hiking, trail running, dan outdoor).
Beberapa lembaga seperti RunRepeat dan Outdoor Gear Lab menilai beberapa produk Adidas memang benar punya ketahanan air yang sangat baik (Excellent Waterproofing).
Penguji melaporkan tidak ada kasus kaki basah selama pengujian, dan membran GTX bekerja secara efektif.
Setidaknya, ada 3 sepatu Adidas yang lolos uji tersebut, yakni sebagai berikut.
1. Terrex Swift R3

Rahasia lini Adidas Terrex punya ketahanan ekstra terhadap air adalah bahan GORE-TEX (GTX), sebuah membran khusus yang terkenal karena kemampuannya membuat sepatu sepenuhnya tahan air (waterproof) sekaligus tetap bisa bernapas (breathable).
Adidas Terrex Swift R3 GTX dirancang sebagai sepatu hiking cepat (fast hiking) dengan material GTX yang memadukan stabilitas sepatu hiking dengan kecepatan dan nuansa sepatu trail running.
Sepatu ini juga lengkap dengan outsole Continental Rubber yang terkenal memiliki daya cengkeram (grip) luar biasa di berbagai medan, baik kering maupun basah, berkat desain lug (pola tapak) yang agresif.
Terrex Swift R3 punya stabilitas seperti sepatu boot hiking meskipun berpotongan rendah (low-cut), menjadikannya ideal untuk medan teknis dan tidak terduga.
Meskipun kokoh dan stabil, sepatu ini memiliki bobot yang relatif lebih ringan dibandingkan sepatu hiking tradisional, mendukung gerakan yang lebih cepat dan mengurangi kelelahan.
Harga: Mulai dari sekitar Rp2.300.000 hingga Rp3.000.000 untuk harga resmi atau normal di toko.
2. Adidas Terrex Free Hiker 2.0 Low GTX

Terrex Free Hiker 2.0 Low GTX merepresentasikan evolusi signifikan dalam kategori sepatu hiking modern.
Sepatu ini sengaja dirancang untuk menghilangkan batasan antara sepatu lari trail yang ringan dengan sepatu hiking yang kokoh, menjadikannya pilihan ideal bagi penjelajah yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan tanpa kompromi.
Inti dari kenyamanan sepatu ini terletak pada penggunaan teknologi BOOST pada bagian midsole. BOOST telah terbukti sukses dalam sepatu lari performa tinggi Adidas.
Teknologi ini bertugas mengembalikan energi secara luar biasa sehingga setiap pijakan kaki terasa bertenaga.
Fitur waterproof mutlak datang dari lapisan GTX terintegrasi seperti seri Terrex lainnya. Membran canggih ini berfungsi sebagai perisai yang andal, menyegel total masuknya air dari hujan, genangan, atau embun basah.
Harga: Harga banderol resmi biasanya berkisar antara Rp3.000.000 hingga Rp3.300.000.
3. Terrex Trailmaker 2.0 GTX

Adidas Terrex Trailmaker 2.0 GTX dirancang sebagai sepatu multifungsi yang menyeimbangkan kenyamanan sepatu lari dengan ketahanan yang diperlukan untuk jalur hiking ringan hingga menengah.
Sepatu ini menarik bagi individu yang mencari alas kaki serbaguna untuk aktivitas sehari-hari di alam bebas.
Sama seperti lini Terrex premium lainnya, Trailmaker 2.0 memakai teknologi GTX pada lapisan luarnya.
GTX pada sepatu ini tetap mempertahankan kemampuan breathability yang memadai, memungkinkan uap panas dari kaki keluar, sehingga mengurangi kelembapan dan meningkatkan kenyamanan internal.
Harga: Harga banderol resmi biasanya berkisar antara Rp1.900.000 hingga Rp2.500.000.
Kontributor : Armand Ilham