Mahasiswa Perlu Kompetensi Lintas Budaya, Prasmul-Canterbury Jawab Lewat Experiential Learning

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 21 Desember 2025 | 07:14 WIB
Mahasiswa Perlu Kompetensi Lintas Budaya, Prasmul-Canterbury Jawab Lewat Experiential Learning
ilustrasi mahasiswa. (freepik/jcomp)
baca 10 detik
  • Dunia kerja menuntut adaptabilitas, kecerdasan emosional, dan kepekaan lintas budaya yang belum sepenuhnya terjawab di kelas.
  • Kolaborasi Prasetiya Mulya–University of Canterbury menghadirkan pembelajaran lintas negara berbasis pengalaman nyata.
  • Mahasiswa diberi insight pasar dan riset konsumen yang aplikatif.

Suara.com - Di tengah arus globalisasi yang semakin cepat dan integrasi ekonomi lintas negara yang kian dalam, pendidikan tinggi dituntut untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik. Lebih dari itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan adaptasi, pemahaman lintas budaya, serta kepekaan terhadap dinamika pasar global yang terus berubah.

World Economic Forum (WEF) secara konsisten menempatkan adaptabilitas dan kecerdasan emosional sebagai keterampilan masa depan yang krusial, terutama karena keterkaitannya dengan kompetensi lintas budaya. Keterampilan ini menjadi fondasi penting bagi calon profesional yang akan bekerja di lingkungan multinasional dan pasar internasional.

Sejalan dengan itu, Bank Dunia mencatat kawasan Asia Timur dan Pasifik sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi global dengan kinerja yang kerap melampaui rata-rata dunia. Kawasan ini menjadi ruang strategis untuk memahami perilaku konsumen lintas negara, sekaligus menegaskan urgensi menghadirkan pengalaman belajar berperspektif global bagi mahasiswa.

Stuendet Immersion Program di kampus. (Dok. Istimew)
Stuendet Immersion Program di kampus. (Dok. Istimew)

Namun, kebutuhan tersebut belum selalu terakomodasi dalam pendekatan pembelajaran konvensional. Model belajar yang minim interaksi lintas budaya dinilai kurang mampu membekali mahasiswa dengan pengalaman internasional yang kontekstual dan aplikatif. Kondisi inilah yang mendorong perlunya pembelajaran kolaboratif berbasis pengalaman nyata.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi S1 International Marketing Universitas Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan Immersion Program bersama University of Canterbury (UC), New Zealand. Program ini dilaksanakan di Kampus BSD pada 27 November.

Sebanyak 21 mahasiswa UC dari berbagai jurusan berkolaborasi dengan 31 mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya dalam rangkaian pembelajaran berbasis experiential learning. Sejak semester pertama, mahasiswa diarahkan untuk memahami analisis perilaku konsumen dan consumer insight dalam konteks pasar global melalui interaksi lintas budaya secara langsung.

Untuk memperkuat keterkaitan dengan dunia profesional, program ini juga menghadirkan Guest Lecture dari PT Kino Indonesia Tbk. Rangkaian kegiatan mencakup diskusi kelompok, pemaparan industri, hingga final presentation yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan temuan dan rekomendasi berbasis riset konsumen.

Head of Cooperation & Partnership School of Business and Economics Universitas Prasetiya Mulya, Angelica Natasha, M.M., menyampaikan bahwa Immersion Program merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan pembelajaran global yang relevan dan berbasis pengalaman. Menurutnya, kolaborasi lintas negara membantu mahasiswa melihat konsumen bukan sekadar data, melainkan bagian dari konteks budaya yang kompleks.

Pandangan serupa disampaikan Lecturer in Marketing University of Canterbury, Dr. William Shanon. Ia menilai program ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar perspektif dan belajar memandang persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

baca juga

Dari sisi industri, GM Head of Creative and Digital Marketing PT Kino Indonesia, Christian Widi Nugraha, menilai kolaborasi dua negara dalam program ini membuka peluang lahirnya insight dan inovasi pemasaran yang lebih kaya.

Melalui Immersion Program ini, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan bisnis berorientasi global. Program Studi S1 International Marketing pun terus membekali mahasiswa dengan wawasan lintas budaya dan kemampuan analitis untuk bersaing di pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres Gibran Minta Mahasiswa ke IKN: Nilai Sendiri Kota Hantu atau Bukan

Wapres Gibran Minta Mahasiswa ke IKN: Nilai Sendiri Kota Hantu atau Bukan

Video | Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:08 WIB

Racun Sianida Akhiri Pertemanan, Mahasiswa di Jambi Divonis 17 Tahun Penjara

Racun Sianida Akhiri Pertemanan, Mahasiswa di Jambi Divonis 17 Tahun Penjara

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 20:21 WIB

4 Model City Car Honda yang Cocok untuk Mahasiswa, Irit dan Bandel

4 Model City Car Honda yang Cocok untuk Mahasiswa, Irit dan Bandel

Otomotif | Selasa, 16 Desember 2025 | 18:45 WIB

Terkini

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:05 WIB

6 Tempat Romantis di Solo Raya Pas Banget Untuk Ngedate Estetik

6 Tempat Romantis di Solo Raya Pas Banget Untuk Ngedate Estetik

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:03 WIB

Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB

Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB

Health | Kamis, 24 September 2026 | 11:03 WIB

Ulasan Almond: Belajar Memahami Emosi dan Manusia

Ulasan Almond: Belajar Memahami Emosi dan Manusia

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:00 WIB

Titik Aksi Buruh Disepakati di Depan UOB Plaza Dukuh Atas, Setelah Orasi Bakal Langsung Pulang

Titik Aksi Buruh Disepakati di Depan UOB Plaza Dukuh Atas, Setelah Orasi Bakal Langsung Pulang

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:59 WIB

Red Flag, Green Flag, dan Beige Flag: Bikin Sadar Diri atau Malah Overthinking?

Red Flag, Green Flag, dan Beige Flag: Bikin Sadar Diri atau Malah Overthinking?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 10:58 WIB

Fasilitas Menyimpang Ditemukan di Lapas Cibinong, Komisi II DPR Turun Tangan

Fasilitas Menyimpang Ditemukan di Lapas Cibinong, Komisi II DPR Turun Tangan

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:56 WIB

Polda Metro Dalami Peran Ipda Yayat di Kasus Suap Bekasi, Pengajuan Pensiun Dini Bakal Ditelaah

Polda Metro Dalami Peran Ipda Yayat di Kasus Suap Bekasi, Pengajuan Pensiun Dini Bakal Ditelaah

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:55 WIB

Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tembus Rp17.900, Dolar AS Menggila Pagi Ini

Nilai Tukar Rupiah Nyaris Tembus Rp17.900, Dolar AS Menggila Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 10:54 WIB

Mau Rakit PC Ryzen 9000? Ini 5 Motherboard yang Wajib Dilirik

Mau Rakit PC Ryzen 9000? Ini 5 Motherboard yang Wajib Dilirik

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 10:50 WIB

×