.
Netralitas politik menjadi salah satu faktor utama. Negara yang tidak terikat aliansi militer besar cenderung tidak masuk daftar target awal.
Letak geografis juga sangat berpengaruh. Negara yang jauh dari pusat kekuatan nuklir dan tidak berada di jalur strategis militer memiliki risiko lebih kecil terkena serangan langsung.
Selain itu, ketahanan pangan dan ketersediaan sumber daya alam menjadi penentu penting. Dalam kondisi global yang kacau, negara yang mampu memenuhi kebutuhan warganya sendiri akan lebih siap bertahan.
Populasi yang tidak terlalu padat serta infrastruktur sipil yang tangguh juga menjadi nilai tambah dalam menghadapi krisis berkepanjangan.
Lalu, Apakah Indonesia Aman?
Indonesia memiliki beberapa keunggulan jika dilihat dari kacamata geopolitik global. Sejak awal, Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, yang berarti tidak berpihak pada blok militer mana pun.
Posisi geografis Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa juga memberi keuntungan tersendiri. Jika nuclear winter terjadi, penurunan suhu ekstrem diperkirakan tidak separah wilayah lintang tinggi.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia relatif jauh dari pusat kekuatan nuklir dunia. Hal ini mengurangi kemungkinan menjadi target serangan langsung dalam konflik awal.
Indonesia juga dianugerahi sumber daya alam yang melimpah. Potensi pangan, air, dan energi sebenarnya cukup besar untuk menopang kehidupan dalam negeri, meski pengelolaannya masih menjadi tantangan.
Namun, aman bukan berarti tanpa risiko. Indonesia tetap akan terdampak secara tidak langsung, mulai dari gangguan perdagangan global, kenaikan harga pangan, hingga krisis ekonomi dunia yang sulit dihindari.
Baca Juga: Harga Bitcoin Terjun Bebas Gegara Perang Tarif Eropa-AS, Analis Ungkap Proyeksinya