Skor Bahasa Inggris Indonesia Masih Rendah, Pembelajaran Humanis Jadi Kunci di Era AI

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 16 Desember 2025 | 17:59 WIB
Skor Bahasa Inggris Indonesia Masih Rendah, Pembelajaran Humanis Jadi Kunci di Era AI
Belajar bahasa inggris. (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
    • Kemampuan bahasa Inggris Indonesia masih rendah dan timpang, dipengaruhi ketidakmerataan akses dan kualitas pembelajaran antarwilayah.
    • Teknologi AI membantu, tapi tidak menggantikan komunikasi manusia, sehingga kemampuan berbicara dan menulis tetap krusial.
    • Peningkatan pembelajaran produktif dan humanis mendesak, agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di level global.

Suara.com - Kemampuan bahasa Inggris masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Laporan EF English Proficiency Index (EF EPI) tahun lalu menempatkan Indonesia di peringkat ke-80 dari 116 negara dengan skor 468, masuk kategori Low Proficiency. Di tingkat Asia, Indonesia berada di posisi ke-12 dari 23 negara.

Capaian ini menunjukkan bahwa persoalan penguasaan bahasa Inggris bukan semata soal kurikulum, melainkan juga terkait akses dan pemerataan kualitas pembelajaran, dari kota besar hingga wilayah terpencil.

Ketimpangan antarwilayah masih terlihat jelas, pulau Jawa mencatat kompetensi lebih baik dibanding banyak daerah lain, menandakan perlunya peningkatan pembelajaran yang lebih merata, terutama pada kemampuan produktif seperti berbicara dan menulis.

Ilustrasi Bahasa Inggris (Freepik/Freepik)
Ilustrasi Bahasa Inggris (Freepik/Freepik)

Secara global, tren kemampuan bahasa Inggris juga stagnan. Dengan rata-rata skor dunia 477, posisi Indonesia masih berada di bawah rata-rata. Kondisi ini mempertegas urgensi perbaikan kualitas pembelajaran bahasa, khususnya di tengah tuntutan kolaborasi global yang kian meningkat.

Pertanyaan kemudian muncul: apakah kemampuan bahasa Inggris masih relevan di era teknologi AI yang semakin canggih?

Sejumlah studi menunjukkan bahwa meskipun AI mampu membantu penerjemahan dan pembelajaran teknis, ia belum mampu menggantikan nuansa komunikasi manusia—seperti spontanitas, empati, dan pemahaman konteks budaya. Karena itu, kemampuan produktif tetap menjadi penentu utama dalam dunia kerja dan interaksi lintas negara.

Dalam laporan terbarunya, EF Education First  menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris justru semakin penting.

Tahun ini, mereka memperkenalkan teknologi evaluasi berbasis AI untuk menilai kemampuan berbicara dan menulis secara lebih cepat dan akurat.

“AI saat ini sedang mengubah cara kita belajar dalam menggunakan bahasa Inggris,” ujar Fanno Hendriawan, Operations Director.

baca juga

“Namun, justru karena hal itu, nilai kemampuan berbahasa Inggris menjadi semakin penting," lanjut dia.

"AI memang bisa menerjemahkan kata, tapi belum bisa menggantikan spontanitas, empati, dan koneksi antar manusia yang hanya bisa terbentuk lewat komunikasi langsung,” lanjut Fanno Hendriawan.

Pendekatan humanis tetap menjadi fondasi pembelajaran, terutama dalam kelas tatap muka. Academic Operations Manager EF EFEKTA English for Adults Yunita Yanti, , menegaskan bahwa AI seharusnya diposisikan sebagai alat pendukung.

"AI membuka peluang baru dalam pembelajaran bahasa Inggris yang lebih personal dan adaptif,” ujarnya.

“Namun, kemajuan teknologi ini juga menuntut siswa dan pengajar untuk lebih berfokus pada kemampuan produktif, karena kemampuan berbicara dan menulis yang kuat merupakan kunci untuk komunikasi efektif di era AI," tambah dia.

Melalui EF EFEKTA English for Adults, EF melanjutkan komitmennya memadukan teknologi AI dengan pengajaran langsung.

“Harus terus diingat bahwa pembelajaran berbasis AI sejatinya adalah untuk mendukung pembelajaran utama yang masih mengikutsertakan komponen humanis; dengan tujuan agar hasil dari pembelajaran itu sendiri akan maksimal,” tutup Yunita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Camilan Sehari-hari, Lahir Kesempatan Belajar untuk Anak Yatim Piatu

Dari Camilan Sehari-hari, Lahir Kesempatan Belajar untuk Anak Yatim Piatu

Lifestyle | Senin, 15 Desember 2025 | 21:15 WIB

Teknologi Augmented Reality dalam Meningkatkan Pengalaman Belajar

Teknologi Augmented Reality dalam Meningkatkan Pengalaman Belajar

Your Say | Senin, 15 Desember 2025 | 19:00 WIB

Google Menyiapkan Disco, Peramban Eksperimental Berbasis AI untuk Ciptakan Aplikasi Web Instan

Google Menyiapkan Disco, Peramban Eksperimental Berbasis AI untuk Ciptakan Aplikasi Web Instan

Tekno | Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:24 WIB

Terkini

5 Krim Cysteamine Rekomendasi Ahli Kecantikan untuk Atasi Flek Hitam di Wajah

5 Krim Cysteamine Rekomendasi Ahli Kecantikan untuk Atasi Flek Hitam di Wajah

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:39 WIB

5 Parfum Lokal Tahan Seharian Versi Lifni Sanders, Nggak Perlu Retouch

5 Parfum Lokal Tahan Seharian Versi Lifni Sanders, Nggak Perlu Retouch

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Beda Two Way Cake dan Compact Powder, Mana yang Lebih Bagus?

Beda Two Way Cake dan Compact Powder, Mana yang Lebih Bagus?

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:05 WIB

4 Alternatif Sepatu Lari ASICS selain Novablast 5, Cocok untuk Daily Trainer Maupun Long Run

4 Alternatif Sepatu Lari ASICS selain Novablast 5, Cocok untuk Daily Trainer Maupun Long Run

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:26 WIB

Listrik PLN Mati Lapor Ke Mana? Ini Panduan Meminta Kompensasi

Listrik PLN Mati Lapor Ke Mana? Ini Panduan Meminta Kompensasi

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:25 WIB

Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli

Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:23 WIB

Agar Wanginya Tahan Lama, Parfum Sebaiknya Disemprot di Kulit atau Baju?

Agar Wanginya Tahan Lama, Parfum Sebaiknya Disemprot di Kulit atau Baju?

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:36 WIB

BrookFarm Gelar Almond Run 2026 di GBK, Targetkan Lebih dari 5.000 Peserta

BrookFarm Gelar Almond Run 2026 di GBK, Targetkan Lebih dari 5.000 Peserta

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:34 WIB

5 Panduan Memilih Ukuran Sepatu Lari yang Benar, Kaki Nyaman Bebas Cedera

5 Panduan Memilih Ukuran Sepatu Lari yang Benar, Kaki Nyaman Bebas Cedera

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:30 WIB

Apakah Sepatu Slip-On Bisa untuk Olahraga? Ini 4 Rekomendasinya yang Cocok

Apakah Sepatu Slip-On Bisa untuk Olahraga? Ini 4 Rekomendasinya yang Cocok

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:20 WIB