-
Jadwal Subuh Muhammadiyah resmi ditambah 8 menit dari standar waktu nasional.
-
Perubahan Jadwal Subuh Muhammadiyah ini berlandaskan kajian ilmu astronomi dan syariat.
-
Aturan Jadwal Subuh Muhammadiyah ini memberikan kelonggaran waktu sahur umat Muslim.
Melalui Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-13 tahun 2020, para ulama Muhammadiyah bersepakat mengubah parameter ketinggian matahari di bawah ufuk (dip).
Jika sebelumnya Indonesia menggunakan kriteria -20 derajat, kini Muhammadiyah mengoreksinya menjadi -18 derajat di bawah ufuk.
Perubahan 2 derajat ini setara dengan durasi sekitar 8 menit. Artinya, jadwal Subuh yang selama ini beredar dianggap terlalu pagi sekitar 8 menit dari kemunculan fajar shadiq yang sebenarnya.
Standar Internasional
Keputusan Muhammadiyah ini bukanlah langkah tanpa dasar yang kuat. Pandangan ini didukung oleh mayoritas ulama ahli astronomi di dunia.
Selain itu, kriteria -18 derajat juga telah lama diadopsi oleh banyak negara Muslim dan komunitas Muslim internasional, seperti Malaysia, Turki, Inggris, Prancis, Australia, hingga Nigeria.
Dengan adanya penyesuaian ini, warga Muhammadiyah kini memiliki acuan waktu yang dianggap lebih akurat secara sains dan syariat, sekaligus memberikan kelonggaran waktu bagi mereka yang sedang menyantap hidangan sahur di bulan Ramadan.