Suara.com - Karena satu dan lain hal, banyak orang yang tidak bangun ketika waktu sahur di bulan Ramadan. Lantas, bagaimana hukum puasa tidak sahur karena kesiangan?
Utamanya, sahur memang dilakukan untuk mengisi energi selama puasa. Namun, lebih dari itu, sahur memang memiliki keistimewaan sendiri sehingga sangat dianjurkan.
Apa hukum puasa tidak sahur karea kesiangan?
Menilik dari buku Salah Kaprah! Shalat, Puasa, Sedekah, dan Doa Penyebab Ibadah Tertolak, Rezeki Seret, dan Hidup Ruwet karya Rizem Aizid, melewatkan sahur tidak membuat puasa menjadi batal.
Puasa yang dijalankan tanpa sahur tetap dinilai sah. Namun demikian, sahur bukanlah amalan yang berdiri sendiri. Praktik ini berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah puasa.
Ketika Anda hendak menjalankan puasa, sahur dianjurkan untuk dilakukan sebagai bagian dari persiapan ibadah tersebut. Inilah yang membuat sahur menjadi amalan yang penting meskipun tidak bersifat wajib.
Penjelasan serupa juga disampaikan dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Abduh Zulfidar Akaha. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa Muhammad terkadang tidak sahur ketika hendak berpuasa. Bahkan pada kondisi tertentu, beliau juga baru berniat puasa pada pagi hari karena alasan tertentu.
Meski begitu, Rasulullah SAW umumnya tetap melakukan sahur ketika menjalankan puasa di bulan Ramadan. Hal ini karena puasa Ramadan merupakan ibadah yang diwajibkan bagi umat Islam.
Dalam kajian fiqih, pembahasan tentang sahur sering dikaitkan dengan puasa Ramadan. Oleh sebab itu, sahur sangat dianjurkan untuk dilakukan, tetapi tidak termasuk kewajiban bagi seorang muslim.
Tidak Sahur Boleh Berpuasa atau Tidak?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sahur merupakan amalan yang dianjurkan dalam berpuasa. Namun, sahur tidak termasuk syarat sahnya puasa sehingga tidak menjadi kewajiban yang harus dipenuhi.
Karena itu, jika seorang muslim tidak sempat sahur, misalnya karena kesiangan atau sebab lain, ia tetap diperbolehkan untuk menjalankan puasa. Terdapat pula riwayat hadis yang sering dijadikan rujukan dalam hal ini. Masih merujuk pada buku karya Rizem Aizid tersebut, puasa tanpa sahur tetap sah berdasarkan hadis berikut:
“Dari Ummul Mukminin Aisyah r.a. diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi SAW datang kepada kami dan bertanya, ‘Apakah kalian memiliki makanan?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Lalu beliau bersabda, ‘Kalau begitu, saya akan berpuasa.’” (HR. Muslim ibn al-Hajjaj, Ahmad ibn Shu'ayb al-Nasa'i, dan Al-Tirmidzi).
Keutamaan Sahur dalam Puasa
Walaupun puasa tetap sah meski Anda tidak sahur karena kesiangan, sahur tetap memiliki banyak keutamaan yang dianjurkan dalam Islam. Melansir dari laman Baznas, berikut beberapa keutamaan tersebut.
1. Mendapat Keberkahan
Sahur dikenal sebagai amalan yang membawa keberkahan. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Muhammad bahwa sahur mengandung kebaikan dan keberkahan bagi orang yang melaksanakannya.
2. Membantu Menjalani Puasa dengan Lebih Mudah
Melakukan sahur dapat membantu tubuh memiliki cadangan energi sebelum memulai puasa. Dengan asupan makanan dan minuman yang cukup, Anda akan lebih kuat menjalani aktivitas hingga waktu berbuka tiba.
3. Mengikuti Sunnah Nabi
Melaksanakan sahur juga termasuk bentuk mengikuti sunnah Nabi. Dengan mengamalkan kebiasaan yang dicontohkan oleh Muhammad, seorang muslim berarti berusaha meneladani ajaran dan praktik ibadah beliau.
4. Menjaga Kesehatan
Sahur berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh selama berpuasa. Asupan makanan pada waktu sahur membantu tubuh tetap bertenaga dan mengurangi risiko lemas saat menjalani aktivitas sepanjang hari.
5. Membedakan Puasa Muslim dan Ahli Kitab
Dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa salah satu perbedaan antara puasa umat Islam dan puasa yang dijalankan oleh Ahli Kitab adalah adanya sahur. Karena itu, sahur juga menjadi ciri khas yang membedakan praktik puasa dalam Islam.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri