- Masyarakat Tionghoa meyakini hujan saat Imlek merupakan berkah Tian simbol rezeki, kesuburan, serta pembersihan kesialan tahun lalu.
- Secara ilmiah, Imlek sering hujan karena perayaan tersebut jatuh di puncak musim hujan antara Januari hingga Februari.
- Faktor penyebab ilmiah hujan saat Imlek mencakup angin monsun barat, pemanasan suhu akibat posisi matahari, dan ITCZ.
Suara.com - Setiap kali perayaan Tahun Baru Imlek tiba, ada satu fenomena yang selalu terjadi yaitu, hujan.
Mulai dari gerimis syahdu hingga hujan deras, fenomena ini begitu sering terjadi sampai-sampai banyak dari kita bertanya-tanya, kenapa Imlek selalu hujan?
Apakah ini benar-benar pertanda berkah yang turun dari langit, atau ada penjelasan ilmiah di baliknya? Bagi anak muda, Gen Z, dan milenial, pertanyaan ini sering kali memicu perdebatan seru antara kepercayaan turun-temurun dan logika sains.
Daripada bingung, yuk kita bedah tuntas kedua sisinya. Siap-siap, karena jawabannya mungkin lebih menarik dari yang kamu kira!
Mitos dan Kepercayaan
Bagi masyarakat Tionghoa, hujan yang turun saat Imlek bukan sekadar air dari langit. Hujan ini dipandang sebagai simbol suci yang membawa makna mendalam.
1. Berkah dari Tian (Langit)
Dalam kepercayaan tradisional Tionghoa, hujan dianggap sebagai berkah yang diturunkan oleh Tian atau para dewa.
Turunnya hujan di awal tahun baru melambangkan harapan akan rezeki, kesuburan, dan kemakmuran yang akan melimpah sepanjang tahun.
2. Pembersihan Diri
Baca Juga: Kapan Waktunya Ganti Karet Wiper? Ini Pertanda Waktunya Cari Baru
Air hujan dipercaya memiliki kekuatan untuk "mencuci" atau membersihkan segala nasib buruk dan kesialan dari tahun yang lalu.
Dengan begitu, semua orang bisa memulai tahun yang baru dengan keadaan yang bersih, suci, dan penuh harapan baik.
"Air itu kan rezeki," ungkapan ini sering kita dengar. Dalam filosofi Tionghoa, air (shui) adalah elemen penting yang identik dengan aliran kekayaan dan keberuntungan.
Jadi, hujan deras saat Imlek diartikan sebagai pertanda bahwa "keran rezeki" akan terbuka lebar di tahun yang baru.
Kepercayaan ini diwariskan dari generasi ke generasi. Ia memberikan makna spiritual pada fenomena alam, mengubah hujan yang mungkin dianggap mengganggu menjadi sebuah perayaan harapan.
Penjelasan Ilmiah Imlek Sering Hujan
Di sisi lain, sains memberikan penjelasan yang jauh lebih logis dan terukur. Jika kita melihat kalender, perayaan Imlek yang menggunakan sistem penanggalan lunisolar selalu jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari.