Estetika Modern Tak Lagi Sekadar Tampilan, Ketahanan Sel Kulit Jadi Prioritas

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:44 WIB
Estetika Modern Tak Lagi Sekadar Tampilan, Ketahanan Sel Kulit Jadi Prioritas
Ilustrasi kecantikan alami
Baca 10 detik

 

    • Industri perawatan kulit memasuki fase longevity, dengan fokus pada ketahanan biologis dan fungsi sel kulit dalam jangka panjang, bukan lagi hasil instan.

    • Riset NAD+ menyoroti peran penting energi dan regenerasi sel dalam proses penuaan kulit, termasuk dampak paparan lingkungan dan stres kronis terhadap fungsi seluler.

    • Pendekatan berbasis sains seluler dan epigenetik mulai diadopsi dalam praktik estetika, menghubungkan riset biologi sel dengan protokol perawatan klinis modern.

Suara.com - Industri perawatan kulit global tengah memasuki fase baru. Fokus yang sebelumnya bertumpu pada hasil instan kini bergeser ke pendekatan longevity, yaitu menjaga kesehatan dan ketahanan biologis kulit dalam jangka panjang.

Pendekatan ini menekankan bahwa penuaan bukan sekadar persoalan tampilan, melainkan proses biologis hingga ke tingkat sel.

Paparan sinar matahari, polusi, stres, dan peradangan ringan yang berlangsung terus-menerus terbukti memengaruhi cara sel kulit bekerja.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan fungsi pelindung kulit sekaligus memperlambat regenerasi alami.

Ilustrasi toner. [Pexels]
Ilustrasi toner. [Pexels]

Salah satu molekul yang menjadi sorotan dalam riset estetika modern adalah NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide).

Molekul ini berperan sebagai “sumber energi” bagi sel, terlibat dalam produksi energi, perbaikan DNA, pengendalian peradangan, serta mekanisme alami tubuh yang berkaitan dengan penuaan sehat.

Sejumlah publikasi ilmiah menunjukkan bahwa kadar NAD+ menurun seiring bertambahnya usia dan meningkatnya paparan stres lingkungan, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas fungsi sel kulit.

DL Beauty mengadopsi pendekatan berbasis NAD+ melalui konsep “Decoding Longevity”, yang menempatkan sains regeneratif sebagai fondasi perawatan kulit modern.

Tujuannya bukan hanya memperbaiki tampilan visual, tetapi juga mengoptimalkan fungsi biologis kulit agar tetap stabil dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kecantikan yang Mematikan: Ancaman Pemutih Kulit Mengandung Merkuri

Konsep ini diwujudkan dalam sistem perawatan dan protokol klinis FOURGENIC, dikembangkan oleh dr. Dedy Chandra, pendiri sekaligus dokter estetika DL Beauty dengan pengalaman lebih dari dua dekade.

Sistem ini dirancang sebagai jembatan antara praktik klinis dan perkembangan riset global di bidang biologi sel, epigenetik, dan longevity.

“Pendekatan terhadap penuaan kulit perlu bergeser dari pola korektif menjadi preventif dan regeneratif. Kualitas kulit sangat ditentukan oleh bagaimana sel bekerja dan mempertahankan fungsinya. Karena itu, perawatan perlu dimulai dari tingkat biologis paling dasar,” ujar dr. Dedy.

Sistem FOURGENIC dibangun berdasarkan prinsip epigenetik, yakni pemahaman bahwa cara kerja gen dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan intervensi biologis yang tepat.

Dalam pengembangannya, sistem ini mengombinasikan Nicotinamide Riboside sebagai pendukung pembentukan NAD+, Copper Tripeptide untuk membantu regenerasi jaringan kulit, serta Resveratrol yang berperan melindungi sel dari stres oksidatif.

Sebagai bagian dari penguatan berbasis riset, DL Beauty membentuk DL Beauty Research Centre yang berfokus pada observasi klinis, pengembangan protokol berbasis NAD+, serta edukasi bagi tenaga medis di Indonesia.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI