نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailati min Ramadhâna lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
"Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Agar mandi wajib sah, ada rukun yang harus dipenuhi. Secara umum, ada tiga hal utama:
- Berniat mengangkat hadas besar.
- Menghilangkan najis yang menempel di tubuh.
- Meratakan air ke seluruh tubuh tanpa ada bagian yang terlewat.
Supaya lebih sempurna, berikut tata cara mandi wajib yang dianjurkan:
Pertama, membaca niat ketika air pertama kali menyentuh tubuh. Setelah itu, cuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali. Bersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor seperti kemaluan dan area lipatan tubuh dengan tangan kiri.
Kemudian, berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Setelah selesai, guyur kepala sebanyak tiga kali hingga air sampai ke akar rambut dan kulit kepala. Jika rambut tebal, sela-sela dengan jari agar air benar-benar meresap.
Terakhir, siram seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu kiri. Pastikan tidak ada bagian yang kering, termasuk lipatan kulit, sela jari, pusar, dan belakang telinga. Menggosok tubuh saat mandi juga dianjurkan agar air merata sempurna.
Doa Sesudah Mandi Wajib
Setelah selesai mandi dan berwudhu, dianjurkan membaca doa seperti doa setelah wudhu:
Arab:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ.
Latin:
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu. Allahummaj’alni minattawwabina waj’alni minal mutathahhirin.