Berikutnya, ada pendapat yang mengatakan malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-23 bulan Ramadhan. Pendapat itu didukung oleh Imam Syafi’i.
Di mana daalam satu hadits dijelaskan bahwa, salah seorang sahabat Nabi yang bernama Abdullah bin Unais bertanya perihal malam Lailatul Qadar:
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَتَى نَلْتَمِسُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ الْمُبَارَكَةَ
Artinya: Wahai Rasulullah, kapankah kami bisa memperoleh malam penuh berkah ini?
Rasulullah pun menjawab:
الْتَمِسُوهَا هَذِهِ اللَّيْلَةَ )وَقَالَ وَذَلِكَ مَسَاءَ لَيْلَةِ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ:
Artinya: Carilah pada malam ini (malam 23 Ramadhan).
Selanjutnya, ada pendapat lain yang mengatakan Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 bulan Ramadhan. Pernyataan ini pun menjadi pendapat mayoritas ulama. Argumennya berdasarkan pada atsar Ubay bin Ka’ab berikut:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ: (وَاللَّهِ إِنِّي لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِي هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا، هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
Artinya: Dari Ubay bin Ka’ab,” Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah saw memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27" (HR. Muslim).
Kesimpulannya, tidak ada yang tahu pasti kapan malam Lailatul Qadar sebab sudah menjadi rahasia Allah SWT. Sebagai umat yang beriman, hendaknya kita mengisi malam istimewa ini dengan berbagai amalan mengingat banyak keutamaan yang ada kita dapat.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, malam Lailatul Qadar yang terjadi pada 10 malam terakhir Ramadhan mempunyai banyak keistimewaan bagi siapa yang bersungguh-sungguh. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Imam Bukhari dari Aisyah RA, dimana Rasulullah SAW bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعَنْ عَائِشَةَ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Bersungguh – sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam – malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR Bukhari, shahih).
Berikut keutamaan malam Lailatul Qadar:
1. Diturunkannya Al-Quran Secara Utuh
Tepat di malam Lailatul Qadar, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) sebelum disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.
Secara detail peristiwa ini ditegaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5 dengan menyebutkan bahwa malam itu lebih baik daripada seribu bulan. Di mana memiliki makna bahwa malam Lailatul Qadar ini penuh dengan kemuliaan, keberkahan, serta pahala yang nilainya tak terhingga.
2. Malam Turunnya Malaikat-malaikat ke Bumi
Di malam Lailatul Qadar para malaikat akan turun ke bumi. Hal ini dijelaskan langsung rwlam Surah Al-Qadr ayat 4 bahwa, para malaikat dan Ar-Ruh (Malaikat Jibril) turun atas izin Allah SWT dengan membawa kebaikan, rahmat, serta keberkahan bagi seluruh umat Muslim.
3. Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Diyakini jika malam ini memiliki nilai ibadah yang lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan. Dengan demikian, satu amalan kecil yang diperbuat tepat pada malam Lailatul Qadar maka nilai pahalanya biss melampaui amalan yang dilakukan seumur hidup.
4. Malam Pengampunan Dosa-dosa
Bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh menghidupkan malam Lailatul Qadar atas dasar iman serta mengharapkan ridho Allah SWT, maka akan diampuni seluruh dosa-dosa masa lalunya.
Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR al-Bukhari).
5. Malam Dicatatnya Takdir Tahunan
Malam Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam penetapan, sebab di waktu inilah Allah SWT akan menetapkan takdir tahunan setiap hamba-Nya terutama yang berkaitan dengan rezeki, ajal, serta keberuntungan dalam satu tahun kedepan.
Amalan Malam Lailatul Qadar
Ini dia beberapa amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di malam Lailatul Qadar:
1. Sholat Berjamaah
Ulama besar Imam Syafi'i dalam Latha-if Al-Ma'arif pernah berkata, orang yang sholat Isya dan Subuh berjamaah termasuk dalam golongan orang-orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar. Hal ini dikuatkan dengan hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda:
مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
Artinya: "Siapa yang menghadiri salat Isya berjamaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala salat semalam penuh." (HR Muslim dan Tirmidzi)
2. Memperpanjang sholat Malam
Mengerjakan sholat malam atau qiyamul lail juga termasuk dalam salah satu amalan yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW yang diceritakan Abu Hurairah RA,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barang siapa yang bangun menegakkan salat malam di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari ridha Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR Bukhari dan Muslim)
3. Itikaf
Itikaf adalah ibadah yang dicirikan dengan berdiam diri di dalam masjid dan menjadi salah satu amalan malam Lailatul Qadar. Berdiam diri merujuk pada tidak keluar masjid karena sibuk melakukan amalan saat itikaf seperti ibadah wajib dan sunnah.
4. Membaca Doa Lailatul Qadar
Doaa Lailatul Qadar berisi permohonan agar mendapat keselamatan dunia dan akhirat. Umat Islam bisa membaca doa Lailatul Qadar yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah dalam Kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku."
5. Membaca Sayyidul Istigfar
Salah satu cara untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak membaca istigfar pada waktu sahur dan baiknya membaca sayyidul istigfar. Berikut adalah bacaan doa sayyidul istigfar sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.
Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR Bukhari)
Demikian penjelasan tentang kapan malam Lailatul Qadar? Lengkap dengan perkiraan jadwal, keutamaan dan amalannya. Semoga membantu!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari