- Cut Rizki pilih makan malam porsi banyak daripada bangun waktu sahur.
- Makan kenyang sebelum tidur berisiko tinggi memicu asam lambung atau GERD.
- Secara syariat, makan sebelum tengah malam tidak terhitung sebagai ibadah sahur.
Suara.com - Pernyataan beauty influencer Cut Rizki soal sahur mengganggu pola tidurnya tengah menimbulkan kontroversi di media sosial.
Menurutnya, sahur untuk mempersiapkan diri sebelum puasa tidak cocok untuk semua orang.
Karena itu, Cut Rizki juga mengaku lebih memilih makan dalam porsi banyak pada malam hari sebelum tidur dibandingkan harus bangun di waktu subuh untuk sahur.
"Sahur itu gak buat semua orang, ya gak sih? Aku lebih milih makan agak sedikit banyak pas malam terus aku tidur," ujarnya dalam potongan video yang viral di akun Instagram @exclusivetimnasartis.
Lantas, mana yang lebih baik secara medis dan syariat?

Makan Malam Kenyang vs Sahur
Meski terlihat praktis bagi mereka yang hobi tidur lama, kebiasaan makan kenyang di tengah malam lalu melewatkan sahur ternyata punya sederet risiko kesehatan.
Melansir informasi dari BAZNAS, makan sahur tetap jauh lebih unggul dibandingkan makan kenyang di malam hari karena alasan berikut ini.
1. Stamina dan Energi
Baca Juga: 5 Rekomendasi Brand Baju Koko Terbaik untuk Lebaran 2026, Produk Lokal Harga Terjangkau
Sahur dilakukan mendekati waktu mulai berpuasa atau imssak.
Jarak yang dekat ini memastikan cadangan energi Anda cukup untuk bertahan hingga berbuka.
Sebaliknya, jika kamu makan besar pada pukul 10 atau 11 malam, energi tersebut sudah habis diproses saat kamu baru memulai aktivitas di pagi hari.
Hasilnya, Anda akan lebih cepat merasa lemas dan lapar.
2. Risiko Asam Lambung (GERD)
Pilihan Cut Rizki untuk makan malam banyak lalu tidur adalah ancaman nyata bagi lambung.
Makan berat tepat sebelum tidur memaksa sistem pencernaan bekerja keras saat tubuh seharusnya beristirahat.
Hal ini berisiko tinggi memicu asam lambung naik (GERD), perut kembung, hingga meningkatkan risiko obesitas.
3. Kualitas Tidur yang Semu
Alih-alih mendapatkan tidur yang berkualitas karena tidak terganggu sahur, makan terlalu kenyang sebelum tidur justru bisa membuat tidur tidak nyenyak karena perut terasa penuh dan begah.
Aturan Main Makan Malam Saat Puasa
Jika ingin tetap makan malam, para ahli menyarankan untuk memberi jeda minimal 3 jam antara waktu makan terakhir dengan waktu tidur.
Misalnya, jika Anda berencana tidur pukul 23.00 agar bisa bangun sahur pukul 03.00, maka makan malam terakhir sebaiknya dilakukan maksimal pukul 20.00.
Jeda ini penting agar tubuh punya waktu memproses makanan sebelum posisi tubuh berubah menjadi berbaring.
Selain itu, jangan lupa pola minum 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur agar tubuh tetap terhidrasi meski Anda makan banyak di malam hari.
Sudut Pandang Syariat: Apakah Makan Tengah Malam Disebut Sahur?
Secara hukum Islam, puasa seseorang tetap sah meskipun ia tidak makan sahur.
Namun mengutip Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, waktu sahur itu dimulai antara tengah malam hingga terbit fajar.
Artinya, jika Anda makan sebelum tengah malam, aktivitas tersebut tidak dianggap sebagai sahur, melainkan hanya makan malam biasa.
Makan sahur bukan sekadar mengisi perut, melainkan ibadah yang mengandung keberkahan.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk sahur, meskipun hanya dengan seteguk air, guna memberikan kekuatan fisik selama berpuasa.