- Niat puasa Ramadan wajib dilakukan pada malam hari sebelum fajar tiba.
- Jika lupa niat, umat Islam wajib tetap menahan diri atau imsak.
- Solusi darurat adalah berniat di pagi hari mengikuti Mazhab Abu Hanifah.
Suara.com - Saat menjalankan ibadah puasa, banyak orang sering kali lupa membaca niat puasa yang menjadi salah satu kewajiban di bulan Ramadan 2026.
Namun, Anda tak perlu khawatir ketika lupa membaca niat puasa sampai matahari terbit.
Melansir dari NU Online Lampung, ada hukum yang bisa menyelamatkan situasi Anda ketika lupa berniat hingga lewat waktu Subuh.
Berikut penjelasan lengkap dan langkah darurat yang harus Anda lakukan.
Hukum Lupa Niat Puasa
![jam buka puasa jabodetabek hari ini [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/20/30502-jam-buka-puasa-jabodetabek-hari-ini.jpg)
Menurut mayoritas ulama, khususnya Mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia, niat puasa wajib dilakukan pada malam hari (tabyit), yakni sejak terbenam matahari hingga sebelum fajar.
Karena, berdasarkan hadis Rasulullah SAW: “Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan An-Nasa'i).
Artinya, jika murni mengacu pada pendapat ini, puasa Anda dianggap tidak sah.
Namun, ulama memberikan jalan keluar agar kita tetap menghormati bulan Ramadhan.
Jika Anda benar-benar lupa mengucakan niat puasa, jangan langsung menyimpulkan puasa hari itu tidak akan sah.
Alih-alih langsung memutuskan membatalkan puasa, lebih baik Anda melakukan langkah-langkah berikut ini.
1. Wajib Imsak atau Menahan Diri
Meskipun puasanya dianggap tidak sah secaraloklo rukun, Anda tetap wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari Subuh hingga Maghrib.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk ihtiram atau penghormatan terhadap kemuliaan waktu Ramadan.
2. Segera Baca Niat Puasa di Pagi Hari