- Menu sahur identik dengan yang praktis
- Tak heran banyak yang memilih memanaskan ulang makanan sisa buka puasa.
- Namun tak semua jenis makanan aman dipanaskan kembali.
Suara.com - Demi kepraktisan, memanaskan kembali sisa makanan dari waktu berbuka puasa (Iftar) seringkali menjadi solusi untuk menu sahur.
Namun perlu diketahui, tidak semua makanan aman untuk dipanaskan ulang.
Beberapa jenis makanan justru dapat mengalami perubahan struktur kimia, kehilangan nutrisi, hingga memicu pertumbuhan bakteri berbahaya jika dipanaskan lagi.
Alih-alih memberikan energi untuk berpuasa, salah memilih menu sahur justru bisa memicu gangguan pencernaan atau keracunan makanan.
Berikut adalah daftar jenis makanan yang sebaiknya tidak Anda panaskan kembali untuk menu sahur, lengkap dengan penjelasan ilmiahnya.
1. Bayam dan Kangkung
Bayam dan kangkung adalah sumber zat besi dan nitrat yang baik. Namun, sayuran ini sangat sensitif terhadap panas berulang.
Memanaskan kembali bayam dapat mengubah kandungan nitrat di dalamnya menjadi nitrit, dan kemudian menjadi nitrosamin.
![Cah kangkung telur puyuh. [Gemini Ai]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/16/99137-cah-kangkung-telur-puyuh.jpg)
Menurut laporan dari Center for Food Safety, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi nitrit yang berlebihan dapat berisiko bagi kesehatan.
Pasalnya jika terlalu banyak, dapat mengganggu kemampuan darah membawa oksigen.
Selain risiko kimiawi, memanaskan sayuran hijau berulang kali akan merusak tekstur dan menghilangkan kandungan vitamin C serta folat yang sangat dibutuhkan tubuh saat berpuasa.
Sebaiknya masak sayuran hijau dalam porsi sekali habis atau konsumsi dalam keadaan dingin jika memang harus disimpan.
2. Nasi
Mungkin ini yang paling mengejutkan, karena nasi adalah makanan pokok yang paling sering dipanaskan.
Masalah utama pada nasi sebenarnya bukan pada proses pemanasannya, melainkan cara penyimpanannya sebelum dipanaskan.
Melansir dari laman kesehatan resmi National Health Service, nasi yang dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama dapat memicu pertumbuhan spora Bacillus cereus.
Bakteri ini menghasilkan toksin yang tidak akan mati meskipun nasi dipanaskan kembali pada suhu tinggi. Gejalanya bisa berupa muntah dan diare, yang tentu akan sangat menyiksa jika terjadi saat Anda sedang berpuasa.