Secara ilmiah, cahaya berekor di langit bisa berupa komet atau meteor, fenomena alam yang sudah sering terjadi sejak dulu. Sementara dukhan yang dimaksud dalam ajaran Islam adalah peristiwa besar, berskala global, dan dampaknya sangat dahsyat, bukan sekadar penampakan cahaya di langit yang hanya terlihat di wilayah tertentu.
Perang Iran vs Israel Termasuk Tanda Akhir Zaman?
Dalam sejumlah hadis sahih, memang disebutkan bahwa di akhir zaman akan terjadi peperangan besar antara kaum muslimin dan kaum Yahudi. Namun para ulama menjelaskan, peperangan itu terjadi setelah Dajjal keluar dan setelah Nabi Isa ‘alaihis salam turun ke bumi.
Dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya mengingatkan bahwa Dajjal adalah sosok manusia nyata, bukan simbol atau sekadar kiasan.
Ia akan muncul sebagai ujian besar bagi umat manusia dan secara terang-terangan mengaku sebagai Tuhan, dengan kemampuan luar biasa yang Allah berikan khusus sebagai fitnah bagi manusia.
Namun Rasulullah SAW telah menjelaskan ciri-ciri Dajjal secara sangat jelas. Dajjal memiliki dua mata yang cacat, satu tidak berfungsi dan satu menonjol keluar.
Di antara kedua matanya tertulis kata “kafir”, yang bisa dibaca oleh setiap orang beriman, baik yang bisa membaca maupun tidak. Artinya, keimananlah yang menjadi pembeda, bukan kecerdasan atau teknologi.
Buya Yahya juga menegaskan bahwa umat Islam tidak diperintahkan sibuk mencari-cari kemunculan Dajjal atau mengaitkan setiap konflik dan fenomena alam dengan akhir zaman.
Konflik antara kaum muslimin dan Yahudi bukan hal baru dalam sejarah Islam. Pada masa Rasulullah SAW pun pernah terjadi peperangan serupa, dan itu tidak serta-merta disebut sebagai tanda kiamat.
Oleh karena itu, perang Iran vs Israel maupun fenomena bintang berekor saat ini belum memenuhi ciri-ciri perang akhir zaman sebagaimana dijelaskan dalam hadis.
Dalam menyikapi isu-isu semacam ini, Islam mengajarkan umatnya bersikap tenang, tidak mudah termakan isu viral, dan fokus memperkuat iman serta memperbanyak amal ibadah, karena waktu datangnya akhir zaman sepenuhnya adalah rahasia Allah SWT.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas