- Lansia memerlukan sepatu jalan yang fokus pada stabilitas, cengkeraman kuat, serta kemudahan pemakaian.
- Sepatu lari tidak ideal untuk lansia karena perbedaan biomekanik antara lari dan jalan kaki.
- Berikut ciri sepatu lari yang sebaiknya tidak digunakan oleh lansia.
Suara.com - Saat ingin membelikan sepatu untuk orang tua, kita sering kali langsung menuju rak "Running Shoes" dengan anggapan bahwa sepatu lari adalah kasta tertinggi dalam hal kenyamanan dan teknologi bantalan.
Namun, bagi lansia yang berumur 60 tahun ke atas, menggunakan sepatu lari untuk aktivitas jalan kaki harian justru bisa menjadi bumerang.
Secara biomekanik, gerakan lari (running) dan jalan kaki (walking) sangatlah berbeda. Salah memilih sepatu bukan hanya soal kaki pegal, tapi bisa meningkatkan risiko jatuh yang fatal bagi lansia.
Agar tidak salah investasi, berikut adalah 5 ciri sepatu lari yang sebaiknya tidak digunakan oleh lansia untuk aktivitas jalan kaki:
1. Memiliki Bantalan "Super Foam" yang Terlalu Tinggi (Max Cushion)
Saat ini sedang tren sepatu lari dengan sol sangat tebal dan empuk seperti awan. Bagi pelari muda, ini membantu meredam benturan. Namun bagi lansia, bantalan yang terlalu tebal dan "mental" justru menghilangkan ground feel (sensasi menyentuh tanah).
Lansia membutuhkan stabilitas. Bantalan yang terlalu empuk dan tinggi membuat pijakan menjadi goyah, mirip seperti berjalan di atas kasur busa. Ini sangat berbahaya karena bisa memicu hilangnya keseimbangan dan risiko terkilir.

2. Desain Sol yang Melengkung Ekstrem (Rocker Geometry)
Banyak sepatu lari modern didesain dengan bentuk sol yang melengkung ke atas di bagian depan dan belakang (rocker shape). Tujuannya adalah untuk "memaksa" pelari terus maju ke depan dengan transisi cepat.
Baca Juga: 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
Bagi orang tua yang kecepatan jalannya sudah melambat, desain ini justru bisa membuat mereka merasa seperti "terdorong" ke depan sebelum siap melangkah. Ketidakstabilan ini sering kali memicu rasa pusing atau perasaan tidak aman saat menapak di permukaan yang tidak rata.
3. Menggunakan Teknologi Karbon (Carbon Plate)
Sepatu lari kelas atas biasanya dilengkapi dengan pelat karbon di dalamnya untuk meningkatkan kecepatan. Sepatu jenis ini biasanya sangat kaku dan tidak fleksibel.
Jalan kaki membutuhkan sepatu yang bisa menekuk secara alami mengikuti gerakan bola kaki. Jika sepatu terlalu kaku (seperti sepatu lari profesional), otot kaki lansia akan bekerja jauh lebih keras hanya untuk menekuk sepatu, yang berujung pada nyeri betis dan kelelahan otot yang prematur.
4. Bagian Tumit yang Terlalu Sempit dan Tidak Stabil
Sepatu lari seringkali didesain ramping untuk aerodinamika. Padahal, lansia membutuhkan heel counter (bagian belakang sepatu) yang kokoh dan lebar untuk menopang tumit agar tidak bergeser ke kanan atau kiri.