Pandangan Ulama: Nikah Tanpa Wali Tetap Tidak Sah
Mayoritas ulama sepakat bahwa pernikahan yang dilaksanakan tanpa wali (baik bagi gadis maupun janda) tidak sah.
Hadis Nabi Muhammad SAW secara tegas menyebutkan bahwa tidak ada pernikahan tanpa wali.
Oleh karena itu, klaim bahwa janda boleh menikah tanpa wali dinilai sebagai pemahaman yang keliru dan tidak sejalan dengan pendapat mayoritas ulama.
Dalam praktiknya, jika wali nasab tidak ada atau tidak memenuhi syarat, Islam telah menyediakan solusi berupa wali hakim, bukan menghilangkan wali sama sekali.
Perspektif Hukum Pernikahan di Indonesia
Selain dari sisi agama, hukum pernikahan di Indonesia juga menegaskan pentingnya wali. Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), wali merupakan salah satu unsur yang wajib ada dalam pernikahan umat Islam.
Pernikahan yang dilangsungkan tanpa wali yang sah berpotensi dianggap tidak sah secara hukum negara dan dapat menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Artinya, pernikahan tanpa wali bukan hanya bermasalah secara agama, tetapi juga berisiko secara administratif dan legal.
Baca Juga: Tak Pernah Minta Maaf ke Istri Pertama Insanul, Inara Rusli Batal Diundang TV Usai Diprotes
Hikmah Kehadiran Wali dalam Pernikahan
Keberadaan wali memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar memenuhi syarat hukum. Wali berfungsi sebagai pelindung hak perempuan, penyeimbang keputusan, serta penjaga nilai kehati-hatian dalam memilih pasangan hidup.
Dalam konteks sosial, wali juga menjadi simbol keterlibatan keluarga dan legitimasi pernikahan di mata masyarakat.
Pernyataan bahwa janda boleh menikah tanpa wali, seperti yang diungkapkan Inara Rusli, tidak sejalan dengan pandangan mayoritas ulama dan ketentuan hukum pernikahan di Indonesia.
Dalam Islam, wali tetap merupakan syarat sah pernikahan, baik bagi perempuan yang belum pernah menikah maupun yang berstatus janda.
Yang membedakan hanyalah hak persetujuan, bukan penghapusan peran wali.