Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:39 WIB
Kota Yogyakarta Catat 6 Kasus Positif Campak, Dinkes Sebut Masih Ada Warga Anti Vaksin
Ilustrasi seorang murid kelas 1 SD mendapatkan suntikan vaksin campak dari tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
baca 10 detik
  • Dinkes Yogyakarta mencatat enam kasus campak positif dari 45 suspek, menyatakan situasi terkendali tanpa KLB.
  • Mayoritas pasien positif campak belum divaksinasi karena adanya penolakan dari orang tua meski vaksin gratis.
  • Pengobatan campak bersifat suportif; komplikasi seperti pneumonia dapat terjadi dan meningkatkan risiko kematian fatal.

Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta memastikan bahwa situasi penyebaran penyakit campak di wilayahnya masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.

Tercatat sejuah ini hanya ada 6 kasus terkonfirmasi positif campak dari total 45 suspek yang diperiksa di Kota Yogyakarta. Pasien campak di Kota Yogyakarta itu terdiri dari rentang usia dari 1-28 tahun.

"Tahun 2026 kalau dari data dari kami itu untuk suspek ada 45, semuanya kita lakukan pemeriksaan laboratorium. Kemudian dari hasil itu yang positifnya 6 (orang)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unawanah, Jumat (6/3/2026).

Angka ini menunjukkan perbedaan signifikan jika dibandingkan dengan tren lonjakan kasus yang terjadi di tingkat nasional.

Berdasarkan data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1 persen).

Sementara pada tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian (CFR 0,05 persen).

Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Lana memastikan Kota Yogyakarta tidak menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak untuk sekarang. Apalagi enam kasus yang tercatat pada Januari-Februari kemarin sudah dinyatakan sembuh seluruhnya.

"Kasus meninggal nggak ada, nggak ada. Semuanya bisa kita tangani. Jadi masih relatif terkendali. Kita enggak KLB," ucapnya.

baca juga

Masih Ada Anti-Vaksin

Berdasarkan hasil penelusuran terhadap 6 pasien positif tersebut, mayoritas ditemukan belum mendapatkan vaksinasi.

Lana mengakui masih ditemukan warga yang menolak untuk dilakukan vaksinasi. Meski fasilitas kesehatan seperti Puskesmas telah menyediakan vaksin secara gratis.

"Memang masih ada beberapa kasus yang dari pihak orang tuanya itu memang menolak (vaksin)," ujarnya.

Fenomena penolakan vaksin oleh orang tua masih menjadi kendala utama di lapangan.

"Ya kami dan teman-teman Puskesmas ya sudah mengedukasi gitu ya untuk supaya, melakukan vaksinasi," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peta Rasa Masjid Syuhada: Diplomasi Takjil Nusantara Penawar Rindu Rantau

Peta Rasa Masjid Syuhada: Diplomasi Takjil Nusantara Penawar Rindu Rantau

Your Say | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:39 WIB

Van Gastel Puji Mental Baja PSIM Yogyakarta Usai Tahan Imbang Semen Padang Meski Kalah Jumlah Pemain

Van Gastel Puji Mental Baja PSIM Yogyakarta Usai Tahan Imbang Semen Padang Meski Kalah Jumlah Pemain

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:29 WIB

Daftar Harga Rental Mobil Lepas Kunci di TRAC Yogyakarta untuk Lebaran, Mulai Rp500 Ribuan Per Hari

Daftar Harga Rental Mobil Lepas Kunci di TRAC Yogyakarta untuk Lebaran, Mulai Rp500 Ribuan Per Hari

Otomotif | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

KPK Tahan Fahd Arafiq dan Presdir Summarecon Terkait Suap HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo

Malang | Selasa, 15 September 2026 | 18:48 WIB

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Sinergi untuk Mendukung Ekosistem Petrokimia Nasional

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 18:46 WIB

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

BRI DPLK Bisa Dibuka lewat BRImo, Solusi Praktis Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:43 WIB

×