Suara.com - Campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali gejala campak pada bayi sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Infeksi ini biasanya diawali dengan gejala yang mirip flu sebelum muncul ruam khas pada kulit. Banyak orang tua sering mengira gejala awal hanya sebagai demam biasa, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal gejala campak pada bayi yang perlu diwaspadai.
Gejala campak pada bayi
Beberapa tanda campak pada bayi biasanya muncul secara bertahap. Berikut beberapa gejala campak pada bayi yang umum terjadi.
a. Demam tinggi
Pada tahap awal infeksi, bayi biasanya mengalami demam yang cukup tinggi. Suhu tubuh dapat mencapai lebih dari 38°C dan berlangsung selama beberapa hari sebelum ruam muncul di kulit.
Demam yang muncul pada kondisi ini sering disertai rasa tidak nyaman sehingga bayi menjadi lebih rewel dan mudah menangis. Pada beberapa kasus, demam dapat meningkat secara bertahap sebelum akhirnya muncul tanda lain yang lebih khas dari campak.
b. Ruam merah pada kulit
Salah satu tanda paling khas dari campak adalah munculnya ruam merah pada kulit. Ruam biasanya mulai terlihat di area wajah atau belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, dada, hingga seluruh tubuh.
Pada bayi, ruam ini sering terlihat sebagai bintik-bintik merah yang cukup rapat dan dapat menyatu pada beberapa bagian kulit. Kemunculan ruam ini biasanya terjadi beberapa hari setelah demam tinggi muncul, sehingga sering menjadi indikator utama gejala campak pada bayi.
Baca Juga: Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi
c. Batuk dan pilek
Infeksi virus campak juga sering menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan. Karena itu, bayi dapat mengalami batuk kering disertai pilek yang cukup mengganggu.
Batuk dan pilek pada campak biasanya berlangsung selama beberapa hari bersamaan dengan demam. Kondisi ini membuat bayi sulit tidur dan terkadang menurunkan nafsu makan, sehingga orang tua perlu memberikan perhatian ekstra pada asupan cairan dan nutrisi bayi.
d. Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
Selain menyerang kulit dan saluran pernapasan, virus campak juga dapat memengaruhi area mata. Pada beberapa bayi, mata terlihat merah, berair, dan lebih sensitif terhadap cahaya.
Kondisi ini dikenal sebagai konjungtivitis yang sering muncul bersamaan dengan gejala lain. Mata yang merah dan berair membuat bayi tampak sering menggosok mata atau terlihat tidak nyaman ketika berada di ruangan yang terlalu terang.
e. Bintik putih di dalam mulut
Tanda lain yang cukup khas dari campak adalah munculnya bintik kecil berwarna putih di bagian dalam pipi atau mulut. Bintik ini dikenal sebagai Koplik spots dan biasanya muncul sebelum ruam di kulit terlihat.
Meskipun ukurannya sangat kecil, keberadaan bintik putih tersebut sering menjadi petunjuk penting bagi tenaga medis untuk mengidentifikasi gejala campak pada bayi sejak tahap awal infeksi.
Komplikasi campak pada bayi
Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan yang cukup serius pada bayi.
a. Infeksi telinga
Salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi adalah infeksi telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi menjadi lebih rewel, sering menangis, atau tampak tidak nyaman ketika berbaring.
Infeksi telinga biasanya terjadi karena virus campak melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga bakteri lebih mudah berkembang di saluran telinga.
b. Pneumonia
Komplikasi lain yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau infeksi paru-paru. Kondisi ini termasuk salah satu komplikasi paling serius pada bayi yang terkena campak.
Pneumonia dapat menyebabkan bayi mengalami napas cepat, sesak napas, hingga penurunan kadar oksigen. Jika kondisi ini terjadi, bayi perlu segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
c. Diare dan dehidrasi
Campak juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare. Jika berlangsung cukup lama, kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi pada bayi.
Karena itu, orang tua perlu memastikan bayi tetap mendapatkan cairan yang cukup selama masa sakit agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Cara menghindari campak
Mencegah campak tentu jauh lebih baik dibanding mengobatinya. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi bayi dari penyakit ini.
a. Memberikan imunisasi campak
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui imunisasi. Vaksin campak biasanya diberikan saat bayi berusia sekitar 9 bulan dan dapat memberikan perlindungan terhadap virus penyebab penyakit ini. Dengan vaksinasi, risiko bayi mengalami infeksi campak dapat berkurang secara signifikan.
b. Menjaga kebersihan dan lingkungan
Menjaga kebersihan juga menjadi langkah penting untuk mencegah penularan virus. Orang tua sebaiknya rutin mencuci tangan sebelum menyentuh bayi serta menjaga kebersihan mainan dan perlengkapan bayi. Selain itu, hindari membawa bayi ke tempat yang terlalu ramai ketika sedang terjadi wabah penyakit menular.
c. Menghindari kontak dengan penderita campak
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin. Karena itu, bayi sebaiknya dijauhkan dari orang yang sedang mengalami gejala penyakit tersebut.
Dengan mengenali gejala campak pada bayi sejak dini serta menerapkan langkah pencegahan yang tepat, orang tua dapat membantu melindungi kesehatan bayi dari risiko infeksi yang lebih serius.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri