4. Merah Muda
Selain merah, warna merah muda juga dianggap membawa aura positif. Warna ini melambangkan cinta, kelembutan, kebahagiaan, dan kehangatan emosional.
Bagi Anda yang ingin menarik energi positif dalam hubungan asmara atau mempererat ikatan keluarga, merah muda bisa menjadi pilihan yang tepat saat perayaan Imlek.
5. Emas
Warna emas selalu dikaitkan dengan kemewahan dan kemakmuran. Dalam tradisi Tionghoa, emas melambangkan kekayaan yang berlimpah serta keberhasilan finansial.
Mengenakan pakaian dengan sentuhan emas, baik dalam bentuk motif, bordir, maupun aksesori, dipercaya dapat menarik energi rejeki dan keberuntungan sepanjang tahun.
6. Biru
Biru memberikan kesan sejuk, damai, dan menenangkan. Dalam Feng Shui, biru berkaitan dengan kebijaksanaan, penyembuhan, serta stabilitas emosional.
Bagi Anda yang ingin memulai tahun baru dengan pikiran jernih dan hati yang tenang, biru bisa menjadi pilihan warna yang tepat.
Warna yang Sebaiknya Dihindari saat Imlek
Selain warna-warna yang dianjurkan, ada pula warna yang sebaiknya tidak dikenakan saat Imlek karena memiliki makna kurang baik dalam budaya Tionghoa, yaitu putih dan hitam.
Putih
Putih sering dikaitkan dengan suasana duka dan kematian. Warna ini lazim digunakan dalam upacara pemakaman. Karena itu, mengenakan pakaian serba putih saat Imlek dianggap kurang tepat. Meski begitu, dalam konteks tertentu putih masih bisa dipadukan dengan warna keberuntungan lain agar tidak mendominasi keseluruhan tampilan.
Hitam
Hitam juga dianggap kurang membawa keberuntungan dalam perayaan Imlek. Dalam Feng Shui, hitam sering diasosiasikan dengan kesedihan dan energi berat. Oleh sebab itu, warna ini tidak dianjurkan untuk dipakai pada hari-hari perayaan yang penuh sukacita.
Tak hanya warna, kondisi pakaian juga menjadi perhatian saat Imlek. Pakaian yang robek, pudar, atau terlihat lusuh dipercaya membawa energi negatif dan melambangkan kesialan.