Waspada Virus Nipah: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan yang Penting Diketahui

Nur Khotimah, Dita Alvinasari

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:10 WIB
Waspada Virus Nipah: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan yang Penting Diketahui
Ilustrasi virus Nipah (Freepik)
baca 10 detik
  • Virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia dan melalui kontak dengan cairan tubuh orang atau hewan yang terinfeksi.
  • Belum ada vaksin atau obat khusus, dan tingkat kematian bisa mencapai 40–75%.
  • Pencegahan termasuk menghindari buah terkontaminasi, menjaga kebersihan, serta segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala setelah bepergian ke daerah terdampak.

Suara.com - Virus Nipah kembali muncul di India dengan lima kasus terkonfirmasi di Benggala Barat. Berbagai negara pun merespons cepat terhadap situasi ini, termasuk Indonesia.

Dari lima kasus tersebut, termasuk dua perawat dan satu dokter di sebuah rumah sakit swasta, di mana dua perawat dilaporkan dalam kondisi kritis.

India saat ini pun berupaya menahan penyebaran virus Nipah dengan memberlakukan karantina, pelacakan kontak, dan pengawasan darurat di wilayah terdampak.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan hingga saat ini belum ada kasus konfirmasi virus Nipah.

Pemerintah terus memantau perkembangan situasi serta memperketat pengawasan terhadap orang, barang, hingga alat angkut dari negara yang melaporkan kasus.

Kemenkes juga telah mengeluarkan notifikasi atau disease alert terkait kejadian ini melalui laman infeksiemerging.kemkes.go.id.

Ilustrasi virus nipah. (Shutterstock)
Ilustrasi virus nipah (Shutterstock)

Informasi Lengkap Virus Nipah: Penyebab, Gejala, Cara Penularan, dan Pengobatan

Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, biasanya dari kelelawar buah ke hewan ternak.

Melansir dari laman Siloam Hospital, wabah virus Nipah pertama kali ditemukan pada 1999 di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi dekat Sungai Nipah.

baca juga

Saat itu, penebangan hutan besar-besaran memaksa kelelawar berpindah ke kawasan peternakan dan menularkan virus ke babi.

Sejak itu, wabah virus Nipah hampir terjadi setiap tahun di beberapa negara Asia, terutama Bangladesh dan India.

WHO mengklasifikasikan virus ini sebagai patogen berisiko tinggi karena potensi penularan dan fatalitasnya.

Penyebab Virus Nipah

Virus Nipah biasanya menyebar dari kelelawar buah ke hewan ternak atau hewan peliharaan yang memiliki kontak langsung dengan manusia.

Selain itu, virus ini juga dapat menginfeksi manusia melalui beberapa cara, antara lain:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Baru Virus Nipah: Tingkat Kematian 75%, Thailand Waspada, Apa Gejalanya?

Ancaman Baru Virus Nipah: Tingkat Kematian 75%, Thailand Waspada, Apa Gejalanya?

News | Senin, 26 Januari 2026 | 13:06 WIB

Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia

Bukan Virus Baru, Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Super Flu di Indonesia

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 14:09 WIB

Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia

Waspada! Ini 12 Gejala Super Flu pada Anak, Virus Mulai Merebak di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:15 WIB

Apa Itu EEHV? Virus Herpes Gajah yang Dikenal Mematikan, Begini Cara Penularannya

Apa Itu EEHV? Virus Herpes Gajah yang Dikenal Mematikan, Begini Cara Penularannya

Lifestyle | Minggu, 07 Desember 2025 | 13:08 WIB

Terkini

Viral Jajan di Wisata Cibodas, Beli Mie Rebus dan Nasi Goreng Bayar Hampir Seperempat Juta

Viral Jajan di Wisata Cibodas, Beli Mie Rebus dan Nasi Goreng Bayar Hampir Seperempat Juta

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:23 WIB

Sekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

Sekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Cara Eksfoliasi Leher Agar Tidak Belang Pakai Glycolic Acid, Ini 3 Rekomendasi Tonernya

Cara Eksfoliasi Leher Agar Tidak Belang Pakai Glycolic Acid, Ini 3 Rekomendasi Tonernya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Suzuki Pamerkan Deretan Mobil Hybrid Unggulan di GIIAS Makassar 2026

Suzuki Pamerkan Deretan Mobil Hybrid Unggulan di GIIAS Makassar 2026

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Jenna Ortega Beber Rencana Hiatus Usai Perilisan Serial Wednesday 3

Jenna Ortega Beber Rencana Hiatus Usai Perilisan Serial Wednesday 3

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Berhenti Meromantisasi Kemiskinan! Rakyat Bukan Peserta Lomba Bertahan Hidup

Berhenti Meromantisasi Kemiskinan! Rakyat Bukan Peserta Lomba Bertahan Hidup

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI

Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Pemegang Saham Setujui Demutualisasi Bursa, Danantara Siap Genggam Pasar Modal Indonesia?

Pemegang Saham Setujui Demutualisasi Bursa, Danantara Siap Genggam Pasar Modal Indonesia?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:16 WIB

OC Kaligis Kritisi RUU Perampasan Aset: Sarat Inkonsistensi dan Bisa Jadi 'Hukuman Tanpa Vonis'

OC Kaligis Kritisi RUU Perampasan Aset: Sarat Inkonsistensi dan Bisa Jadi 'Hukuman Tanpa Vonis'

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:16 WIB

Strategi Kreatif Era Digital: Jaga Mutu Bahasa Ibu di Tengah Dikte Algoritma

Strategi Kreatif Era Digital: Jaga Mutu Bahasa Ibu di Tengah Dikte Algoritma

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×