9 Manfaat Menghabiskan Waktu di Alam untuk Tubuh dan Pikiran, Wajib Dicoba!

Nur Khotimah

Selasa, 02 Desember 2025 | 17:00 WIB
9 Manfaat Menghabiskan Waktu di Alam untuk Tubuh dan Pikiran, Wajib Dicoba!
Ilustrasi menghabiskan waktu di alam (Pexels/Саша Круглая)
  • Menghabiskan waktu di alam meningkatkan imunitas tubuh melalui vitamin D dan paparan senyawa dari pepohonan.
  • Paparan lingkungan hijau memperbaiki fungsi kognitif, meningkatkan fokus, kreativitas, serta kualitas tidur harian.
  • Aktivitas di luar ruangan terbukti signifikan menurunkan hormon stres kortisol dan mendukung kesehatan jantung.

Suara.com - Hidup modern membuat banyak orang lebih sering berada di dalam ruangan, di depan komputer, televisi, atau ponsel.

Namun menyempatkan diri keluar rumah dan menikmati alam bisa menjadi salah satu kebiasaan paling sehat untuk dilakukan.

Alam bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik maupun mental.

Merangkum Cultivating Health dan UCLA Health, berikut dampak positif yang bisa dirasakan jika menghabiskan waktu di alam:

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Berada di luar ruangan membuat tubuh terpapar sinar matahari yang membantu produksi vitamin D. Vitamin ini dikenal penting untuk sistem imun, tulang, dan perlindungan dari infeksi.

Selain itu, aktivitas seperti forest bathing atau berdiam diri di lingkungan hutan memberikan paparan phytoncides, senyawa alami dari pepohonan yang dapat memicu peningkatan jumlah sel darah putih penyerang virus dan sel penyebab tumor.

Ilustrasi menghabiskan waktu di alam (Pexels)
Ilustrasi menghabiskan waktu di alam (Pexels)

2. Menajamkan Fungsi Otak

Lingkungan hijau dan tenang terbukti meningkatkan fokus dan kemampuan berpikir. Paparan alam bisa membantu memperbaiki fungsi kognitif baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Bahkan, suasana hijau dapat memicu kreativitas karena otak terbantu untuk beristirahat dari rangsangan berlebih khas lingkungan perkotaan.

3. Baik untuk Kesehatan Jantung

Waktu di alam umumnya disertai aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai. Aktivitas ini mampu menurunkan tekanan darah, memperbaiki detak jantung, dan mengurangi stres.

Berada di alam dapat menurunkan tekanan darah baik pada orang sehat maupun penderita hipertensi.

4. Membantu Tidur Lebih Berkualitas

Paparan cahaya alami, terutama di pagi hari, membantu mengatur ritme sirkadian tubuh. Ketika ritme tubuh selaras dengan siklus siang dan malam, kualitas tidur meningkat dan rasa kantuk di siang hari berkurang. Ini juga berpengaruh pada suasana hati dan energi harian.

Ilustrasi menghabiskan waktu di alam (Pexels/Roman Biernacki)
Ilustrasi menghabiskan waktu di alam (Pexels/Roman Biernacki)

5. Mengurangi Stres dan Rasa Cemas

Hanya 20 menit di ruang terbuka dapat menurunkan hormon stres, termasuk kortisol. Jika berada di alam lebih lama, sekitar 20 hingga 30 menit, penurunan hormon stres menjadi jauh lebih signifikan. Alam membantu otak beralih dari kewaspadaan tinggi menjadi mode relaksasi.

6. Mendorong Aktivitas Fisik

Olahraga di alam terasa lebih menyenangkan daripada latihan di dalam ruangan. Banyak orang yang melakukan aktivitas fisik di ruang terbuka lebih lama dan dengan intensitas lebih tinggi, tanpa merasa terpaksa. Hal ini mendukung kebiasaan sehat dalam jangka panjang.

7. Baik untuk Kesehatan Mental

Berada di alam terbukti menurunkan risiko depresi, kecemasan, dan stres emosional. Ruang hijau juga membantu menyeimbangkan aktivitas otak, terutama bagian prefrontal cortex yang berhubungan dengan pengaturan emosi.

Orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan dikaitkan dengan risiko depresi yang lebih rendah.

8. Membantu Pemulihan Mental Setelah Aktivitas Berat

Lingkungan perkotaan dapat memberikan sensory overload yang membuat otak lelah dan mudah kehilangan fokus.

Berada di luar ruangan, bahkan hanya dengan berjalan singkat, bisa membantu pikiran mendapatkan jeda, memulihkan konsentrasi, serta mempermudah proses pemecahan masalah.

9. Bermanfaat untuk Anak-Anak

Studi besar di Denmark menunjukkan bahwa anak yang tumbuh di lingkungan dengan ruang hijau memiliki risiko lebih rendah mengalami gangguan mental saat dewasa. Lingkungan alami mendukung perkembangan emosional dan perilaku yang lebih sehat.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komentar Negatif dan Cara Cerdas Menjaga Mental Tetap Stabil

Komentar Negatif dan Cara Cerdas Menjaga Mental Tetap Stabil

Your Say | Selasa, 02 Desember 2025 | 12:50 WIB

Berapa Langkah Kaki yang Ideal Setiap Hari agar Tubuh Tetap Sehat? Ini Penjelasannya

Berapa Langkah Kaki yang Ideal Setiap Hari agar Tubuh Tetap Sehat? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Selasa, 02 Desember 2025 | 07:24 WIB

Bullying dan Kesehatan Mental Anak: Mengapa Sekolah Belum Menjadi Ruang Aman?

Bullying dan Kesehatan Mental Anak: Mengapa Sekolah Belum Menjadi Ruang Aman?

Your Say | Selasa, 02 Desember 2025 | 08:35 WIB

Terkini

Said Iqbal Lulusan Mana? Ini Jejak Pendidikan Presiden KSPI yang Disebut Masuk Kabinet Prabowo

Said Iqbal Lulusan Mana? Ini Jejak Pendidikan Presiden KSPI yang Disebut Masuk Kabinet Prabowo

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:32 WIB

Profil Ferry Latuhihin: Ekonom Senior Prediksi Dolar Tembus Rp25.000 Sebentar Lagi

Profil Ferry Latuhihin: Ekonom Senior Prediksi Dolar Tembus Rp25.000 Sebentar Lagi

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:00 WIB

4 Moisturizer dari Brand Jepang untuk Skin Barrier, Bantu Jaga Kulit Tetap Lembap

4 Moisturizer dari Brand Jepang untuk Skin Barrier, Bantu Jaga Kulit Tetap Lembap

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:35 WIB

7 Moisturizer Lokal Mengandung SPF, Praktis untuk Skincare Pagi Hari

7 Moisturizer Lokal Mengandung SPF, Praktis untuk Skincare Pagi Hari

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:07 WIB

6 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit, Lengkap dengan Kelebihannya

6 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit, Lengkap dengan Kelebihannya

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:29 WIB

Profil Mensesneg Prasetyo Hadi, Jubir Presiden yang Curi Perhatian Publik

Profil Mensesneg Prasetyo Hadi, Jubir Presiden yang Curi Perhatian Publik

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:58 WIB

Tak Hanya Cantik, 5 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Redakan Stres Menurut Ahli

Tak Hanya Cantik, 5 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Redakan Stres Menurut Ahli

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:23 WIB

Review Sandal Barefoot Lokal Pyopp Fledge Jelajah, Aman untuk Lari?

Review Sandal Barefoot Lokal Pyopp Fledge Jelajah, Aman untuk Lari?

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:10 WIB

5 Parfum Aquatic Lokal untuk Siang Hari, Wanginya Segar dan Tidak Bikin Enek

5 Parfum Aquatic Lokal untuk Siang Hari, Wanginya Segar dan Tidak Bikin Enek

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:00 WIB

Air Bengkoang Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, hingga Review Pengguna

Air Bengkoang Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, hingga Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:58 WIB