Suara.com - Keinginan memiliki kulit cerah dan bebas flek membuat banyak orang rela mencoba berbagai produk skincare ataupun kosmetik, terutama krim malam dan produk pencerah.
Sayangnya, tidak semua kosmetik yang beredar aman digunakan. Di balik klaim "putih cepat", "glowing instan", atau "flek langsung memudar", bisa saja tersembunyi bahan kimia berbahaya yang justru merusak kulit dalam jangka panjang.
Pada akhir tahun 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengungkap temuan kosmetik berbahaya hasil pengawasan rutin.
Dalam periode Oktober-Desember 2025, BPOM menemukan 26 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang, salah satunya adalah hidrokuinon.
Bahan ini kerap disalahgunakan dalam produk kecantikan karena efek mencerahkannya yang terlihat cepat, namun berisiko tinggi jika dipakai tanpa pengawasan medis.
Apa Itu Hidrokuinon?

Hidrokuinon adalah bahan kimia yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan melanin (pigmen kulit).
Dalam dunia medis, hidrokuinon dapat digunakan secara terbatas dan berdasarkan resep dokter untuk kondisi tertentu seperti hiperpigmentasi berat.
Namun, penggunaan hidrokuinon dalam kosmetik yang dijual bebas tanpa pengawasan dokter dilarang karena berpotensi menimbulkan efek samping serius, terutama jika digunakan dalam jangka panjang atau dengan dosis tinggi.
Efek Samping Hidrokuinon Jika Dipakai Sembarangan
Penggunaan kosmetik yang mengandung hidrokuinon secara ilegal dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain:
Baca Juga: BPOM Ungkap Peredaran Pangan Ilegal dan Kedaluwarsa Jelang Nataru, Nilainya Capai Rp 42 Miliar
- Ochronosis, yaitu kondisi kulit menjadi lebih gelap, kebiruan, atau keabu-abuan secara permanen
- Iritasi kulit, kemerahan, rasa terbakar, dan perih
- Kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari
- Perubahan warna kornea mata dan kuku
- Risiko kerusakan kulit jangka panjang yang sulit diperbaiki
Alih-alih membuat kulit sehat, penggunaan hidrokuinon tanpa kontrol justru bisa memperburuk kondisi kulit dan menimbulkan masalah baru.
Daftar Kosmetik Berbahaya Mengandung Hidrokuinon (Temuan BPOM)
Berdasarkan lampiran temuan BPOM Triwulan IV tahun 2025 yang dirilis pada 15 Januari 2026, berikut produk kosmetik yang teridentifikasi mengandung hidrokuinon, baik sebagai satu-satunya bahan berbahaya maupun dikombinasikan dengan zat terlarang lainnya:
- ERME Melasma Cream (Mengandung Asam Retinoat dan Hidrokuinon)
- ERME Night Cream Step I (Mengandung Asam Retinoat, Mometason Furoat, dan Hidrokuinon)
- ERME Night Cream Step II (Mengandung Asam Retinoat, Mometason Furoat, dan Hidrokuinon)
- ERME Night Cream Step III (Mengandung Asam Retinoat, Mometason Furoat, dan Hidrokuinon)
- ERME Night Cream Step IV (Mengandung Asam Retinoat, Mometason Furoat, dan Hidrokuinon)
- ERME Night Gel Glowing Booster I (Mengandung Asam Retinoat dan Hidrokuinon)
- ERME Night Gel Glowing Booster II (Mengandung Asam Retinoat dan Hidrokuinon)
- ERME Night Gel Glowing Booster III (Mengandung Asam Retinoat dan Hidrokuinon)
- Jameela Skincare Glowing Night Cream (Mengandung Asam Retinoat dan Hidrokuinon)
- Krim beretiket Biru Night Luxury Whitening (Mengandung Asam Retinoat dan Hidrokuinon)
- MAXIE Beautiful Night Cream (Mengandung Asam Retinoat, Mometason Furoat, dan Hidrokuinon)
- MELASMA Khusus Flek Berat dengan Extra Whitening (Mengandung Asam Retinoat dan Hidrokuinon)
- Night Cream Glow (Mengandung Asam Retinoat dan Hidrokuinon)
- Night Lotion Whitening Extra White (Mengandung Hidrokuinon)
- TBT Glow Skin Care Brightening Glasskin Night Cream (Mengandung Hidrokuinon)
Untuk melihat keterangan selengkapnya, silakan klik di sini
Bahan Berbahaya Lain yang Ditemukan Bersamaan
Selain hidrokuinon, BPOM juga menemukan beberapa bahan berbahaya lain dalam produk kosmetik ilegal, di antaranya:
- Asam retinoat: dapat menyebabkan iritasi berat, kulit mengelupas, dan berbahaya bagi ibu hamil
- Mometason furoat dan deksametason: termasuk kortikosteroid yang dapat menipiskan kulit dan mengganggu keseimbangan hormon
- Merkuri: berisiko menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan saraf, dan perubahan warna kulit
- Klindamisin: dapat memicu iritasi dan resistensi antibiotik jika digunakan sembarangan
Kombinasi bahan-bahan ini sering ditemukan dalam produk “racikan” atau skincare tanpa izin edar resmi.
Cara Aman Menghindari Kosmetik Berbahaya
Agar terhindar dari risiko penggunaan kosmetik berbahaya, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan: