Suara.com - Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, yang ditunaikan pada akhir bulan Ramadan sebelum salat Idulfitri. Ibadah ini memiliki dimensi spiritual dan sosial sekaligus. Secara spiritual, zakat fitrah menyempurnakan ibadah puasa; secara sosial, ia membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dijelaskan bahwa zakat fitrah berfungsi sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin. Karena itu, selain niat, umat Islam juga dianjurkan membaca doa ketika menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk harapan agar ibadah tersebut diterima oleh Allah SWT.
Doa Saat Membayar Zakat Fitrah
Tidak ada satu lafaz doa yang diwajibkan secara khusus. Namun, para ulama menganjurkan membaca doa sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar zakat menjadi amal yang diterima.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا زَكَاتَنَا وَطَهِّرْنَا بِهَا وَاجْعَلْهَا لَنَا ذُخْرًا عِنْدَكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Latin:
Allāhumma taqabbal minnā zakātanā wa ṭahhirnā bihā waj‘alhā lanā dzukhran ‘indaka yā Rabbal-‘ālamīn.
Artinya:
“Ya Allah, terimalah zakat kami, bersihkanlah kami dengannya, dan jadikanlah ia sebagai simpanan pahala di sisi-Mu, wahai Tuhan seluruh alam.”
Doa ini mengandung makna yang dalam: permohonan agar zakat benar-benar menjadi penyuci jiwa dan tabungan pahala di akhirat.
Doa yang Dibaca oleh Penerima Zakat
Penerima zakat juga dianjurkan mendoakan orang yang memberikan zakat. Rasulullah ﷺ mencontohkan kebiasaan mendoakan para sahabat yang menyerahkan harta mereka.
Bacaan Arab:
آجَرَكَ اللَّهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ وَبَارَكَ لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا