Elegi Gula Semut, Asa Baru Ekonomi Hijau di Jantung Sabu Raijua

Rendy Adrikni Sadikin

Minggu, 08 Februari 2026 | 19:26 WIB
Elegi Gula Semut, Asa Baru Ekonomi Hijau di Jantung Sabu Raijua
Gula semut.(Dokumentasi pribadi)
baca 10 detik
  • Kelompok Tani Suka Maju di Sabu Raijua mengembangkan gula semut sebagai alternatif bernilai jual tinggi dibandingkan gula cair tradisional.
  • Kelompok yang dipimpin Semuel Uly ini terkendala kapasitas produksi yang belum mampu memenuhi permintaan pasar ekspor dan hotel.
  • Tantangan utama adalah kebiasaan masyarakat yang lebih menyukai produksi gula cair karena dianggap lebih praktis dan mudah.

Tantangan budaya dan preferensi terhadap gula cair

Meski memiliki potensi ekonomi tinggi, kelompok Tani Suka Maju masih harus berjuang melawan tantangan sosiokultural yang mengakar kuat. Nah, menurut Semuel, salah satu tantangan terbesar dalam proses pembuatan gula semut ini adalah budaya kerja masyarakat yang belum terbiasa bekerja dalam sistem kelompok.

“Masyarakat tidak terbiasa bekerja dalam kelompok. Ini menjadi tantangan utama kami,” ujar Semuel yang jujur mengakui tantangan signifikan di tengah beragam kekuatan dan peluang yang dimiliki kelompok Tani Suka Maju.

Semuel mengatakan model kerja berkelompok ini baru diterapkan masyarakat ketika mengumpulkan produk gula semut. Nah sementara itu, untuk produks gula semuti, proses pengolahan dan pemasaran masih dilakoni masyarakat secara individiual. Tak pelak, kondisi ini mengurangi efisiensi dan kualitas produk gula semut yang timpang serta tidak seragam.

Jarak tempat tinggal pun, menurut Semuel, menjadi tantangan tersendiri. Kekinian, ada dua anggota kelompok yang memiliki jarak tempat tinggal cukup jauh dari anggota lainnya. Nah, hal ini tentunya menyulitkan koordinasi hingga kegiatan bersama.

Tidak hanya kendala kerja sama tim, tantangan besar lainnya adalah cara pandang masyarakat. Sebagian besar masyarakat  menganggap produksi gula semut terlalu menyita waktu. Sedangkan, gula cair tradisional lebih mudah diproduksi. Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat berpikir seperti ini.

“Masyarakat lebih memilih produksi gula Sabu cair karena dianggap praktis. Proses produksi gula semut dianggap lebih rumit dibandingkan dengan produksi gula cair,” tutur Semuel.

Persepsi ini tentunya menjadi batasan psikologis yang menghambat masyarakat untuk beralih, bahkan menambah produksi gula semut, sebagai alternatif pendapatan. Padahal, gula semut memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya simpan lebih tahan lama ketimbang gula cair.

Celakanya, ketergantungan terhadap gula cair ini juga mengancam keberlangsungan usaha gula semut. Ketika harga gula cair bagus atau permintaannya sedang meroket, masyarakat cenderung fokus untuk memproduksi gula cair. Sementara, produksi gula semut terabaikan.

baca juga

Berdasarkan data yang dihimpun dari beragam sumber, di pasar Nusa Tenggara Timur, harga gula semut lontar biasanya berkisar Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per kilogram. Sementara, harga gula cair Rp 150 ribu per 5 liter atau setara dengan kurang lebih Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per liter atau kilogram.

Dukungan untuk para petani lontar

GEF SGP Indonesia mendukung komunitas petani lontar, di antaranya melalui peningkatan nilai tambah. Pihaknya membantu pengolahan gula sabu menjadi produk premium agar petani mendapatkan harga lebih adil untuk setiap panjatan berbahaya yang mereka lakukan.

“Selain itu, ada pula regenerasi ekosistem, yakni memastikan bahwa untuk setiap pohon yang dipanjat, bibit baru ditanam untuk generasi berikutnya. Kami juga menyoroti sisi keamanan dan inovasi. Dalam hal ini, menjajaki teknologi tepat guna yang dapat mengurangi beban fisik tanpa menghapus praktik budaya tersebut,” kata Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala.

Kerja yang dilakukan di Sabu Raijua di bawah GEF SGP Indonesia Fase 7, imbuh Sidi, merupakan cetak biru tentang bagaimana manajemen bentang alam berbasis masyarakat dapat berjalan. Dalam setetes gula cair emas khas Sabu, terdapat kisah ketangguhan, inovasi, dan harapan untuk masa depan yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon

Lontar dan Filosofi Kecukupan, Memahami Orang Sabu Lewat Sebatang Pohon

Lifestyle | Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:50 WIB

Menjaga Warisan Leluhur, Rahasia Ketangguhan Masyarakat Adat Jingitiu di Tanah Sabu

Menjaga Warisan Leluhur, Rahasia Ketangguhan Masyarakat Adat Jingitiu di Tanah Sabu

Lifestyle | Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:58 WIB

Menjemput Air di Jantung Kebun, Ikhtiar Desa Lobohede Sabu Raijua Lawan Krisis Iklim

Menjemput Air di Jantung Kebun, Ikhtiar Desa Lobohede Sabu Raijua Lawan Krisis Iklim

Lifestyle | Kamis, 29 Januari 2026 | 10:18 WIB

Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif

Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif

Lifestyle | Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:00 WIB

Kedaulatan Data dan Kearifan Lokal, Pondasi Sabu Raijua Hadapi Krisis Iklim Global

Kedaulatan Data dan Kearifan Lokal, Pondasi Sabu Raijua Hadapi Krisis Iklim Global

Lifestyle | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×